Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Hati vs otak


__ADS_3

"Aku....."


"Aku apa tuan?" goda Ayumi dengan senyum jailnya.


"Iya aku......"


Ziko langsung salah tingkah, tidak mungkinkan kalau dirinya mengakui kalau dirinya cemburu di hadapan Ayumi, gengsi dong kalau sampai itu terjadi, pasti Ayumi akan besar kepala juga, itu yang Ziko pikiran dalam otaknya.


"Aku hanya melindungi kamu saja, bagaimanapun kamu adalah istri dari pengusaha ternama, jika aku hanya diam saja saat laki-laki lain menganggu kamu, ya itu tidak akan baik pastinya," terang Ziko agak gugup.


"Tapi tuan sampai mengakui saya menjadi istri tuan, apa itu hanya untuk melindungi saya saja? Bukankah pernikahan kita itu rahasia." Ayumi kembali bertanya, kali ini pertanyaan Ayumi membuat Ziko bingung harus menjawab apa?


Ziko terdiam dia memikirkan jawaban yang menurutnya tepat.


"Gadis oon, sudahlah biarpun pernikahan kita itu rahasia, tetap saja sebagai seorang suami harus melindungi istrinya dari para laki-laki brengsek seperti Vin dan Miko," jawab Ziko dengan tegas.


Saat ini Ayumi bingung harus mengartikan seperti apa sikap Ziko yang seperti ini?


"Aku lihat Tuan Ketus ini terlalu munafik, kenapa dia tidak mau mengakui rasa cemburunya kepada Vin dan Miko?" batin Ayumi dalam hatinya.

__ADS_1


"Baiklah hanya melindungi saya saja, jadi saya cukup tahu saja," jawab Ayumi dengan nada lembut.


Saat mendengar jawaban dari mulut Ayumi, hati dan otak Ziko langsung berperang satu sama lain.


"Kenapa kamu tidak jujur saja? Dasar bohoh!" hati Ziko berbicara.


"Jangan mengakui rasa cemburunya kamu, nanti gadis oon itu pasti akan besar kepala dan tentunya dia pasti akan sombong," kata otak Ziko.


"Lihat saja, jika nanti Ayumi di dekati oleh laki-laki lain, lalu mereka saling jatuh cinta, maka kamu akan di tinggalkan," hati Ziko kembali berbicara.


"Jangan dengarkan hatimu, ingat kamu sudah membayar gadis itu dengan bayaran mahal pasti dia tidak akan berani macam-macam lagi di belakang kamu," otak Ziko juga kembali berbicara.


"Tidurlah sudah malam," kata Ziko lalu langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk itu.


Ayumi juga melakukan hal ya sama, dia berbaring di samping Ziko dengan posisi membelakangi Ziko, sedangkan Ziko tidur dengan posisi membelakangi Ayumi.


"Apa aku sudah mulai ada rasa pada gadis oon ini?" tanya Ziko pada hatinya.


"Sudahlah, untuk apa juga aku memikirkan hal yang tidak penting seperti ini?" kata Ziko dalam hatinya.

__ADS_1


Ziko memilih memejamkan matanya dan membiarkan hati dan otaknya saling berperang satu sama lain, entah mana yang akan menang?


Sedangkan Ayumi memilih memejamkan matanya, dia sadar kalau Ziko itu tidak mungkin mencintainya, Ayumi juga mengingat kata-kata Ziko awal-awal mereka menikah dulu, kalau Ziko itu tidak akan pernah mencintai dirinya.


"Sudahlah Yum, tidur saja! Jangan memikirkan hal macam-macam lagi, berdoa saja agar kamu segera di pertemukan dengan laki-laki yang tepat untuk menjadi jodoh kamu untuk selamanya," hati Ayumi berbicara.


Ayumi memilih memejamkan matanya, dalam hatinya biarlah semua mengalir seperti air.


Malam semakin larut, akhirnya acara kantor malam ini selesai, Miko juga akhirnya memilih menginap di hotel karena mau pulang rasanya sudah sangat lelah sekali.


Miko yang baru saja masuk ke dalam kamar hotelnya, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk tanpa mandi lebih dulu.


"Tidurlah Mik, besok pasti bertemu dengan gadis cantik itu lagi," kata Miko seraya memejamkan matanya.


Ternyata Miko masih saja mengingat Ayumi dan masih berharap bisa bertemu dengan Ayumi lagi, sungguh Miko ini tidak takut sama Ziko padahal Ziko sudah melarang Miko agar tidak mendekati Ayumi, entah apa yang akan terjadi ke depannya nanti?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2