Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Maafkan mas istriku


__ADS_3

Ziko akhirnya sampai dirumah, rasanya sangat kawatir sekali saat melihat istrinya terbaring lemah di sofa ruang tengah.


"Kenapa kalian tidak langsung membawanya ke rumah sakit?"


"Aku kan sudah katakan jangan bolehkan Nyonya muda keluar dari kamar."


"Kenapa kalian tidak ada yang mendengarkanku!"


"Sayang, bangunlah....!!"


Semua art yang ada di ruang tengah, mereka hanya diam, mereka tahu saat ini majikannya sedang marah dan tentunya melihat istrinya terbaring lemah pasti rasanya kawatir.


"Tunggu apalagi? Pak Han, siapkan mobil! Ayo kita bawa Ayumi ke rumah sakit!"


Tanpa menunggu lama Pak Han langsung bergegas untuk menyiapkan mobil, dan Ziko juga langsung membopong tubuh Ayumi dengan kuat.


"Jika terjadi sesuatu pada istriku, tidak akan ada ampun untuk kalian....!!"


Ziko buru-buru berlari membawa istrinya masuk ke dalam mobil. "Biarkan saya yang menyetir pak," pinta Ziko dan Pak Han hanya menurut.


Ziko langsung menyalakan mesin mobilnya, ia langsung pergi menuju ke rumah sakit dengan kecepatan yang cukup tinggi, Pak Han sangat takut, tapi ia tidak berani bicara apa-apa. "Mudah-mudahan Nyonya muda baik-baik saja, jika Nyonya sampai kenapa-kenapa, entah apa yang akan terjadi," batin Pak Han, ia merasa kawatir dalam hatinya.


Sesampainya dirumah sakit, Ziko menghentikan mobilnya, tanpa menunggu lama ia membopong Ayumi membawanya masuk ke dalam rumah sakit dan ada dua suster yang membawa bankar. "Tuan, taruhlah disini, biar kita yang urus, tuan Tunggulah di ruang tunggu," titah salah satu suster yang membawa bankar.

__ADS_1


Ziko menaruh Ayumi di atas bankar, lalu ia menunggu Ayumi di ruang tunggu. Dengan perasaan yang begitu kawatir, hatinya tidak tenang, bahkan dirinya yang saat ini sedang marah, membuat Ziko tidak bisa berpikir sehat dan jika terjadi sesuatu pada Ayumi pasti Ziko tidak akan diam saja.


Ziko mengeluarkan ponselnya, lalu ia menelpon Pak Han. "Pak Han, periksalah seluruh CCTV dirumah, biar kita tahu siapa yang sudah membuat istriku menjadi seperti ini!" titah Ziko dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Pak Han.


Pak Han langsung pulang ke rumah karena harus melaksanakan perintah dari Ziko.


*****


Detik demi detik berlalu, hingga kini setengah jam telah berlalu, tapi Dokter yang sedang memeriksa Ayumi tidak kunjung keluar dari dalam ruangan pemeriksaan.


"Mudah-mudahan calon anakku dan istriku baik-baik saja, mereka adalah semangat hidupku," rintihan Ziko dalam hatinya, ia tidak membayangkan jika terjadi apa-apa pada keduanya atau salah satu dari mereka.


Ziko menoleh, betapa tegangnya saat melihat Dokter keluar dari dalam ruangan pemeriksaan.


"Bagaimana dok, keadaan istri saya?" tanya Ziko kawatir.


"Mereka berdua baik-baik saja, beruntung tuan tidak terlambat membawa istri tuan ke rumah sakit, jika sampai terlambat, mungkin keduanya tidak bisa di selamatkan," ujar sang Dokter dengan sopan.


Betapa marahnya hati Ziko, siapa manusia yang begitu tega pada istrinya dan calon buah hatinya?


"Dok, istri saya kenapa sebenarnya?" tanya Ziko penasaran, apalagi pagi tadi istrinya masih baik-baik saja.

__ADS_1


"Istri tuan keracunan makanan, dan di rancun itu juga mengandung obat penggugur kandungan, saat ini juga kandungannya cukup lemah, tapi bersyukur bayi yang ada di dalam kandungan nyonya sangat kuat," tutur sang Dokter, terukir senyum penuh syukur.


Ziko mengangguk paham, sambil mengepalkan kedua tangannya saat ini ia sangat marah sekali.


"Istri tuan sudah di pindahkan di ruang rawat, oh iya istri tuan harus dirawat selama beberapa untuk pemulihan!" ujar sang Dokter dan di anggukin oleh Ziko.


Sang Dokter berpamitan pada Ziko, sedangkan Ziko langsung menuju ke ruang rawat istrinya.


Ziko membuka pintu ruangan rawat istrinya, betapa hancur hatinya melihat istrinya yang terbaring lemah di atas bankar.


"Maafkan mas, mas tidak bisa menjagamu dengan baik sayang," lirihnya, air matanya menetes piluh membasahi pipinya.


Ziko melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang sedang terbaring lemah, lalu ia duduk di kursi dan meraih tangan mulus sang istri.


"Cepat sadar istriku, ayo kita pulang ke rumah!" pinta Ziko, melihat istrinya terbaring lemah tentu saja hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


Ziko terus mencium tangan istrinya, bahkan air matanya menetes membasahi tangan sang istri.


"Aku harus mencari tahu, siapa yang sudah setega ini melakukan hal seperti ini sama kamu sayang," kata Ziko dengan yakin.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2