Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Yang lain ngotrak


__ADS_3

Setelah selesai makan siang bersama Ziko mengajak Ayumi keluar kantor.


"Kita mau kemana mas?" tanya Ayumi, melihat sang suami mengandengnya dengan mesra, Ayumi sangat bahagia sekali.


"Mas mau membuatmu bahagia, biar kamu tidak cepat tua," jawab Ziko seraya bercanda pada istrinya.


"Bagaimana mungkin aku cepat tua mas, usiaku saja masih belasan tahun, tuaan juga mas," cibir Ayumi dengan jail.


"Hush, jangan kencang-kencang bicaranya, banyak CCTV bisa bicara di kantor ini sayangku!" Ziko berbisik lirih di telinga Ayumi, Ayumi membulatkan matanya dia tampak bingung sambil melihat sekelilingnya. "CCTV berbicara, bukannya CCTV itu tersembunyi," gumam Ayumi dengan suara pelan.


"Dasar kamu ini sangat menggemaskan sekali, sudahlah jangan di pikirkan!" dengan tidak tahu malunya Ziko mengangkat tubuh mungil Ayumi, padahal banyak para pegawainya yang melihat aksinya itu tapi Ziko tidak perduli.


Bagi Ziko di saat dirinya sedang bucin ya yang lain itu hanya ngontrak.


"Tuan Ziko keren sekali....."


"Nona kecil itu sangat beruntung bisa mendapatkan cinta Tuan Ziko."


"Aku juga pingin punya pacar seperti Tuan Ziko."


"Tuan Ziko yang tidak mau punya pacar sepertimu."


"Apasih kamu, cemburu."


"Sudah-sudah, ayo lanjutkan pekerjaan kita sebelum Tuan Ziko marah dan memotong gajian kita."


Setelah Ayumi dan Ziko berlalu pergi dari hadapan mereka, inilah yang di maksud oleh Ziko CCTV yang bisa berbicara, siapa lagi kalau bukan para pegawai kantornya ini? Ziko tahu mereka semua itu hobby menggibah di saat jam-jam istirahat atau di sela-sela ada kesempatan untuk menggibah yang seperti sekarang ini.


Para pegawai itu semuanya bubar untuk melanjutkan pekerjaan mereka, biar bagaimanapun mereka juga tidak mau kalau sampai di potong gaji.

__ADS_1


*****


Di sebuah mall elit, Ziko terus mengandeng tangan Ayumi dengan mesra.


Iya Ziko mengajak Ayumi ke mall untuk membeli beberapa pakaian tempur, terus Ziko juga tidak mau kalau Ayumi hanya duduk saja dirumah saja karena takut Ayumi akan jenuh dan merasa bosan.


"Kak Ziko.....!!"


Suara nyaring itu terdengar nyaring di telinganya Ziko, Ziko yang merasa tidak asing dengan suara yang dia dengar, Ziko pun menoleh ke sumber suara itu.


"Aish, kenapa aku harus bertemu dengan dia? Bahkan dia bersama dengan Selin," gumam Ziko dengan suara pelan.


"Bertemu dengan siapa mas?" tanya Ayumi yang tidak melihat Miko dan Selin.


"Bertemu dengan bocah tengil itu, lihat mereka menuju kemari!" Kata Ziko, lalu Ayumi mengikuti pandangan mata Ziko.


"Iya, kenapa? Apa kamu senang bertemu dengan bocah tengil itu?" Ziko tampak cemburu, tapi Ayumi hanya tersenyum kecil.


"Tentu saja aku senang mas, gadis mana yang tidak senang bertemu dengan laki-laki tampan seperti Sekertaris Miko?" goda Ayumi, dalam hatinya dia berusaha menahan tawanya.


"Hanya suami yang paling tampan, dan jangan berani kamu mengatakan laki-laki lain itu tampan!" Ziko terlihat cemburu, sorot mata Ziko tampak semakin kesal.


"Tuan Ziko," sapa Selin dengan nada lembut.


"Nona Selin, apa kalian sedang berkencan? Saya lihat kalian sangat serasi," tanya Ziko terukir senyum penuh kemenangan di sudut bibirnya, lagian jika Miko berpacaran dengan Selin, bukankah itu bagus? dan nantinya Miko tidak menganggu istri kesayangannya lagi.


Selin tersenyum kecil, ia terlihat begitu manis dan lirikan matanya begitu dalam pada Miko.


"Menurut Tuan Ziko, apakah kita cocok?" Selin bertanya dengan genitnya seperti biasanya.

__ADS_1


Seketika Miko menelan ludahnya dengan kasar, pertanyaan macam apa yang Selin tanyakan pada kakak sekaligus bosnya ini?


"Tidak...!! kita tidak cocok sama sekali," celetuk Miko dengan cepat.


"Mik, bagaimana kamu bisa mengatakan jika kamu dengan Nona Selin tidak cocok sama sekali? menurutku kalian cocok sekali," ujar Ziko dengan cepat, sungguh Ziko ini tidak mau kalah dengan Miko.


Bagi Ziko, Miko akan lebih bagus dengan Selin daripada godain istrinya terus dan tentunya itu membuat Ziko naik darah, bahkan cemburu berlebihan.


Selin terus senyam-senyum dengan genit, sungguh ini membuat Miko ilfil, tapi Miko juga tidak bisa berbuat banyak, apalagi dari tadi Selin tidak melepaskan tangannya sama sekali.


Ayumi hanya tersenyum kecil, dia tahu saat ini suaminya sebenarnya merasa cemburu untung saja Miko bersama dengan seorang gadis, jadi itu mungkin bisa mengurangi rasa cemburunya Ziko.


"Bagaimana kalau kita jalan bareng? anggap saja kita kencan ganda," ajak Ziko dengan semangat.


"Tapi kak...."


"Ayolah Sekertaris Miko, itu pasti akan seru pastinya," rengek Selin bahkan Selin sampai memotong kata-kata Miko, membuat Miko menghela nafas kesal. "Dasar gadis baju kurang bahan ini, menyebalkan sekali," batin Miko dalam hatinya.


"Itu Nona Selin saja setuju, kamu juga setujukan sayangku?" Ziko menatap Ayumi dengan tatapan begitu lembut, lalu Ayumi menyambut tatapan itu dengan hangat.


"Aku setuju mas," jawab Ayumi dengan nada lembut.


Miko hanya bisa pasrah, karena mau tidak mau akhirnya harus menerima ajakan Ziko juga.


Entah akan seperti apa kencan ganda mereka malam ini?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2