
Pagi hari yang begitu cerah, Ayumi sudah terbangun dari tidurnya, ia juga sudah mandi dan berdandan cantik.
Setelah berdandan bukannya membangunkan suaminya yang masih terlelap tidur ia malah pergi ke taman belakang untuk jalan-jalan pagi, entahlah lagi-lagi sang bayi enggan dekat dengan papanya.
Ayumi berjalan mengelilingi taman belakang rumahnya sendirian.
Perlahan-lahan Ziko mengerjap-ngerjap matanya, lalu ia melihat Ayumi sudah tidak ada di atas tempat tidur.
"Dimana istriku.....?''
Ziko membenarkan posisinya menjadi duduk, ia berpikir apakah istrinya masih meranjuk pada dirinya?
"Wanita hamil itu aneh sekali, sayang mas tidak tahan kalau kamu bersikap seperti ini terus....." Ziko memegangi kepalanya menggunakan kedua tangannya, ia tampak bingung dan gelisah. "Bagaimana caraku membalikkan mood wanita hamil lagi?" batin Ziko dalam hatinya.
Ziko beranjak dari tempat tidurnya, lalu ia segera mandi dan setelah selesai mandi Ziko berdandan rapi dan tentunya wangi.
Setelah selesai, Ziko keluar dari dalam kamarnya untuk mencari istri tercintanya.
"Selamat pagi tuan...." sapa salah satu Art dirumahnya.
"Selamat pagi bi, bibi melihat istriku?" balas Ziko, sambil mempertanyakan keberadaan Ayumi.
Bi Sri, wanita yang kira-kira usianya sudah 40 tahun itu, ia menggelengkan kepalanya karena tidak melihat Ayumi dimana?
"Kemana istriku ini....?" Ziko berlalu pergi dari hadapan Bi Sri, dan ia pergi menuju ke taman belakang rumahnya.
Sesampainya di taman belakang rumahnya ia melihat Ayumi sedang duduk di kursi taman sambil memijat kedua kakinya.
__ADS_1
"Kita sudah selesai jalan-jalan pagi nak, kamu sehat-sehat ya nak di dalam perut mama, oh iya beberapa hari lagi papa akan mengumumkan pernikahan rahasianya dengan mama," sambil mengusap-usap perutnya yang masih terlihat rata, mata Ayumi terlihat berbinar senang.
Ziko yang ternyata sudah berdiri di belakang Ayumi dan tentunya mendengar semuanya ia merasa sangat bahagia. "Aku akan menjadimu ratu dalam hidupku," batin Ziko dalam hatinya.
"Sayang, kenapa tidak membangunkan mas?" Ziko memijat pundak Ayumi dengan lembut.
Ayumi menoleh pelan ke sumber suara suaminya, tatapannya masih manyun seperti tadi malam.
"Tidak mas," jawab Ayumi lalu kembali fokus dengan perutnya dan mengelus-elus perutnya dengan lembut.
Ziko selalu berusaha sabar, ia duduk di sebelah Ayumi, lalu mendekatkan wajahnya pada perut Ayumi dan satu tangannya mengelus-elus perut Ayumi yang masih terlihat rata itu.
"Anak papa, papa minta maaf, jangan meranjuk terus pada papa, lain kali jika kamu minta sesuatu pasti papa akan usaha lebih dan dengan cepat mendapatkannya," ujar Ziko dengan nada lembut.
Ziko mencium perut Ayumi dan Ayumi tersenyum kecil, betapa bahagianya melihat suaminya yang dulu super ketus tapi sekarang semuanya berubah.
calon Dede bayi ini menggemaskan sekali, ia tidak tahu kalau sang papanya ini begitu bucin pada ibunya, bahkan Ziko paling tidak bisa jauh-jauh dari sang istri tercintanya itu.
Tanpa menunggu lama Ziko langsung mengajak Ayumi pergi ke kedai es krim dekat danau, selain ingin menuruti istrinya makan es krim, Ziko juga mengajak Ayumi ke tempat yang nyaman dan tentunya membuat istri dan calon bayinya moodnya kembali menjadi bagus.
"Mas, kamu tidak ke kantor?" tanya Ayumi, melihat suaminya sudah beberapa hari ini libur kerja.
"Tidak sayang, mas berangkat kantornya nanti saja setelah perayaan pernikahan kita," jawab Ziko dengan nada lembut.
Ayumi mengangguk paham, lalu ia dan Ziko sama-sama memesan es krim.
*****
__ADS_1
Di saat Ziko sedang berusaha membuat mood istrinya kembali menjadi bagus, di kantor ada Miko yang sedang di sibukkan dengan pekerjaan yang Ziko tugaskan.
"Aish, kapan aku jadi bos?"
"Jadi anak buah itu di suruh-suruh terus."
Miko ngedumel seraya mengotak-atik laptopnya, ia sedang mengerjakan laporan untuk di berikan pada Ziko.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Miko pergi meeting, setelah selesai meeting Miko baru pergi makan siang.
Setelah selesai makan siang, Miko kembali ke ruangan kerjanya. Ia menyandarkan kepalanya di bahu kursi sambil memejamkan matanya hingga tertidur nyenyak.
Detik demi detik berlalu, jam demi jam berlalu dan tidak terasa ternyata jam sudah menunjukkan jam 5 sore, Miko terbangun dari tidurnya, lalu ia bergegas untuk segera pulang ke rumahnya.
Di saat ia sedang membereskan meja kerjanya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.
"Tok..tok....."
Mendengar suara ketukan pintu, Miko terdiam sambil berpikir. "Siapa yang datang pada saat jam pulang kerja?" batin Miko dalam hatinya.
"Tok...tok...." pintu kembali di ketuk.
"Masuklah.....!!" sahut Miko dari dalam ruangannya, dan akhirnya pintu ruangannya itu terbuka.
"Hay....."
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia