Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Di cuekin sama Ziko


__ADS_3

Cinta terus berusaha mengambil perhatian Ziko tapi laki-laki Ziko lebih fokus dengan Ayumi.


"Zik, bagaimana kalau cari makan, kita makan di tempat yang biasa dulu kita makan," kata Cinta dengan nada sok asik.


"Baiklah," jawab Ziko singkat.


Ayumi hanya diam saja, sekilas Ayumi melihat tangan kekar Ziko masih terus mengandeng mesra tangan Ayumi.


Kini mereka bertiga menuju kesebuah restoran yang ada di dalam mall itu, Cinta lagi-lagi berusaha mengambil perhatian Ziko.


"Ziko, duduklah....!" Cinta menarik satu kursi untuk Ziko duduk, tapi bukannya duduk Ziko malah menyuruh Ayumi untuk duduk. "Kamu duduklah," titah Ziko dengan nada lembut.


Cinta yang mengira dirinya yang di suruh untuk duduk oleh Ziko, dia senyam-senyum dan terlihat raut wajahnya begitu bahagia.


"Emm terimakasih....." Cinta hendak duduk. "Bukan kamu, tapi gadis kecil ini," jelas Ziko dan Cinta merenggut kesal.


"Oh," jawab Cinta kesal.


Ayumi melihat ke arah Cinta, Cinta menatap Ayumi dengan tatapan tidak suka. "Dia ini sebenarnya siapanya Ziko?" batin Cinta dalam hatinya.


Ayumi melengoskan tatapannya, dia memilih untuk duduk dan enggan melihat Cinta lagi.


Ziko menarik kursi untuk dirinya sendiri, lalu dia duduk di sebelah Ayumi. Cinta juga duduk biarpun raut wajahnya tidak bahagia, tapi Cinta bisa apa? Orang dari tadi perhatian Ziko hanya tertuju pada gadis kecil yang bersama dengannya itu.

__ADS_1


"Ziko, kita pesan makanan yang biasa kita makan dulu ya," celetuk Cinta yang lagi-lagi sok asik.


Ziko begitu cuek pada Cinta, dia juga malah menatap Cinta dengan malas.


"Kamu pesan saja, apa yang kamu mau Cin? Gadis oon, kamu mau pesan apa?" tanya Ziko pada Ayumi, membuat Cinta semakin kesal.


"Aku bicara dia jawab terserah, giliran nawarin gadis kecil dia begitu lembut dan penuh rasa perhatian," batin Cinta dalam hatinya.


"Aku mau kentang goreng saja sama jus jeruk," jawab Ayumi dengan nada lembut.


Ziko mengangguk, akhirnya Ziko memesan makanan yang sama dengan Ayumi, Cinta juga akhirnya memesan makanan yang dulu dia sering pesan saat makan bersama Ziko di restoran ini.


"Ziko, bagaimana kalau setelah ini kita pergi ke toko buku?" kata Cinta antusias, berharap bisa menghabiskan banyak waktu dengan Ziko hari ini.


Ayumi tersenyum kecil, seolah-olah dia menetertawaka usaha Cinta yang lagi-lagi gagal karena Ziko selalu fokus dengan dirinya dan berulang kali nyuekin Cinta.


"Aku rasa calon pelakor ini tidak perlu aku kendalikan sendiri, seperti Tuan Muda juga tidak menyukai wanita itu." Ayumi tertawa dalam hatinya.


"Ziko, aku kan bertanya padamu, tapi kamu malah bertanya pada gadis itu." Cinta terlihat begitu marah.


"Aku memang harus bertanya pada dirinya," jawab Ziko membuat Cinta bingung tapi Cinta juga tidak mau bertanya gadis yang bersama Ziko itu siapa?


Cinta mengangguk pasrah, rasanya menyesal mengajak Ziko jalan tapi kalau akhirnya di cuekin oleh Ziko.

__ADS_1


"Gadis oon, kamu capek tidak?" tanya Ziko dengan nada lembut, Ayumi menjawab dengan gelengan kepala.


"Baiklah, mari kita ke toko buku," ujar Ziko sambil tersenyum kecil melihat Ayumi.


Kini sebelum pergi ke toko buku, mereka bertiga menikmati makanan pesanan mereka.


Ziko terlihat begitu perhatian pada Ayumi, Bahkan ada makanan yang tidak sengaja mengotori sudut bibirnya Ayumi, dengan hati-hati Ziko membersihkan makanan itu dengan tissu.


"Belepotan makanannya," kata Ziko seraya mengelap bekas makanan yang mengotori sudut bibir Ayumi.


Cinta semakin menatap Ziko dan Ayumi dengan tatapan penuh tanda tanya? Kenapa Ziko bisa begitu lengket dengan gadis kecil ini? Kenapa Ziko terlihat bukan seperti adik dan kakak? Otak Cinta mulai berkerja, bahkan banyak pertanyaan bermuculan dalam otaknya saat ini.


"Maaf, biar aku bersihkan sendiri," kata Ayumi dan hendak mengambil alih tissu dari tangan Ziko, tapi Ziko malah memegang tangan Ayumi dengan lembut.


Sungguh pemandangan yang ada di hadapannya membuat Cinta semakin kepanasan.


"Ziko, sebenarnya gadis ini siapanya kamu?" tanya Cinta akhirnya, sorot mata Cinta begitu kesal pada Ayumi.


"Gadis ini....."


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2