Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Laki-laki egois


__ADS_3

Kini Ziko dan Ayumi sudah berada di dalam kamar mereka, rasanya lelah sekali karena seharian ini mereka menghabiskan waktu untuk jalan-jalan berdua.


Hari ini Ziko juga mengajarkan cara menghabiskan uang miliknya dengan baik agar Ayumi tidak hanya duduk di rumah saja.


Ayumi yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi karena baru saja selesai membersihkan tubuhnya, dia berdandan natural dan memakai baju tidur lengan pendek.


"Jam berapa sekarang? Kamu sudah memakai baju tidur saja?" tanya Ziko, melihat Ayumi memakai baju tidur di sore hari seperti ini rasanya aneh saja.


"Ini biasa saya lakukan kalau dirumah saya tuan," jelas Ayumi dengan santai, menurut Ayumi memakai baju tidur di dalam rumah itu hal yang wajar tidak perduli sekarang masih siang atau sore.


Ziko mengangguk, baiknya Ayumi sajalah percuma jika berdebat, Ziko juga yakin kalau dirinya tidak akan menang.


"Wanita yang tadi cantik ya tuan," celetuk Ayumi seraya tersenyum kecil, lalu duduk di tepi ranjang di dekat Ziko berbaring.


"Yang mana? Cinta, maksud kamu?" jawab Ziko cuek.


"Iya, aku rasa wanita itu punya perasaan pada Tuan Muda," tebak Ayumi yang diiringi tawa kecil di sudut bibirnya, sungguh ini membuat Ayumi semakin cantik.


"Jika dia punya perasaan padaku? Lalu aku harus bagaimana? Apa aku harus menerima perasaan dia?" tanya Ziko, sambil membenarkan posisi berbaringnya menjadi miring agar lebih mudah menatap wajah cantik Ayumi.

__ADS_1


"Terimakasih saja, jika tuan ingin menerimanya, lagian untuk apa tuan bertanya padaku?" jawab Ayumi, terlihat cuek tapi sebagai seorang istri Ayumi sebenarnya tidak rela jika Ziko menerima perasaan Cinta.


"Akan aku pertimbangan, lagian istriku sendiri yang sudah memberikan izin," cibir Ziko jail.


"Baiklah," Ayumi seketika menjadi cuek.


"Tadi di akui sebagai istri waktu di hadapan wanita itu, giliran dirumah aku pancing gitu saja katanya mendapatkan izin dari istri, istri mana yang rela melihat suaminya menerima perasaan dari wanita lain? Dasar tidak peka," batin Ayumi dalam hatinya.


Ziko tersenyum kecil, dia melihat mimik wajah Ayumi terlihat kesal.


"Lihat gadis kecil, apa kamu sudah mulai cemburu? Lihat siapa yang akan jatuh cinta lebih dulu?" batin Ziko dalam hatinya.


"Berani kamu menerima laki-laki lain, maka aku akan mematahkan kaki laki-laki itu!" Ziko menatap Ayumi dengan tatapan marah.


"Tuan saja bisa menerima wanita lain, lalu apa salahnya jika aku juga menerima laki-laki lain?" tantang Ayumi dengan berani.


Ziko langsung membenarkan posisinya menjadi duduk, kini satu tangannya meraih dagu milik Ayumi dengan kasar.


"Ingat, aku sudah membayarmu, jadi jangan pernah macam-macam di belakangku, aku juga tidak akan rela jika laki-laki lain menyentuh wanitaku!" tandas Ziko dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


Karena merasa kesal Ayumi menepis tangan Ziko dengan kasar.


"Berani sekali kamu berbuat kasar padaku," kata Ziko, kini Ziko mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Ayumi.


"Bibir ini milikku, tubuh ini juga milikku, semua yang ada pada tubuhmu itu milikku," kata Ziko sambil mengusap pipi mulus Ayumi dengan lembut.


Dalam hati Ayumi, apa laki-laki itu begitu egois? Mereka bisa mempertimbangkan untuk menerima perasaan dari wanita lain, tapi kenapa aku tidak boleh?


"Tidurlah! Nanti malam ada acara kantor, kamu ikutlah denganku!" titah Ziko, dia enggan melanjutkan perdebatan apalagi jika Ayumi membahas laki-laki lain, rasanya kesal sekali dalam hatinya.


Ayumi mengangguk, lalu dia membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya hingga tertidur nyenyak.


Sedangkan Ziko tidak tidur, dia terus menatap wajah cantik Ayumi yang sedang tidur pulas.


"Gadis kecil ini cantik sekali saat dia sedang tidur," puji Ziko seraya mengusap rambut panjang milik Ayumi.


Hati Ziko begitu tenang saat melihat Ayumi tertidur di sebelahnya, entah ada debaran apa di dalam hatinya saat ini? Rasanya sulit sekali di artikan oleh Ziko, perasaan nyaman itu juga tiba-tiba muncul begitu saja.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2