
Lantunan musik terdengar begitu merdu di telinga para tamu yang hadir malam ini, para tamu juga berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Tapi bagi yang tidak membawa pasangan mereka hanya melihat pasangan yang sedang berdansa dengan begitu romantis.
Miko yang jomblo juga hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar saat melihat dansa romantis para tamu yang datang malam ini.
"Nasib jomblo, hanya bisa menyaksikan kepahitan di pojokan saja," gumam Miko dengan suara pelan, raut wajahnya terlihat tidak semangat karena malam ini dia hanya duduk sendirian, biasanya ada Ziko tapi malam ini Ziko sedang menikmati malam berdua bersama dengan Ayumi yang tidak lain adalah istrinya Ziko.
Miko meneguk jus jeruknya yang ada di hadapannya, hanya jus jeruk yang menemani dirinya malam ini, inilah nasib seorang jomblo.
"Kak Ziko sudah menikah, kapan aku akan menikah?"
"Aku lupa, aku saja tidak punya kekasih, lalu aku mau menikah dengan siapa?"
Miko menggaruk-garuk kepalanya, bahkan dia senyam-senyum sendiri seperti orang tidak waras, mungkin karena terlalu lama menjomblo jadi Miko sudah mulai gila.
Tiba-tiba ada gadis cantik yang datang menghampiri Miko, tubuhnya yang begitu mulus dan seksi, rambutnya yang panjang dan terurai rapi, dengan pakaian yang kurang bahan, dengan santainya menghampiri Miko yang sedang duduk sendirian.
"Kamu sekertarisnya, Tuan Ziko kan?" tanya gadis itu, tanpa permisi pada Miko, dia duduk di kursi sebelah Miko.
"Iya benar, ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya Miko dengan nada lembut.
Gadis itu terus menatap Miko membuat Miko agak risih, bahkan tidak berani menatap gadis yang ada di hadapannya itu.
"Kamu tampan juga," puji gadis itu.
Miko tercengang, ingin sekali dia tertawa tapi Miko berusaha menahan tawanya.
__ADS_1
"Bukannya aku memang tampan dari lahir," batin Miko dalam hatinya.
"Terimakasih Nona, ada yang bisa saya bantu Nona?" Miko kembali bertanya dengan nada lembut.
"Ayo dansa denganku!" ajak gadis itu agak genit, bahkan tatapan matanya begitu genit.
Dalam hati Miko, sepertinya gadis ini begitu agresif, mana pakaiannya kurang bahan lagi?
Miko masih terdiam, yang ada di otaknya saat ini adalah Ayumi yang tidak lain adalah istri dari Ziko. "Sekarang istri dari kakak terbayang-bayang dalam otakku," gumam Miko dalam hatinya.
"Ayolah, hanya dansa!" bujuk Selin yang tidak lain adalah salah satu rekan bisnis Ziko.
"Maaf Nona, saya mau ke kamar mandi," tolak Miko dengan alasan yang menurutnya masuk akal.
Miko adalah tipe laki-laki yang agak polos-polos gitu, dia lebih suka dengan gadis polos dan feminim tapi Miko juga tidak suka dengan gadis yang sukanya memakai pakaian yang kurang bahan. Ya seperti Selin itu, dia memakai dress ketat dengan belahan yang memperlihatkan paha mulusnya, beda sekali dengan Ayumi yang berpenampilan begitu mempesona tapi gaun yang Ayumi pakai begitu elegan dan tentunya tidak seseksi gaun yang Selin pakai.
Di saat Miko lebih memilih menghindar dan lebih baik diam di kamar mandi tanpa melakukan sesuatu. Kini di kamar hotel pribadi milik Ziko ada dua patung yang sama-sama terdiam.
Iya patung itu adalah Ayumi dan Ziko, setelah kejadian beberapa waktu yang lalu, Ziko terus diam sedangkan Ayumi juga diam.
Ziko akhirnya menghela nafas pelan, lalu dia mendekatkan duduknya ke Ayumi, membuat Ayumi tiba-tiba merasa deg-deggan.
"Gadis oon, mau sampai kapan kamu diam dan menjadi patung seperti ini?" tanya Ziko tiba-tiba, terdengar ketus tapi sorot mata Ziko begitu dalam menatap wajah cantik Ayumi.
"Apa kamu tidak suka jika aku mengatakan pada laki-laki brengsek seperti Vin, kalau kamu adalah istriku?" lanjut Ziko, seketika tangan Ziko meraih tangan Ayumi dengan lembut.
__ADS_1
Merasakan sentuhan dari tangan Ziko, kini rasanya berbeda tidak seperti biasanya, ya ada nyaman-nyamannya gitu, mungkin karena saat ini Ziko menyentuh tangan mulus milik Ayumi dengan hatinya.
"Bukan seperti itu...." jawab dengan gugup.
"Lalu seperti apa?" tanya Ziko tegas.
Seketika Ayumi terdiam, dia bingung mau menjawab apa?
"Pokoknya aku tidak mau jika ada laki-laki lain yang menggodamu, apalagi laki-laki brengsek seperti Vin itu," kata Ziko dengan raut wajah penuh amarah.
Sekilas Ayumi menatap Ziko, lalu dia tersenyum kecil tanpa sepengetahuan dari Ziko.
"Miko, juga tidak boleh menggodamu, ingat dia adalah adikku," lanjut Ziko masih dengan raut wajah penuh amarah.
"Tuan, apa tuan saat ini sedang cemburu?" tanya Ayumi tanpa basa-basi, membuat Ziko seketika langsung salah tingkah.
"Aku....."
"Aku apa tuan?" goda Ayumi dengan senyum jailnya.
"Iya aku......"
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1