
Ziko memegang gagang pintu rumahnya, helaan nafasnya terdengar kesal, apalagi karena suara bell rumahnya, urusan yang sangat pentingnya tertunda.
"Ceklek...."
"Ziko, anak mama...." suara Erika terdengar begitu bahagia, tapi Ziko malah menatap Erika dengan tatapan malas.
"Untuk apa mama datang ke rumahku?" tanya Ziko dengan nada jutek.
Tanpa menunggu Ziko mempersilahkan dirinya untuk masuk ke dalam rumahnya, Erika langsung masuk begitu saja, membuat Ziko semakin kesal.
"Zik, aku ini mamamu, jika mama datang ke rumah anak mama sendiri, apa itu salah nak?" celoteh Erika, tanpa di suruh duduk oleh Ziko, dengan senang hati Erika duduk di sofa ruang tengah.
Ziko mengikuti langkah kaki mamanya, lalu ia juga ikut duduk di sofa.
"Ma sudahlah, rencana apalagi yang akan mama berbuat? Bukannya, mama lebih bahagia hidup diluar negeri bersama dengan papa? Lalu, kenapa tiba-tiba datang ke rumah Ziko? Dulu saja mama tidak pernah perduli padaku kan," ujar Ziko. Sorot matanya terlihat tidak suka pada Erika, biarpun Erika adalah mamanya tapi selama hidupnya Ziko itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang darinya dan selalu di buat kesepian sepanjang hari.
"Mama tidak akan kembali keluar negeri lagi, perusahaan disana biarkan papamu yang akan mengurusnya dengan baik, dan mama mulai sekarang akan tinggal dirumahmu," kata Erika, dan ia tidak memikirkan perasaan Ziko sama sekali.
__ADS_1
"Untuk apa mama tinggal di rumahku? Mama kan punya rumah sendiri," sahut Ziko dengan malas.
"Mama tidak mau tinggal sendirian di rumah, jadi mama akan tinggal disini saja!" tandas Erika dengan tegas.
Ayumi beranjak dari tempat duduknya, ia memikirkan suaminya, siapa yang datang? Kok Mas Ziko lama sekali tidak kembali ke kamar? pikir Ayumi, Ayumi yang perasaannya mulai tidak tenang, ia pun bergegas keluar dari dalam kamarnya untuk menemui Ziko.
Pelan-pelan Ayumi melangkahkan kakinya keluar dari kamar, lalu ia pun berjalan menuju ke ruang tengah.
"Mas...." panggilnya.
Mendengar suara istrinya, Ziko tersenyum senang. "Sayang, kemarilah!" pinta Ziko, lalu Ayumi berjalan menuju ke sofa tempat Ziko duduk.
"Jangan harap aku mau bersalaman denganmu, yang ada tanganku nanti gatal-gatal, kamu tahu orang sosialita seperti aku itu tidak pernah berjabat tangan dengan orang-orang kampungan sepertimu," cibir Erika dengan ketus, seketika hati Ayumi begitu rapuh, ia ingin menangis tapi berusaha menahan tangisnya. "Beginikah nasib orang tidak punya menikah dengan orang kaya?" batin Ayumi, ia menangis dalam hatinya.
"Jika mama tidak bisa menghormati istriku, maka mama tidak usah tinggal di rumahku!" tegas Ziko, ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan menarik Ayumi masuk ke dalam pelukannya.
"Jangan lemah, jika mama mas macam-macam, kamu lawan saja!" bisik Ziko di telinga Ayumi, lalu di anggukin pelan oleh Ayumi.
__ADS_1
Erika tersenyum meremehkan, tapi Ziko berjanji dalam hatinya kalau dirinya akan selalu melindungi istri dan calon anaknya dengan baik.
"Terserah kamu Zik, mama akan tetap tinggal disini. Lagian, mama lebih setuju jika kamu menikah dengan Monika, ini malah menikah dengan gadis kampungan," hina Erika dengan tawa kecil di sudut bibirnya.
Ayumi melepaskan dirinya dari pelukan Ziko, ia menatap mama mertua dengan tatapan tegas.
"Tapi sayangnya anak mama...."
"Jangan pernah panggil aku dengan sebutan mama! Aku bukan mama mertuamu!" Erika memotong kata-kata Ayumi dengan tegas.
"Baiklah Nyonya, percuma Nyonya berharap anak Nyonya menikah dengan Nona Monika, jelas-jelas anak Nyonya ini sangat-sangat mencintaiku, Monika hanyalah masa lalunya yang sudah Mas Ziko kubur dalam-dalam," lawan Ayumi dengan tegas, ia tidak perduli mau di bilang mantu durhaka atau apalah? Biar bagaimanapun benar kata suaminya, kalau dirinya harus melawan mamanya dan jangan mau di tindas begitu saja.
Ayumi mengalihkan pandangannya ke Ziko, Ziko pun membalas pandangan Ayumi dengan tatapan penuh cinta.
"Apa yang dikatakan oleh istriku benar ma, aku sangat-sangat mencintainya," sambung Ziko dengan tegas.
Erika menatap Ziko dan Ayumi dengan tatapan sengit, lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti? Dan kamu Ayumi, jangan harap hidupmu akan tenang disini!
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia