
Jam menunjukkan pukul 10 malam, akhirnya mereka berpisah karena untuk pulang, Ratih dan Handoko juga sebenarnya tidak ingin berpisah dengan Ayumi, namun mereka besok pagi berencana berkunjung ke rumah Ayumi dan Ziko.
Handoko dan Ratih pulang dengan supir mereka.
Di perjalanan menuju pulang ke rumah Erika hanya terdiam membisu, iya dia terdiam seribu bahasa.
"Mas, kamu tahu hari ini aku sangat bahagia," kata Ayumi, terukir senyum hangat di sudut bibirnya, seperti inikah rasanya mendapatkan pelukan dari seorang ibu? Tuhan, aku masih tidak menyangka dengan takdir, tapi aku juga terimakasih karena engkau sudah mempertemukan aku dengan kedua orang tua kandungku.
"Mas tahu sayang, kamu memang harus selalu bahagia, kan janji mas untuk buat kamu bahagia selamanya," ujar Ziko sambil menyetir ia sekilas menatap Ayumi yang tersenyum bahagia. "Maafkan kesalahan mas di masa lalu, gadis bayaran yang mas perlakuan dengan ketus dan tidak baik, kini malah menjadi istri sah ku dan tentunya dia akan menjadi wanita satu-satunya dalam hidup Ziko Atdmaja," batin Ziko dalam hatinya.
"Kalian jangan terlalu bahagia, ingatlah kebahagiaan itu hanya sementara," sindir Erika dengan begitu kejam.
"Mama juga jangan terlalu kejam, ingatlah kesalahan mama masih Ziko ingat, dan Ziko juga tidak akan diam saja ma," sahut Ziko dengan nada datar tapi menekan.
Seketika Erika terdiam, ia ingat kesalahannya beberapa hari lalu? Kira-kira apa yang akan Ziko lakukan padaku? Otak Erika tidak bisa berhenti berpikir, kini ia malah merasa tidak tenang.
Ayumi hanya diam, ia terlalu lelah jika terus-terusan meladeni mama mertuanya yang super jahat ini.
Sesampainya dirumah Ziko dan Ayumi langsung menuju ke kamar mereka, Erika juga langsung masuk ke dalam kamarnya.
Setelah istirahat sebentar Ayumi pergi mandi lalu setelah mandi Ayumi berganti baju tidur yang cukup seksi.
Melihat istrinya yang sangat menggoda malam ini, Ziko tersenyum mesum, sungguh hasratnya sebagai seorang laki-laki langsung naik ke atas, adik kecilnya dibawa sana juga mulai usil, aduh itu sangat membuat Ziko sangat terganggu.
__ADS_1
"Sayang, apa kamu berniat menggodaku?" Ziko melangkahkan kakinya, lalu ia menarik tangan Ayumi hingga Ayumi jatuh tepat di dalam pelukannya.
"Mas, kamu belum mandi ihh....." Ayumi berusaha mendorong tubuh Ziko, namun tenaga Ziko jauh lebih kuat.
"Mandi tidak mandi tetap saja mas ini suamimu sayang," bisiknya dengan lirih di telinga Ayumi.
Ayumi menghela nafas pelan, sudahlah kalau suaminya sudah berkata seperti ini maka percuma jika dirinya melawan, ya karena akan tetap di makan juga oleh suaminya.
Dengan lembut Ziko mencium bibir mungil Ayumi, hingga Ayumi perlahan-lahan membuka mulutnya dan lidah Ziko mulai nakal menyusup masuk ke dalam sana, hingga akhirnya lidah keduanya saling bertemu, mereka pun memainkan permainan lidah yang cukup panas.
Setelah puas dengan itu, Ziko mengangkat tubuh mungil Ayumi ke atas kasur, lalu Ziko membaringkan Ayumi disana dan tubuhnya langsung menindih tubuh Ayumi, satu tangannya menyangga tubuhnya dan satu tangannya lagi membelai-belai manja pipi Ayumi yang semakin tembem.
"Sayang, biarkan mas mengairi benih mas, mas ingin benih mas di dalam perut kamu tumbuh dengan subur," bisiknya dengan suara sangat menggoda.
"Lakukanlah mas! Aku juga merindukan mas, malam ini aku milikmu mas," goda Ayumi dengan nakal.
Milik Ziko semakin keras, rasanya sudah meronta-ronta ingin masuk ke dalam rumah siput istrinya.
Tanpa menunggu lama Ziko melanjutkan aksinya dengan panas, hingga beberapa lama akhirnya cairan hangatnya mengalir sempurna di dalam sana.
Kini keduanya saling bercucuran keringat, sungguh rasanya sangat lelah, tapi hasil keringat berdua itu begitu nikmat.
Malam yang semakin larut dan angin malam yang semakin dingin, membuat Ziko dan Ayumi langsung tidur setelah membersihkan tubuh mereka bersama-sama di dalam kamar mandi, kini mereka tidur sambil berpelukan dengan penuh cinta.
__ADS_1
*****
Pagi yang cerah telah datang, kini Ayumi dan Ziko sedang sarapan berdua di meja makan sedangkan Erika seperti biasanya, ia tidak mau sarapan satu meja dengan Ayumi dan ia memilih sarapan di dalam kamarnya.
"Mas, hari ini kamu tidak masuk kerja?" tanya Ayumi, seraya menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Mas pingin dirumah, lagian ada Miko." Jawab Ziko dengan nada lembut.
Ayumi mengangguk, lalu ia kembali fokus dengan makanannya.
Saat sedang makan tiba-tiba bell rumahnya berbunyi, Ziko dan Ayumi saling menatap satu sama lain, siapa yang sepagi ini datang ke rumahnya?
"Siapa mas?" tanya Ayumi.
"Mas tidak tahu, mas buka pintu dulu," jawab Ziko dan ia langsung beranjak dari tempat duduknya.
Para Art nya sedang sibuk sarapan bersama di ruang makan belakang, jadi wajar jika Ziko membuka pintu rumahnya sendiri. Lagian ini tidak masalah bagi Ziko.
"Ceklek...."
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1