Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Artikel di internet


__ADS_3

Dua hari telah berlalu Ziko tengah di sibukkan dengan persiapan untuk mengumumkan hal penting yaitu pernikahan dirinya dan Ayumi.


Di balik kesibukan itu juga Ziko sangat bersikap positif pada Ayumi, bahkan untuk gaun pengantin saja Ziko mendatangkan langsung seorang Disainer dari salah satu butik ternama ke rumahnya. Karena Ziko tidak mau kalau Ayumi sampai kecapean akhirnya semua yang di butuhkan untuk acara nanti di panggil ke rumah.


"Tuan, saya sudah menghubungi orang tua Tuan," kata Pak Han, Ziko sengaja menyuruh Pak Han yang mengabari kedua orang tuanya, karena jika Ziko yang menelpon mereka Ziko tahu pasti telpon dari Ziko tidak akan di angkat dengan alasan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"Lalu bagaimana mama dan papa, Pak Han?" tanya Ziko agak malas, mengingat kedua orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"Mereka cukup kaget, bahkan terdengar marah mendengar kabar pernikahan Tuan dan Nona Ayumi," jawab Pak Han.


"Biarkan saja, mereka hanya perduli dengan uang dan uang saja, Pak Han nanti Pak Han pesan beberapa catring yang enak-enak ya!" sahut Ziko, dan di anggukin oleh Pak Han.


Pak Han berlalu pergi dari hadapan Ziko, beliau langsung pergi untuk melaksanakan tugas dari tuannya itu.


Ziko yang sedang duduk di sofa ruang tengah sambil memegang kepala dengan kedua tangannya, dia merasa cukup kesal apalagi saat mengingat kedua orang tuanya yang tidak pernah perduli pada dirinya karena kesibukan yang mereka lakukan.


"Bahkan mendengar anaknya mau menikah saja, mama dan papa tidak bahagia," keluh Ziko dalam hatinya.


Ziko terdiam sambil menyandarkan kepalanya di sofa, ia memejamkan matanya sambil mengingat kapan dirinya bahagia saat bersama kedua orang tuanya? "Aku saja lupa kapan aku bahagia bersama mama dan papa," batin Ziko dalam hatinya.

__ADS_1


Hidup Ziko memang menyedihkan biarpun dia terlahir di keluarga kaya raya, tapi selama ini hidupnya begitu kesepian, kedua orang tuanya juga jarang sekali dirumah. Kadang Ziko merasa kalau di dunia ini ia hanya hidup sebatang kara, tapi kehidupannya mulai berbuah di saat Ayumi datang menghiasi hari-harinya dan selalu berdebat dengan dirinya, sungguh akhirnya Ziko punya teman yang sesungguhnya.


Ayumi turun dari atas ranjang tempat tidurnya, ia berjalan menuju ke sofa tempat Ziko sedang duduk.


"Mas...." suara lembut Ayumi terdengar merdu di telinga Ziko membuat Ziko menoleh.


"Sayang, kenapa kamu turun dari atas tempat tidur? Jika kamu perlu sesuatu, kamu bisa panggil mas saja! Kamu, tidak boleh terlalu capek, mas tidak mau kamu dan calon anak kita ini kenapa-kenapa," tutur Ziko dengan nada lembut.


"Mas, aku tidak capek, aku hanya kesepian di dalam kamar sendirian," jawab Ayumi dan Ziko langsung memeluk Ayumi dengan hangat.


"Maaf ya, mas terlalu sibuk, oh iya sebentar lagi kita lakukan fitting baju pengantin...."


Ziko melepaskan Ayumi dari pelukannya, lalu menatap Ayumi dengan tatapan lembut.


"Kita tidak akan keluar, mas sudah menyuruh orang butiknya datang ke rumah," jawab Ziko dengan nada lembut.


Seketika Ayumi hanya diam, sefosesif inikah suaminya? Padahal dirumah terus juga bosan dan jenuh, tapi mau bagaimana lagi? Jika Ayumi tidak menurut pasti Ziko akan semakin menjadi-jadi.


Ayumi duduk di sebelah Ziko, lalu Ziko mendekatkan duduknya ke sebelah Ayumi.

__ADS_1


"Anak papa, cepat lahir ke dunia ini ya! Papa sangat ingin bertemu denganmu," kata Ziko seraya mengelus-elus perut Ayumi yang masih terlihat rata.


"Mas, jika orang hamil dirumah terus itu pasti akan stress dan itu katanya tidak baik untuk kandungan, aku baca artikel itu di internet," ujar Ayumi dengan nada lembut.


"Sungguh?! Apa seorang wanita hamil harus di ajak jalan-jalan? Lalu jika kecapean atau kelelahan bagaimana?" Ziko menatap Ayumi dengan sorot mata serius.


"Iya mas harus di ajak jalan-jalan, kalau kelelahan atau kecapean kan bisa istirahat mas," tutur Ayumi dengan tawa kecil dalam hatinya. "Mas, ayolah berhenti bersikap berlebihan ajak aku jalan-jalan keluar, aku terlalu lelah di kamar terus," batin Ayumi dalam hatinya.


Ziko terdiam sejenak, ada benarnya juga apa yang di katakan oleh Ayumi. Jika Ayumi sampai stress Ziko juga takut kalau anaknya akan kenapa-kenapa di dalam perut istrinya itu.


Ziko langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya, lalu dia dengan cepat menghubungi pihak butik agar tidak jadi datang ke rumahnya, karena Ziko akan mengajak Ayumi datang langsung ke butik.


"Ayo kita jalan-jalan, sekalian fitting baju pengantin!" ajak Ziko dengan senang hati dan Ayumi juga menerima ajakan Ziko dengan Senang hati juga.


Akhirnya di ajak jalan-jalan juga, daripada terus-terusan di dalam kamar itu sebenarnya membuat Ayumi merasa tidak nyaman.


Ziko pun langsung menaiki mobilnya menuju ke butik untuk fitting baju pengantin sekalian mengajak istrinya jalan-jalan biar tidak stress.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2