Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Sikap manis Ziko


__ADS_3

Pagi yang cerah menembus jendela kamar hotel milik Ziko.


Ayumi yang merasakan sorot matahari di matanya, perlahan-lahan Ayumi membuka matanya.


Ayumi melihat ke sebelah tapi Ziko sudah tidak ada lagi di kasur.


"Kemana, Tuan Ziko?" tanya Ayumi pada dirinya sendiri.


Ayumi berniat turun dari tempat tidur tapi belum sempat melangkahkan kakinya untuk turun tiba-tiba suara pintu kamar terbuka.


"Ceklek....."


Mendengar suara pintu kamar terbuka, Ayumi terdiam lalu matanya melihat ke arah kamar mandi.


"Kamu sudah bangun?" tanya Ziko, dengan santainya padahal dia hanya memakai handuk saja.


Ayumi refleks menutup kedua matanya dengan kedua tangannya. "Kenapa hanya memakai handuk saja sih?" batin Ayumi dalam hatinya.


"Gadis oon, kenapa kamu harus menutup kedua matamu? Kita ini suami istri," tanya Ziko seraya mendekati Ayumi yang masih duduk di atas ranjang sambil menutup kedua matanya.


"Saya malu tuan," jawab Ayumi dengan polosnya.


"Malu!! hee kamu sudah melihat semuanya milikku, untuk apa kamu malu istriku?" goda Ziko seraya membuka kedua tangan Ayumi yang menutupi kedua mata Ayumi.


Seketika detak jantung Ayumi berdetak dengan kencang, Ziko juga tiba-tiba merasa gugup, tangannya juga merasa gemetaran saat memegang kedua tangan Ayumi.


"Aish tanganku ini kenapa? Kenapa tiba-tiba merasa gemetaran seperti ini?" batin Ziko dalam hatinya.

__ADS_1


"Tuan, apa Tuan sudah mengakui saya sebagai istri sah Tuan?" Ayumi tersenyum, bahkan dia dengan berani menggoda Ziko di hadapannya.


"Kamu memang istriku, apa kamu sudah mulai berani pada suamimu?" Ziko malah balik menggoda Ayumi dengan manja.


"Kamu itu lama-lama semakin manis," puji Ziko seraya meraih kedua pipi Ayumi dengan lembut.


Ziko memberikan kecupan hangat di kening Ayumi, lalu beralih ke kedua pipi Ayumi lagi-lagi Ziko memberikan kecupan lembut di pipi Ayumi juga.


"Semakin menggemaskan," kata Ziko setelah menghujani Ayumi dengan ciuman di wajah cantiknya.


Ayumi tercengang, sungguh dia tidak percaya dengan sikap manis Ziko di pagi hari ini.


"Mandilah, ayo kita pergi sarapan, terus habis sarapan kita pulang ke rumah," kata Ziko dan Ayumi mengangguk lalu buru-buru bergegas pergi meninggalkan Ziko yang masih duduk di tempat tidur dengan memakai handuk saja.


Setelah Ayumi masuk ke dalam kamar mandi Ziko senyam-senyum sendiri, kali ini Ziko sudah sangat sulit di mengerti, bahkan apa yang terjadi pada dirinya saja, Ziko tidak tahu apa yang sedang di rasakannya saat ini.


"Tuan ketus itu terlalu munafik, dia tidak mau mengakui kalau dirinya cemburu, tapi dia memberikan aku banyak ciuman di pagi hari."


"Sungguh sulit di mengerti, tapi biarkan sajalah, kita lihat saja ke depannya akan seperti apa?"


Ayumi sekilas tersenyum kecil, lalu dia melanjutkan ritual mandinya.


Setelah beberapa lama akhirnya Ayumi selesai mandi, Ayumi kembali memakai dress yang sama karena tidak membawa baju ganti dan tentunya tidak mau membuat Ziko repot jadi Ayumi memilih baju bekas pesta semalam untuk di pakai lagi.


Kini setelah selesai memakai bajunya di dalam kamar mandi, Ayumi keluar dari dalam kamar mandi dan dia melihat Ziko sudah rapi dengan setelan kemeja warna abu-abu dan celana waran hitam, Ziko sudah berganti pakaian karena di kamar hotel pribadinya itu sudah tersedia bajunya dan keperluan yang lainnya.


"Kamu tidak ganti baju?" tanya Ziko melihat Ayumi memakai baju bekas semalam.

__ADS_1


"Di rumah saja tuan," jawab Ayumi dengan nada lembut.


"Apa mau aku suruh orang suruhanku mengirimkan baju baru untukmu?" tawar Ziko.


"Tidak usah tuan, lagian kita mau pulang jadi nanti di rumah saja ganti bajunya," tolak Ayumi dengan sopan.


Ziko mengangguk, sedangkan Ayumi sibuk berdandan, setelah berdandan dan kini Ziko dan Ayumi siap untuk pulang ke rumah tapi sebelum pulang ke rumah, Ziko mau mengajak Ayumi sarapan berdua di hotel dulu.


Kini mereka langsung menuju ke restoran yang ada di hotel milik Ziko itu.


Sesampainya di restoran, Ziko mengajak Ayumi untuk duduk di salah satu meja dan Ziko juga langsung memesan makanan untuk mereka berdua.


Ziko tersenyum kecil, pagi ini dia berniat sarapan romantis berdua dengan Ayumi.


"Kakak......"


Suara tidak asing itu terdengar nyaring di telinga Ziko, seketika Ziko langsung menghela nafas kesal saat melihat seorang itu datang menghampiri meja dirinya dan istrinya itu.


Ziko melihat seseorang itu dengan tatapan tidak suka, untuk apa dia datang? Dasar penganggu, kata Ziko dalam hatinya.


"Untuk apa dia kesini?" gumam Ziko dengan kasar.


Tanpa permisi, seseorang itu langsung duduk begitu saja membuat Ziko menatapnya dengan sorot mata tajam dan Ayumi juga menatapnya orang itu dengan tatapan penuh tanda tanya?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2