Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Pria dingin & gadis genit


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya Ziko sampai di depan rumahnya, Ziko juga tidak perduli dengan Miko yang masih di tahan oleh Selin dirumahnya.


"Mik, saatnya kamu membuka hatimu untuk gadis lain, aku rasa Selin cocok denganmu."


"Pria dingin dan gadis genit, itu sangat cocok untuk julukan kalian."


Sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya, Ziko cengar-cengir, ia tidak sadar kalau Ayumi sudah menghadang di depannya dengan tatapan tajam seperti macam mau menerkam mangsanya.


"Bahagia sekali sepertinya," cetus Ayumi raut wajahnya semakin garang, darah nadinya tiba-tiba mengalir dengan cepat karena memikirkan Ziko malah bersenang-senang dengan wanita lain bukannya mencari mangga muda yang ia inginkan.


Ziko berjalan mendekati istrinya itu, ia membelai pipi Ayumi dengan lembut tapi Ayumi malah menepis tangan Ziko dengan kasar, Ziko pun tercengang tidak percaya dan berpikir ada apa dengan istrinya?


"Kamu kenapa sayang?" tanyanya dengan sorot mata lembut, Ziko meminta jawaban dari Ayumi.


"Mas yang darimana saja?" ranjuk Ayumi sambil memanyunkan bibirnya, seketika Ziko ingin sekali menggigit bibir mungilnya istrinya karena merasa gemas, hanya saja Ziko tidak berani melakukan itu di saat sang istri sedang merajuk manja seperti saat ini.


"Sayang, mas mencari mangga muda untuk kamu, bukannya kamu mau mangga muda?" ujar Ziko dan ia menarik Ayumi masuk ke dalam pelukannya. "Jangan berpikiran macam-macam, mas juga tidak akan macam-macam di belakangmu sayang," bisik Ziko di telinga Ayumi.


Seolah-olah tau hati istrinya sedang tidak tenang dan otaknya berpikir macam-macam, Ziko langsung memberikan pelukan hangat untuk sang istri tercinta.


"Ayo katanya pingin makan mangga muda, mas kupasin ya." Ziko antusias, hatinya begitu senang karena akhirnya mendapatkan mangga muda yang di inginkan oleh istrinya.


"Tapi mas..."


"Tapi apa sayang? Apa kamu masih mencurigai mas?" sambung Ziko, seraya merapikan rambut Ayumi yang agak berantakan.

__ADS_1


Ayumi menggelengkan kepalanya, lalu Ziko kembali menatap Ayumi dengan sorot mata lembut.


"Lalu kenapa?" tanya Ziko dengan nada lembut.


"Mas, aku tiba-tiba sudah tidak pingin makan mangga mudanya, apa mas marah?" Ayumi berbicara dengan hati-hati, ia takut suaminya akan kesal dan memarahi dirinya.


Seketika Ziko hanya bisa menarik nafasnya dengan sabar, ia ingin marah tapi tidak ia lakukan, apalagi istrinya sedang mengandung calon anaknya.


"Apa mas marah?" tanya Ayumi, melihat Ziko diam saja Ayumi cukup kawatir, tapi ini semua tiba-tiba, bahkan tidak ingin memakan mangga muda pun bukan keinginan Ayumi melainkan calon anaknya yang ada di dalam kandungannya saat ini.


Mungkin calon jabang bayi ngambek karena kelamaan menunggu papanya membawa mangga mudanya.


"Tentu saja tidak sayangku, apa kamu ingin makan sesuatu yang lain?" jawab Ziko, dan Ziko menaruh mangga muda itu di atas meja makan.


"Aku sudah mengantuk mas," kata Ayumi dan Ziko tersenyum lalu mengajak istrinya itu masuk ke dalam untuk segera istirahat.


Dalam hati Ziko, aku sudah berusaha keras dan mencari mangga muda kemana-mana alhasil istri kecilku tidak mau memakannya. Apa semua wanita hamil seperti ini? Sebentar tiba-tiba pingin, sebentar lagi tiba-tiba tidak pingin, entahlah menurutku wanita hamil itu tidak mau salah dan mereka hanya mau benar dan benar saja.


Setelah beberapa lama Ziko akhirnya selesai mandi, tapi saat keluar dari dalam kamar mandi ia melihat istrinya sudah tidak tidur nyenyak, tanpa memakai pakaian terlebih dahulu Ziko pun langsung masuk ke dalam selimut dan berbaring di samping Ayumi, saat ia memeluk Ayumi tiba-tiba Ayumi menyingkirkan tangan Ziko dari pinggangnya.


"Sayang...."


"Mas, aku tidak mau di peluk, mas tidurnya jangan dekat-dekat denganku!" titah Ayumi, ia membuka matanya dan menatap Ziko dengan tatapan merajuk.


"Tapi mas kan pingin peluk kamu..." Ziko mencoba melayangkan protes.

__ADS_1


Bukannya menjawab Ayumi malah menjauhkan tubuh mungilnya dari Ziko, lalu memberikan batasan di tengah-tengah di tempat tidurnya dengan bantal guling sebagai pembatas agar Ziko tidak sampai memeluknya.


Ziko cukup kesal, ia bahkan sampai menelan ludahnya dengan kasar. "Ini apa lagi ya Tuhan?" batin Ziko dalam hatinya.


Sungguh Ziko sangat di pusingkan dengan tingkah istrinya yang sedang hamil ini. "Tau akan seribet ini, dulu aku tidak menghamilinya cepat-cepat," batin Ziko dalam hatinya lagi.


Akhirnya Ziko hanya bisa pasrah dan malam ini tidur tanpa memeluk istri kecilnya itu, sabar Ziko mungkin Dede kecilnya masih ngambek sama papanya.


*****


Di saat Ziko di pusingkan dengan istrinya yang sedang hamil.


Malam ini Miko pun di buat pusing oleh Selin yang dari tadi menahannya untuk pulang dari rumahnya.


"Nona, ini sudah jam 11 malam lewat, saya pamit pulang, saya besok harus pergi kerja," pamit Miko dengan hati yang sudah cukup kesal.


"Tapi besok beneran ya ajak aku makan malam berdua!" Selin kembali mengingatkan perjanjian yang tadi di buat dengan Miko.


"Iya Nona saya janji," jawab Miko sudah dengan nada malas.


Selin tersenyum dan akhirnya memberikan izin pada Miko untuk pulang, betapa leganya hati Miko akhirnya bisa terbebas dari gadis pakaian kurang bahan ini.


Miko pun langsung buru-buru pergi meninggalkan rumahnya Selin, sebelum Selin berubah pikiran dan kembali menahan dirinya seperti tadi.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2