
Tanpa permisi, seseorang itu langsung duduk begitu saja membuat Ziko menatapnya dengan sorot mata tajam dan Ayumi juga menatapnya orang itu dengan tatapan penuh tanda tanya?
"Mau apa kamu kesini?" tanya Ziko seraya menatap laki-laki itu dengan tatapan tidak suka.
Miko malah tersenyum manis pada Ayumi, bahkan dia tidak memperdulikan pertanyaan dari Ziko.
"Gadis cantik, siapa namamu?" tanya Miko, senyum Miko semakin dalam pada Ayumi.
Dalam hati Ziko berani sekali dia bersikap begitu manis pada Ayumi, Miko padahal aku sudah memberikan peringatan padamu tapi kamu malah menggoda istriku di hadapanku secara langsung.
"Untuk apa kamu bertanya nama istriku?" Ziko menjawab pertanyaan Miko dengan ketus.
Sekilas Miko malah tersenyum pada Ziko dengan jail.
"Kak, seorang istri itu di nikahin terang-terangan di hadapan semua keluarga tapi kakak kan tidak," cibir Miko dengan santainya.
Benar kata Miko, lagian pernikahan Ziko dan Ayumi kan memang secara rahasia.
"Aish, kamu anak kecil tahu apa?" sahut Ziko lagi-lagi dengan ketus.
Ayumi semakin bingung dengan kedua laki-laki yang ada di sampingnya saat ini.
__ADS_1
"Perasaan dari di pesta semalam sampai sekarang mereka berdebat terus," batin Ayumi dalam hatinya.
"Tuan....."
"Ayo kita pergi dari sini sayang! Malas sekali dengan bocah penganggu itu, bukannya cari gadis yang cantik ini malah godain istri kakak sendiri," oceh Ziko seraya menarik tangan Ayumi dan mengajak Ayumi pergi begitu saja.
Tanpa sadar Ziko memanggil Ayumi dengan sebutan sayang, Ayumi hanya diam sungguh semakin hari Ziko semakin berubah.
Setelah Ziko dan Ayumi berlalu pergi, Miko mendengus kesal.
"Dasar Kak Ziko, pelit sekali, aku tikung nanti kamu kak," gumam Miko dengan suara pelan.
"Sekertaris Miko, Tuan Ziko dan gadis yang bersamanya kemana?" tanya seorang pelayan yang membawa pesanan Ziko tadi.
Akhirnya pelayan itu menaruh makanan pesanan Ziko di atas meja, setalah itu pelayan itu berlalu pergi.
Miko menghela nafas penuh dengan sabar sambil melihat makanan yang ada di hadapannya saat ini.
"Sungguh terlalu, pagi-pagi mau bertemu gadis cantik itu, malah harus menghabiskan makanan sebanyak ini." Miko menyesal karena sudah menghampiri Ayumi dan Ziko tadi.
Tapi mau tidak mau Miko harus memakan makanan itu, karena jika tidak di makan pasti akan mubazir dan Miko itu bukan tipe orang yang suka buang-buang makanan. Akhirnya Miko menikmati semua makanan itu sendirian, sungguh nasib jomblo itu begitu ngenes sekali.
__ADS_1
*****
Ziko dan Ayumi kini sudah berada di mobil, Ziko terlihat kesal, bayangkan saja acara sarapan pagi berdua dengan Ayumi di hancurkan begitu saja oleh Miko.
"Gadis oon, kamu jika bertemu dengan Miko cuekin saja dia!"
"Ingat dia adalah adikku, jadi kamu jangan macam-macam dengan dia!"
Ziko mengoceh sambil menyetir mobilnya, raut wajahnya juga terlihat semakin kesal.
Ayumi geleng-geleng kepala, dalam hatinya memang kenapa jika laki-laki itu adalah adik dari Tuan Ziko? Bukankah bagus, lagian aku lihat sepertinya adiknya itu jauh lebih lemah lembut dan tentunya begitu kalem.
"Gadis oon, jangan berani kamu memikirkan nyamuk penganggu itu!" cetus Ziko, seolah-olah Ziko tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Ayumi saat ini.
"Nyamuk penganggu, laki-laki setampan dia di bilang nyamuk penganggu," sahut Ayumi.
"Kamu bilang dia tampan, tutup mulutmu atau aku akan melakban mulutmu itu," ancam Ziko.
Ayumi tersenyum kecil, dia tahu saat ini suaminya ini sedang diam-diam cemburu tapi tidak mau mengakuinya.
Entah sampai kapan Ziko akan mengakui kalau dirinya ini sebenarnya merasa cemburu pada Miko dan juga Vin?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia