Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Sama-sama cemburuan


__ADS_3

"Seseorang, itu siapa mas.....?" tanya Ayumi dengan tatapan penuh curiga.


"Seseorang itu....."


Ziko menghentikan kata-katanya, dia terlihat ragu untuk melanjutkan kata-katanya karena dalam hatinya dia takut salah dan Ayumi pasti akan marah pada dirinya.


"Mas, kenapa berhenti?" tanya Ayumi penuh selidik.


Ziko menatap Ayumi dengan lembut, lalu kedua tangannya memegang kedua tangan Ayumi dengan penuh cinta.


"Dia hanya masa lalu, mungkin tidak perlu mas bahas sayang," jelas Ziko dengan nada hati-hati.


"Oh masalalu..." Ayumi terlihat cuek tapi merasa kesal dalam hatinya. "Kenapa apa-apa serba masalalu?" batin Ayumi dalam hatinya.


Ziko mengangguk pelan, sungguh dia takut salah dan Ayumi akan marah pada dirinya.


"Apa masalalu itu seorang perempuan?" Ayumi dengan polosnya bertanya pada Ziko.


"Iya dia seorang perempuan," jawab Ziko.


"Oh pantesan ingat terus ya mas," sindir Ayumi seraya melepaskan kedua tangannya dari tangan Ziko.


Ziko seketika merasa bersalah, tapi dia ingin tertawa melihat ekspresi raut wajah cantik Ayumi yang terlihat kesal. "Apa dia sedang cemburu?" batin Ziko dalam hatinya, seketika hati Ziko merasa senang.


"Iya sayang, sampai sekarang mas itu suka terbayang-bayang wajah cantiknya," kata Ziko dengan sengaja ingin manas-manasin Ayumi.

__ADS_1


"Oh seperti itu." Ayumi lebih memilih fokus sambil menatap makanan yang ada di hadapan dirinya, tapi Ayumi hanya memainkan makanan yang ada di hadapannya itu dengan sendok saja tanpa menyuapkan ke dalam mulutnya.


Mungkin Ayumi sedang merasakan rasa cemburu, hanya saja dia gengsi mengakui rasa cemburunya itu pada Ziko.


"Iya hanya seperti itu, apa perlu mas ceritakan lebih lanjut?" goda Ziko, dengan sengaja lagi-lagi Ziko berniat memanas-manasi Ayumi.


"Tidak perlu, cukup mas bayang-bayang kan saja di otak mas," sahut Ayumi yang sudah semakin kesal.


"Nanti kamu cemburu...." cibir Ziko dengan jail.


"Tidak, aku juga punya masalalu, apa mas mau dengar ceritanya juga?" Ayumi tidak mau kalah, membuat Ziko langsung menatapnya dengan tajam.


"Tidak perlu, nanti telinga mas sakit," tolak Ziko dengan kesal.


Dasar mereka berdua itu lucu sekali, padahal sama-sama cemburuan tapi ya gitu senang sekali membuat masalah.


"Bilang saja mas cemburukan?" ledek Ayumi pada suaminya itu.


"Memang apa salahnya jika mas cemburu pada istri mas sendiri?" tanya Ziko, sambil beranjak dari tempat duduknya dan kini dia langsung memeluk Ayumi yang sedang makan dari belakang.


Ziko memeluk Ayumi dengan mesra, bahkan dia menyusupkan kepalanya ke leher jenjang milik Ayumi.


"Kamu hanya milik mas...."


"Ingat, kamu tidak boleh membahas masalalumu di hadapan mas!"

__ADS_1


"Mulai sekarang, kamu cukup ingat aku dan jadikan aku laki-laki satu-satunya dalam hidup kamu!"


Ziko berbicara dengan lemah lembut tepat di telinga Ayumi, sungguh Ayumi merasa risih ternyata suaminya juga kalau cemburu lebih parah dari dirinya.


"Habiskan sarapannya, setelah selesai sarapan kita kembali ke atas kasur lagi, mas ingin membuat keringat bersamamu supaya menjadi sesuatu," lirih Ziko dengan suara penuh gairah.


Seketika bulu kuduk Ayumi langsung merinding, aish suaminya ini memang tidak pernah puas padahal semalam sudah lebih dari satu ronde dan pagi ini dia ingin membuat keringat lagi.


"Mas, kamu kan harus kerja." Ayumi mengingatkan Ziko, tapi Ziko begitu tenang dan tetap memeluk Ayumi dengan hangat.


"Ada Miko sayang, tidak usah perdulikan pekerjaan," jawab Ziko dengan santai.


Inilah enaknya jadi bos, tidak perlu kawatir dengan pekerjaan tinggal nyuruh-nyuruh saja semuanya beres.


Ayumi hanya pasrah, percuma jika dia menolak pasti Ziko akan memaksanya juga.


Akhirnya setelah selesai sarapan, Ziko langsung mengangkat tubuh mungil Ayumi ke atas ranjang tempat tidur, lalu mereka kembali bergelut penuh gairah di atas kasur yang empuk itu.


"Sayang, nanti malam mas mau ajak kamu ke suatu tempat, mas juga mau mengenalkan kamu kepada teman-teman mas," kata Ziko di sela-sela kegiatan di atas tubuh mungil Ayumi.


"Mau kemana mas?" tanya Ayumi, seraya menikmati permainan Ziko pagi ini yang begitu perkasa.


"Ada deh...." Ziko terus melanjutkan aksinya dengan panas.


Ayumi hanya menikmati permainan Ziko, dia juga kepikiran dirinya ini mau diajak kesuatu tempat mana?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2