Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Ziko Vs Vin


__ADS_3

"Kak, kenalkan gadis cantik padaku!" pinta Miko sebagai seorang adik.


Seketika Ziko langsung menatap Miko dengan tatapan begitu garang.


"Jaga matamu! Apa mau aku congkel kedua matamu itu?" Ziko malah memarahi Miko dengan suara menekan dan tatapan matanya juga terlihat garang pada Miko.


Seketika Miko terdiam, dia berpikir siapa sih gadis cantik yang bersama kakaknya itu?


Wajar saja Miko tidak tahu jika Ayumi adalah istrinya Ziko, apalagi Ziko menikah Ayumi itu secara diam-diam dan tentunya pernikahan mereka berdua itu tidak ada yang tahu sama sekali kecuali Cinta.


Kedua orang tua Ziko yang berada diluar negeri juga tidak tahu kalau Ziko sudah menikah, Ziko juga enggan memberitahu soal pernikahannya pada kedua orang tuanya karena kedua orang tuanya juga selalu sibuk dengan pekerjaannya dan tentunya tidak pernah perduli dengan Ziko sama sekali.


Ziko lebih suka mengurus hidupnya sendiri tanpa menghadalkan orang lain ya termasuk kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Ziko juga jarang sekali memberikan kabar pada Ziko, mereka bahkan hampir tidak pernah menelpon Ziko sama sekali selama diluar negeri, kadang Ziko merasa kalau dirinya itu hidup sebatang karah dan tentunya hampir setiap hari kesepian dan setelah Ayumi datang masuk ke dalam kehidupannya dari saat itu rasa kesepian yang Ziko rasakan mulai hilang sedikit demi sedikit.


"Galak amat kak," celetuk Miko yang diam-diam melirik Ayumi lalu tersenyum begitu manis pada Ayumi, Ayumi juga membalas senyuman Miko.


Dalam hati Miko, aish senyumnya begitu manis semanis gula. Sungguh, Kak Ziko ini kenapa sih tidak mau mengenalkan gadis cantik ini padaku? Hati Miko terus bertanya-tanya, sangat di sayangkan jika gadis secantik Ayumi tidak bisa dia taklukkan hatinya.


"Jangan berani menganggunya!" omel Ziko, lalu membawa Ayumi berlalu pergi dari hadapan Miko.


Miko terus menatap Ayumi dengan tatapan penuh arti. Sedangkan Ziko berusaha menghalang-halangi Miko agar tidak bisa melihat wajah cantik Ayumi.


"Laki-laki tampan itu siapa tuan?" tanya Ayumi dengan nada lembut.

__ADS_1


"Jangan pernah menyebut laki-laki lain tampan di hadapanku! Ingat, hanya aku yang paling tampan!" tandas Ziko, seketika sorot mata Ziko terlihat kesal.


Vin tiba-tiba datang menghampiri Ziko dan Ayumi yang sedang duduk di salah satu meja tamu sambil menikmati makanan yang ada di hadapan mereka.


"Hay Zik," sapa Vin dan langsung duduk di sebelah Ziko.


"Hay juga Vin, mana pasanganmu?" tanya Ziko, sebenarnya malas bertemu dengan Vin tapi mau bagaimana lagi? Vin juga salah satu rekan bisnisnya.


"Pasangan yang mana? Kamu kan tahu aku sudah lama jomblo," sahut Vin seraya diam-diam melirik Ayumi dengan genit.


Ziko yang melihat lirikin Vin yang menurutnya begitu menjijikkan pada Ayumi, seketika Ziko mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


"Tadi Miko, sekarang Vin, haruskah aku bersaing dengan mereka? Ayumi adalah istriku, aish rasanya aku tidak rela sekali jika banyak mata para laki-laki lain menatap Ayumi lebih dari satu detik saja," oceh Ziko dalam hatinya.


"Hay, siapa namamu gadis cantik?" tanya Vin seraya mengulurkan tangannya pada Ayumi.


"Jangan harap kamu bisa menyentuh wanitaku." Ziko tertawa dalam hatinya.


Ayumi hanya geleng-geleng kecil, entah kenapa dengan Ziko ini dari tadi sikapnya begitu aneh.


"Zik, gadis itukan punya tangan, aku hanya ingin berkenalan padanya," kata Vin dengan tatapan malas pada Ziko.


"Tangan dia terlalu mahal untuk kamu sentuh Vin, lagian kalian juga bukan muhrim," sahut Ziko dengan tegas.


Vin menghela nafas berat, sejak kapan Ziko punya aturan kalau mau bersentuhan dengan seorang gadis harus menjadi muhrimnya dulu? Perasaan dari dulu Ziko begitu cuek, kenapa sekarang menjadi aneh? Pikir Vin di dalam otaknya.

__ADS_1


"Lalu, apa kalian ini muhrim? Zik, aku yakin kalau gadis yang kamu bawa ini hanya gadis club malam yang sudah kamu bayar, kenapa kamu tidak mau berbagi denganku?" celoteh Vin dengan nada meremehkan.


"Hay gadis cantik, berapa yang sudah Ziko bayarkan padamu? Aku bisa membayar kamu dengan tarif yang lebih mahal lagi, apa kamu mau menghabiskan malam denganku malam ini?" tanya Vin, tatapan mata Vin begitu menjijikkan pada Ayumi.


Ziko menarik nafasnya dengan penuh amarah, sedangkan Ayumi menatap Vin dengan tatapan sinis, serendah itukah seorang pengusaha sukses memandang seorang gadis?


"Dengan ya Tuan Vin yang terhormat, saya tidak butuh uang anda!" tandas Ayumi dengan tegas, enak saja Vin menghinanya seenak jidatnya.


Vin tersenyum sambil geleng-geleng kepala, dia hendak meraih wajah cantik Ayumi, Ziko tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya, lalu menahan tangan Vin dengan kuat.


"Jangan berani kamu menyentuhnya sedikit saja!" pinta Ziko, membuat Vin malah tertawa meremehkan Ziko.


"Ziko......kamu ini kenapa?" tanya Vin, dia masih berusaha melawan Ziko.


"Kamu mau tahu, gadis ini siapa?" Ziko balik bertanya dengan tegas.


"Memangnya dia siapa?" jawab Vin seraya tertawa, sambil menatap Ayumi dengan tatapan yang lagi-lagi begitu menjijikkan.


Ziko memplintir tangan Vin dengan kuat, lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Vin.


"Dengarkan baik-baik Vin, dia adalah istriku, istri Ziko Atdmaja," terang Ziko dengan suara menekan di telinga Vin.


Vin tercengang tidak percaya, dia geleng-geleng kepala, dia merasa ini hanyalah akal-akalan Ziko agar Vin tidak bisa menghabiskan malam bersama Ayumi.


Bersambung

__ADS_1


terimakasih para pembaca setia


__ADS_2