Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Akhir yang bahagia


__ADS_3

Kini beberapa bulan berlalu, akhirnya Ayumi melahirkan anak pertamanya yang ternyata kembar cewek cowok.


Mendengar suara tangisan bayi, Ziko merasa lega sekali, Handoko dan Ratih juga sangat bahagia karena cucu pertama mereka telah lahir ke dunia.


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Ayumi di pindahkan ke ruangan rawat, Ziko dan kedua mertuanya juga sudah berada di dalam sana.


"Mas, anak kita sudah lahir...."


"Iya sayang, anak kita kembar cewek dan cowok, kata Dokter."


"Sungguh mas?"


"Sungguh sayang."


Siapa yang menyangka kalau Ayumi akan melahirkan anak kembar, padahal selama pemeriksaan setiap kontrol tidak ada kata apa-apa dari dokter, yang Ayumi dan Ziko tahu bayi mereka sehat di dalam kandungannya.


Tapi ya mungkin ini suatu anugerah, karena ingin kelak rumahnya rame jadi yang di atas memberikan dua anak sekaligus, yaitu anak kembar cewek dan cowok.


Sungguh bahagianya Ayumi dan Ziko, sekali melahirkan anak bisa langsung dua.


Waktu acara 7 bulan beberapa bulan yang lalu juga tidak ada berpikiran kembar, tapi ya kembali lagi itu semua kehendak tuhan, Ayumi dan Ziko hanya bisa mensyukurinya.


"Nyonya ini bayi anda....."


Kedua suster membawa dua bayi ke pangkuan Ayumi, Ayumi menerima kedua anaknya dengan senyum bahagia.


"Terimakasih ya tuhan, aku punya anak kembar, sungguh masih tidak menyangka," ujar Ayumi sambil melihat kedua bayi lucu yang saat ini ada di pangkuannya.


"Terimakasih sus," kata Ziko dan kedua suster mengangguk sopan.


Handoko dan Ratih saling melempar senyum, melihat anak dan menantunya bahagia karena kelahiran anak mereka.


"Mas, namanya siapa?" tanya Ayumi pada Ziko.


"Riko Putra Atdmaja dan Riana Putri Atdmaja," tutur Ziko pada Ayumi, Putra dan Putri, bagi Ziko kedua anaknya ini bagaikan raja dan ratu dalam rumah tangganya.


Ayumi mengangguk setuju, kini Ziko menggendong Riko, dan Ayumi menggendong Riana.


"Lengkap lah sudah kebahagiaan kalian nak," kata Ratih dan Handoko yang saat ini sudah berdiri di dekat Ayumi sambil membelai pipi cucunya dengan lembut.


"Iya ma, Ayumi bersyukur sekali mendapatkan anak kembar," ujar Ayumi sambil memberikan ciuman lembut di pipi sang putri.


Setelah melalui batera rumah tangga dari yang awalnya tidak cinta menjadi cinta, dari yang awalnya ketus menjadi sayang, dari yang awalnya hanya gadis bayaran dan akhirnya menjadi istri sah, itulah yang membuat cinta Ayumi dan Ziko penuh warna.


Hingga akhirnya dikaruniai anak kembar itu membuat kebahagiaan rumah tangganya bertambah.


Ziko akhirnya bahagia bersama Ayumi dan kedua anak kembarnya.


Ayumi yang selama ini selalu tidak bahagia, akhirnya kepahitan itu menjadikan sebuah kebahagiaan yang nyata dalam kehidupan.

__ADS_1


Kini hidupnya di kelilingi oleh orang-orang yang mencintainya.


*****


Hari demi hari berlalu, Ayumi akkhirnya pulang dari rumah sakit.


Ziko dan Ayumi juga berkerja sama dalam mengurus kedua anaknya, karena tidak mau istrinya terlalu capek, Ziko juga memberikan baby sitter untuk membantu Ayumi mengurus kedua anaknya.


Awalnya Ayumi menolak karena ingin merawat kedua anaknya sendiri, namun Ziko tidak tega, melihat Ayumi kadang semalaman begadang, itu membuat Ziko tidak tega, Ziko juga membantunya, ia tahu rasanya betapa lelahnya mengurus kedua anaknya yang masih bayi, ia membayangkan jika dirinya sedang berkerja pasti Ayumi akan kelelahan mengurus kedua anaknya jika sendirian, jadi Ziko memaksa Ayumi agar mau memakai babby sitter untuk membantu merawat kedua anaknya, akhirnya Ayumi pun setuju.


Ratih juga ikut turun tangan mengurus kedua cucunya, bagi Ratih ini adalah penganti untuk dirinya, dulu ia tidak bisa mengurus Ayumi dan sebagai gantinya ia membantu mengurus kedua cucu kembarnya sekaligus.


Hari berlalu dengan bahagia, penuh cinta, hingga dirumah Ayumi dan Ziko kini tampak rame karena setiap hari ada tangisan dua orang bayi.


Menjalanin hidup berumah tangga tidaklah mudah, bagi Ayumi dan Ziko berumah tangga adalah sekolah yang paling lama dan di jalanin dengan ikhlas dan sabar, agar bisa bahagia untuk selamanya.


*****


Dua tahun telah berlalu, Ayumi dan Ziko sudah hidup bahagia dengan keluarga kecil mereka dan kedua anak kembarnya yang saat ini sudah bisa berjalan dan bicara biarpun masih jelas.


"Mama, ini apa?" tanya Riko, melihat mamanya membaca undangan itu membuat si tampan kecil ini pingin tahu.


Riko sangat tampan, dia mirip dengan Ziko, kulitnya yang putih dan bibirnya yang merah itu membuat ketampanan bayi kecil ini banyak yang gemas padanya.


"Mama membaca...." cetus Riana, bayi cantik ini juga tidak kalah menggemaskan ia tumbuh cantik mirip dengan mamanya.


"Anak-anak, mama sedang membaca undangan pernikahan dari Om Miko dan Tante Selin," jawab Ayumi dengan nada lembut.


"Mas, kamu mengagetkanku saja," kata Ayumi pada Ziko.


"Ini undangan dari pernikahan dari siapa sayang?" tanya Ziko memastikan.


"Dari Miko dan Selin," jawab Ayumi.


"Anak-anak papa, akhirnya Om kalian yang jomblo karatan itu, akan segera melepas masa lajangnya," dengan bahagia Ziko langsung menggendong kedua anaknya secara bersamaan.


"Dasar suamiku, mudah-mudahan anak-anakku tidak seperti papanya," harapan Ayumi dan itu terdengar oleh Ziko.


"Biar bagaimanapun, mas yang membuat adonannya sayang," celetuk Ziko tidak terima.


Kini mereka saling melempar tawa bahagia, sungguh kedua anak mereka juga terlihat bahagia, mereka ikut tertawa melihat kedua orang tuanya saling melempar tawa.


Kebahagiaan Ziko dan Ayumi semakin bertambah, akhirnya Miko dan Selin akan segera menikah.


Di saat Miko dan Selin akan menikah, Sisil pergi keluar negeri untuk mengejar cita-citanya sebagai desainer yang hebat, dan itu semua di biayai oleh Ziko, dengan harapan Sisil juga akan mendapatkan kebahagiaannya dan jangan sampai menjadi seperti almarhumah mamanya.


*****


Kini hari istimewa untuk Miko dan Selin akhirnya datang juga, di sebuah hotel mewah milik Atdmaja Group, pesta pernikahan mereka berlangsung.

__ADS_1


Miko sengaja memilih hotel tempat pertama kali bertemu dengan Selin untuk menjadi tempat pernikahannya dengan Selin.


Ayumi, Ziko, dan kedua anak kembarnya juga sudah berada di pesta itu, mereka memakai baju yang senada.


"Mik.... akhirnya nikah juga." Ledek Ayumi dengan jail.


"Kasian sayang, jika Miko tidak menikah maka dia akan menjadi jomblo karatan," celetuk Ziko.


"Jika aku tidak menikah, dan aku terus memikirkan seseorang yang sudah berada di surga, maka aku kawatir masa tuaku nanti akan kesepian kak, melihat kakak punya anak, aku juga ingin punya anak kak," ujar Miko dan Selin tersenyum bahagia.


Bisa mendapatkan cinta Miko itu sebuah kebahagiaan besar untuk Selin, apalagi mengingat dulu mendapatkan cinta Miko baginya hal yang sangat susah namun siapa yang tahu, kalau ternyata Miko adalah jodohnya.


Miko juga bahagia bisa mendapatkan cinta Selin, biarpun dia cukup geleng-geleng kepala karena penampilan Selin yang sering kali memakai pakaian kurang bahan, itu membuat Miko tidak suka, namun seiring berjalannya waktu Selin bisa merubah semuanya, iya Miko akhirnya bisa merubah Selin menjadi lebih baik, hingga akhirnya mereka sepakat menikah untuk melanjutkan kisah cinta mereka.


"Kamu benar Mik, hidup sendirian itu tidak akan bahagia," jelas Ziko dengan sok bijak.


Ayumi dan Ziko memberikan selamat pada Selin dan Miko.


"Kakak ipar, kasih resepnya biar dapat anak kembar!" bisik Selin di telinga Ayumi.


"Adik ipar, suruh suamimu bertanya pada suamiku, dia yang membuat adonannya," Ayumi balik berbisik di telinga Selin.


Kini Selin dan Ayumi saling melempar tawa kecil di antara mereka.


"Akhirnya kita bisa mendapatkan kebahagiaan kita masing-masing kak," kata Miko pada Ziko.


"Iya Mik, akhirnya semuanya bahagia," Ziko tersenyum bahagia.


Kini Riko di gendong oleh Ziko dan Riana di gendong oleh Ziko.


"Sayang, terimakasih dulu sudah kamu sudah mau menjadi Gadis Bayaran Tuan Muda, dan kamu tahu sejak awal aku melihatmu padahal aku sudah naksir sama kamu, tapi aku saja yang terlalu gengsi," cerita Ziko dengan senyum tipis karena malu mengakui hal yang selama ini ia sembunyikan.


Ayumi tersenyum kecil, sungguh suaminya ini pandai sekali menyembunyikan rahasianya selama ini.


"Sama-sama mas, terimakasih juga mas sudah menjadikan aku istri sah mas," kata Ayumi dengan senang hati.


Ziko memeluk Ayumi dengan erat, lalu satu tangan Ayumi menutup kedua mata Riana dan satu tangannya Ziko menutup kedua mata Riko, biarpun mereka sedang sama-sama menggendong anak-anak mereka tapi keromantisan mereka tidak boleh terlewatkan.


Setelah kedua mata anak-anaknya tertutup rapat, Ziko dan Ayumi saling berciuman dengan penuh cinta.


Cerita ini akhirnya berakhir bahagia, semuanya sudah menjalani kehidupannya masing-masing.


TAMAT


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf jika Author membuat cerita ini jarang update, karena beberapa bulan ini Author mengurus pernikahan Author 🙏


Oh iya, Author punya cerita baru, buat kakak-kakak semuanya jangan lupa baca ya 😊🙏

__ADS_1



__ADS_2