Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Sama-sama jomblo


__ADS_3

Ziko dan Ayumi keluar dari dalam kamar hotel mereka.


"Pengantin baru....!!" panggil seseorang.


"Aish, pengantin baru darimananya?" sahut laki-laki yang di sebelahnya dengan malas.


"Maksudnya?" Selin tidak paham, ia menatap mata Miko seolah-olah meminta penjelasan pada Miko.


Ziko menoleh, Ayumi juga ikut menoleh ke sumber suara yang baru saja memanggil mereka, iya yang memanggil mereka adalah Selin.


Ziko dan Ayumi berjalan menghampiri Selin dan Miko.


"Kalian tidak tinggal lebih lama di hotel? Ya biar kalian bisa berduaan, kan masih hangat, apalagi pengantin baru," kata Selin dengan senyum imut di sudut bibir mungilnya.


Ayumi hanya tersenyum kecil, pengantin baru darimananya? Saat ini saja dirinya sudah berbadan dua, dan malam pertamanya bukan lagi malam pertama, melainkan entah malam yang ke berapa?


"Saya harus kembali bekerja Nona, ya lain kali saja kita pergi liburan bareng," jawab Ziko dan di anggukin oleh Ayumi.

__ADS_1


"Liburan bareng, pasti akan seru sekali," sahut Selin antusias.


"Iya senang bagi yang punya pasangan, yang tidak punya pasangan seperti aku, hanya bisa menjadi obat nyamuk saja," keluh Miko dengan raut wajah memelas.


"Makanya Mik cari kekasih atau kalau tidak cari istri, lagian kamu sih move on nya terlalu lama," celetuk Ziko membuat Selin mengalihkan pandangan matanya ke Miko.


"Belum move on, ternyata hatinya masih tertinggal di masa lalu," batin Selin dalam hatinya.


Seketika Miko terdiam, ia sadar kalau selama beberapa lama ini dirinya memang susah move on. Jika mengingat kejadian beberapa tahun lalu, hati Miko rasanya masih sedih dan terus terbayang-bayang mantan kekasihnya yang sudah pergi untuk selamanya.


"Nanti ku cari kak," sahut Miko malas.


"Kakak ipar, panggil saja aku dengan sebutan Adik ipar!" pinta Miko pada Ayumi, Ayumi pun mengangguk pelan.


"Hanya cocok, aku rasa gadis secantik Nona Selin pasti sudah punya kekasih," tebak Miko dengan sengaja, padahal harapan dalam hati kecilnya mudah-mudahan Selin masih jomblo.


Pipi mulus Selin seketika menjadi merah merona, ia tampak malu-malu tapi hatinya cukup bahagia.

__ADS_1


"Kata siapa? Biarpun aku terbilang cantik dan tentunya banyak laki-laki yang naksir aku tapi nyatanya aku masih jomblo sampai saat ini. Entah aku yang terlalu pemilih atau memang belum menemukan yang cocok," ujar Selin, ia bercerita panjang lebar dan Miko senyam-senyum dalam hatinya. "Syukurlah jika gadis pakaian kurang bahan ini masih jomblo, aku jadi ada harapan."


"Apa salahnya jadi jomblo, bukankah itu menyenangkan," sambung Miko dengan senyum hangat dan tidak sedingin es batu seperti biasanya.


"Iya menyenangkan bagi kalian yang sama-sama jomblo, bagi kita yang sudah halal jauh lebih menyenangkan, kalian tahu rasanya tidur ada yang nemenin itu bahagia sekali, akhirnya aku sudah tidak memeluk bantal guling lagi, karena ada istriku yang bisa aku peluk setiap malam," kata Ziko dengan raut wajah yang berbinar senang.


Seketika kedua manusia yang sama-sama jomblo ini saling menatap satu sama lain.


"Mik, aku rasa kita harus secepatnya mencari kekasih...!!" saran Selin pada Miko.


"Iya Nona, daripada menjadi cibiran sama yang sudah halal terus," jawab Miko dengan lirikan tajam ke Ziko.


"Makanya Mik, nikah...." Ziko mempertegaskan kata-katanya.


Setelah mengobrol panjang lebar, mereka langsung pergi ke restoran hotel untuk sarapan bersama dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2