
Malam yang begitu terang dan kelap-kelip bintang di langit serta rembulan yang bersinar begitu terang membuat malam ini begitu indah.
Ziko pun mengajak Ayumi jalan-jalan ke mall untuk menghabiskan malam bersama seperti ABG yang sedang pacaran.
Kalau Ayumi memang masih ABG tapi Ziko sudah bukan ABG lagi, namun keduanya begitu serasi, ya biarpun tetap saja raut wajahnya Ayumi begitu imut sedangkan Ziko terlihat sangat dewasa.
Di tengah-tengah keramaian Ziko terus mengandeng tangan Ayumi dengan mesra.
"Sayang, katakan padaku, kamu mau apa?" tanya Ziko dengan penuh perhatian.
"Aku pingin makan kentang goreng," sahut Ayumi dengan nada lembut.
"Maka, aku akan carikan kentang goreng untukmu istriku," dengan penuh perhatian Ziko menuruti apa yang di inginkan oleh sang istri.
Ayumi tersenyum senang, sungguh dia merasakan seperti sedang pacaran yang sesungguhnya, iya pacaran setelah menikah.
Banyak mata yang tertuju pada mereka, apalagi para laki-laki mereka melihat Ayumi dengan tatapan begitu dalam.
"Lihat gadis itu cantik sekali."
"Hush, sudah ada pawangnya."
"Baru pawang, masih bisalah di tikung."
"Lihat, gadis itu sangat imut, dia juga terlihat begitu lucu."
"Pawangnya juga aku rasa bukan orang sembarangan, wajahnya cukup terkenal."
"Itu Tuan Ziko Atdmaja, dia adalah pemilik perusahaan terbesar yaitu perusahaan Group Atdmaja, mall ini juga kalau tidak salah milik Tuan Ziko."
Mendengar penjelasan salah satu temannya, yang lainnya cukup terkejut, ternyata yang mereka gibahin bukanlah orang sembarangan dan tentunya gadis yang bersama juga pasti bukan gadis sembarangan.
Tapi para laki-laki itu terus menatap wajah cantik Ayumi sambil ngomongin kecantikan wajah Ayumi, Ayumi yang tidak sadar di perhatikan oleh para laki-laki lain, dia cukup santai berdiri di samping Ziko.
__ADS_1
Ziko yang berada tidak jauh dari para grombolan laki-laki itu, tentu saja dia mendengar percakapan para laki-laki yang ada di dekatnya ini.
"Dasar para laki-laki brengsek, berani sekali dia memuji-muji istriku, bahkan mereka semua menatap Ayumi dengan tatapan menjijikkan." gumam Ziko dengan suara pelan, rasanya geram sekali banyak laki-laki lain yang memuji-muji istrinya.
Seketika Ziko ingin memanggil para penjaga mall, tapi Ziko mengurungkan niatnya biarpun Ziko pemilik mall ini tapi Ziko juga tidak mau sampai ada keributan sehingga membuat pengunjung lain terganggu.
"Sayang, aku mau pulang sekarang....!!" Ziko tiba-tiba menarik tangan Ayumi dengan kuat.
Ayumi menatap Ziko dengan tatapan penuh tanda tanya? Ini orang kenapa? Tadi begitu semangat ingin membelikan kentang goreng, terus sekarang tiba-tiba minta pulang. Ayumi hanya bisa geleng-geleng kepala, emang otak suaminya ini memang agak tidak beres selama beberapa hari ini.
"Tapi kentang gorengku....."
"Nanti aku buatkan dirumah, ayo aku mau pulang sekarang!" Ziko memotong kata-kata Ayumi dengan cepat, lalu mengandeng tangan Ayumi dengan kuat.
Ayumi tidak bisa menjawab apa-apa lagi dan dia hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh suaminya.
****
"Tuan....eh maksudnya sayang, sayang kamu kenapa?" Ayumi bertanya dengan nada begitu lembut.
Ziko duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya, bibirnya juga manyun ke depan entah berapa senti? Sedangkan Ayumi duduk di sebelahnya.
Biasanya yang manyunan itu perempuan, lah ini malah kebalik.
"Aku hanya kesal, banyak sekali laki-laki yang memandangmu, bahkan mereka dengan begitu jelas memuji kecantikanmu," jawab Ziko dengan nada kesal.
Ayumi tertawa kecil. "Pasti kamu sedang cemburu, ngaku saja sayang!" biarpun masih agak kaku, tapi Ayumi terus berusaha membuat Ziko tidak manyun lagi.
"Apakah aku salah jika aku cemburu karena istriku banyak sekali yang memuji kecantikannya?" Ziko bertanya dengan begitu polosnya pada Ayumi.
"Tidak salah, lalu aku harus bagaimana sayang?" jawab Ayumi, ingin sekali tertawa tapi dia berusaha menahannya. "Dulu begitu ketus, sekarang cemburu saja berlebihan," batin Ayumi dalam hatinya.
"Mungkin ada baiknya kamu diam dirumah saja, kalau kamu ingin beli baju, perhiasan atau ingin membeli yang lainnya, aku bisa pindahkan Mall ke rumah nanti," jawab Ziko, masih dengan raut wajah cemburu.
__ADS_1
Dalam hati Ayumi, inilah orang kaya, dia bisa melakukan apa saja dan merubah apa saja dalam sekejap mata.
"Tapi sayang....."
"Menurutlah pada suamimu!" Ziko menatap mata Ayumi dengan tegas.
"Baiklah," jawab Ayumi, biarpun menurut Ayumi ini semua sangat berlebihan, tapi jika Ayumi melakukan protes juga Ziko tidak mau mendengarkannya.
Ziko langsung memeluk Ayumi dengan gemas, bahkan Ziko berulang kali menciumi pipi Ayumi secara bergantian.
"Sayang, aku lapar......" lirih Ayumi.
Ziko menghentikan aksinya, lalu dia tersenyum begitu manis pada Ayumi.
"Aku akan masak untuk kamu, aku juga akan membuatkan kentang goreng untukmu," kata Ziko dengan begitu semangat.
Tanpa menunggu lama Ziko langsung mengajak Ayumi ke dapur, bahkan Ziko menyuruh Pak Han untuk mengajak para Art yang ada di rumahnya jalan-jalan, karena Ziko hanya ingin berduaan dengan Ayumi tanpa ada yang menganggunya.
Bucinnya Ziko kebangetan sekali, ini juga pertama kalinya Ziko benar-benar bucin pada seorang perempuan dan itu adalah istrinya sendiri.
Kini Ziko dan Ayumi hanya berduaan di dapur, seluruh Art dan pekerja lainnya, sudah diajak Pak Han jalan-jalan entah kemana? Ziko juga tidak lupa memberikan ATM miliknya pada Pak Han untuk biaya jalan-jalan mereka, demi bisa berduaan dengan Ayumi, Ziko sampai mengeluarkan kocek yang cukup besar tentunya.
"Yang lain pada kemana?" tanya Ayumi, melihat dapur begitu sepi Ayumi cukup kaget.
"Aku ungsikan sayang, pokoknya aku mau berduaan denganmu sampai pagi," jawab Ziko dengan begitu senang.
Ayumi semakin tidak mengerti dengan suaminya ini, ternyata Ziko sebucin ini dan tentunya Ayumi tidak menyangka sama sekali.
Entah apa yang akan terjadi saat Ziko dan Ayumi hanya berduaan saja?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1