Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Aku mau jadi yang ke 2


__ADS_3

"Miko, kamu kenapa?" tanya Ziko pada Miko.


"Kak, aku...."


Miko memasang raut wajah bingung, membuat Ziko akhirnya ikut duduk di sebelah Miko, kini mereka berdua duduk di depan pintu ruangan kerjanya Ziko, padahal tinggal masuk ke dalam ruangan saja tapi melihat Miko yang cukup galau Ziko malah ikut duduk di sebelahnya.


Para karyawan yang melewati bos dan sekretarisnya itu, mereka hanya menundukkan kepalanya saat melewati mereka berdua.


"Lihat Tuan Ziko dan Sekertaris Miko."


"Aku rasa mereka sedang sama-sama galau karena seorang gadis."


"Hush, sudah jangan membicarakan mereka, nanti kita di potong gajiannya."


Para karyawan yang melewati Ziko dan Miko yang sedang duduk di depan pintu ruangan Ziko, akhirnya buru-buru diam dan langsung pergi menuju ke ruangan mereka masing-masing.


Miko masih terdiam, dia sibuk dengan pikirannya sendiri saat ini.


"Mik, aku tanya kamu kenapa?" tanya Ziko, dengan suara menekan.


"Kak, aku tidur dengan seorang gadis." Miko menjawab pertanyaan Ziko dengan begitu lesu.


"Haah.....!!"


"Miko, kamu tidak sedang bercanda kan? Tunggu, apa kamu melakukan sesuatu?" Ziko kembali bertanya kali ini dengan serius.


"Aku hanya tidur satu ranjang saja dengan gadis itu, aku tidak melakukan sesuatu tapi apakah aku harus bertanggung jawab?" Miko bertanya dengan begitu polosnya.


Ziko semakin tidak mengerti dengan adiknya sepupunya yang sekaligus sekertarisnya ini.


"Kenapa kamu bisa tidur dengan seorang gadis?" tanya Ziko, semakin serius.


Flasback

__ADS_1


Malam itu di saat Miko membawa Selin ke hotel, Miko mengatarkan Selin masuk ke dalam kamar hotel.


Karena Selin muntah di bajunya, akhirnya setelah membaringkan Selin di atas tempat tidur Miko pergi ke kamar mandi untuk mandi dan setelah mandi Miko hanya menggunakan handuk kimono berwarna putih polos.


Miko berdiri di dekat tempat tidur, dia terdiam sambil memikirkan dia akan tidur dimana malam ini? Sedangkan dia tidak membawa baju ganti, jadi tidak mungkinkan Miko keluar dari dalam kamar hotel itu.


Selin yang dalam keadaan mabuk, dia tiba-tiba terbangun dari tempat tidur dan dia berjalan menghampiri Miko.


"Laki-laki tampan, kamu begitu seksi..." Selin melihat bagian dada bidang Miko, lalu Selin menyusupkan tangannya masuk ke dalam sana dan mengelus-elusnya dengan lembut.


"Nona.....lepaskan....!!" Miko berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Selin, karena kehilangan keseimbangan akhirnya Miko dan Selin terjatuh ke atas tempat tidur.


"Brukkkkkk....."


"Ahh, Nona...."


Miko terjatuh di atas tempat tidur dan Selin juga terjatuh tepat di atas tubuh kekar Miko, di saat Miko berusaha menyikirkan tubuhnya Selin tapi Selin malah tidur dan memeluk Miko dengan begitu erat.


Miko yang sudah lelah seharian, akhirnya dia juga ikut tidur, hingga pagi datang Selin dan Miko sama-sama bertriak histeris melihat keadaan mereka yang tidur dengan posisi seperti itu.


Of Flashback


"Seperti itulah kak ceritanya, tapi kak apa aku harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi tadi malam?" Miko terlihat bingung, tapi dia juga menyesal karena pagi tadi pergi begitu saja tanpa berbicara dan menjelaskan apa yang terjadi pada Selin.


Mendengar cerita Miko, Ziko hanya tertawa sambil menatap Miko.


"Kok tertawa kak?" tanya Miko kesal.


"Mungkin itu jodoh kamu, biar kamu tidak menganggu istriku," jawab Ziko dengan begitu senang.


"Aish, jika itu benar istri kak, maka aku rela jadi yang kedua kak," canda Miko seketika Ziko langsung menatapnya dengan tajam.


Miko pingin di getok sama Ziko kali, berani-beraninya mengatakan mau jadi yang kedua.

__ADS_1


"Jangan harap, Ayumi itu sudah sepenuhnya menjadi milikku, bahkan berulang kali kita sudah sering bercinta," jelas Ziko dengan begitu tegas.


"Kakak ipar, aku menanti jandamu, siapa tahu Kak Ziko bosen, aku siap menjadi pengganti kakakku ini," harapan Miko dengan jail.


"Miko, sekarang kamu masuk ke ruanganmu atau aku akan pulang dan membiarkan kamu kerja sendirian lagi," ancam Ziko, sungguh kesal sekali mendengar kata-kata Miko.


Sebelum itu benar-benar terjadi, Miko langsung bergegas masuk ke dalam ruangannya.


******


Di saat Miko bingung mempertanyakan tentang pertanggung jawaban pada Ziko tapi di sisi lain, Selin bersikap begitu tenang dan menurutnya apa yang terjadi semalam itu hal yang wajar, Selin juga malah senyam-senyum sendiri mengingat kejadian semalam bersama Miko, sungguh Selin malah ingin kejadian tadi malam bisa terulang kembali.


Jam menunjukkan pukul 12 siang, Ayumi pergi ke Supermarket dan dia pergi sendirian tanpa supir ataupun salah satu Art.


Ayumi pergi ke supermarket karena ingin membeli sesuatu dan ada makanan yang ingin dia beli juga, tadinya dia ingin pergi menunggu Ziko tapi karena menurut Ayumi Supermarketnya itu tidak terlalu jauh dari rumahnya, akhirnya Ayumi pergi sendirian jalan kaki.


Sesampainya di supermarket Ayumi mengambil keranjang belanjaan, lalu dia berkeliling untuk membeli apa saja yang dia butuhkan.


"Apalagi ya.....?" Ayumi tampak bingung, mau membeli apalagi? Apalagi keranjang belanjaannya juga sudah hampir penuh.


"Tunggu, itu bukannya Ayumi....?"


"Iya itu Ayumi, ayo kita kesana!"


Kedua orang itu berjalan menghampiri Ayumi yang berbelanja.


"Ayumi......"


Terdengar suara yang tidak asing di telinganya, Ayumi langsung menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke sumber suara tersebut.


"Mereka...."


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2