Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Dasar Tom & Jerry


__ADS_3

Ayumi yang sudah lelah karena dari tadi duduk di kursi taman sambil melihat indahnya bunga yang bermekaran, akhirnya Ayumi beranjak dari tempat duduknya dan dia berjalan masuk ke dalam rumah, lalu dia berjalan menuju ke kamar Ziko.


Di tengah-tengah perjalanannya Ayumi bertemu dengan Pak Han, Ayumi menghentikan langkah kakinya untuk menyapa Pak Han.


"Pak Han, kok tumben rumah sepi sekali?" tanya Ayumi, biasanya dia melihat para Art sedang bekerja di setiap tempat, tapi hari ini tampak sepi.


"Iya nona, beberapa Art ada yang diliburkan dan sebagaian lagi di belakang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing," jelas Pak Han pada Ayumi.


Ayumi mengangguk paham, kini dia melihat ke setiap sudut ruangan, tapi laki-laki yang tidak lain adalah suaminya tidak ada di setiap ruangan itu.


Sorot mata Pak Han yang mengerti kalau Ayumi sedang mencari majikannya itu, Pak Han sekilas tersenyum tipis agar tidak terlihat oleh Ayumi. "Dasar Tom & Jerry, kalau ada pasti ada saja yang di ributkan, bahkan Tuan Muda Ziko kadang tidak mau mengalah sama sekali pada Nona Ayumi, giliran tidak ada di cariin," batin Pak Han dalam hatinya.


"Nona mencari Tuan Muda?" tanya Pak Han dengan nada lembut.


Ayumi mengangguk. "Tuan Muda, kemana pak?" Ayumi balik bertanya.


"Saya lihat tadi Tuan Ziko pergi menggendrai mobilnya, tapi saya tidak tahu Tuan Muda itu mau pergi kemana?" jawab Pak Han.


"Mungkin ada urusan pak, ya sudah Yumi ke kamar dulu pak," pamit Ayumi dengan sopan.


Setelah Ayumi berlalu pergi, Pak Han yang mau pergi ke taman akhirnya tidak jadi dan Pak Han kembali menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya.


Ayumi terdiam di kamar sendirian, biasanya suasana kamar begitu rame kalau ada Ziko tapi di saat Ziko sedang pergi atau di kantor Ayumi hanya sendirian sambil menonton film kartun kesukaannya.


"Manusia munafik itu kemana? Bukannya tadi dia sudah pulang, ini malah pergi lagi," Ayumi memilih fokus dengan film kartun yang sedang dia tonton, daripada mikirin Ziko yang menurutnya tidak terlalu penting.

__ADS_1


Lagian Ziko juga bukan anak kecil, dia tidak akan hilang ataupun lupa jalan pulang, kecuali dia punya wanita lain diluar sana mungkin dia akan lupa jalan pulang, bahkan mungkin tidak ingat untuk pulang ke rumah.


******


Di sebuah rumah minimalis yang sederhana, Ziko menghentikan mobilnya.


Ziko mengamati rumah minimalis sederhana itu dengan sorot mata begitu tajam.


"Dasar wanita j*l*ng, berani sekali kamu membuat istriku menangis, aku tidak akan tinggal diam saja!" tandas Ziko, sambil melangkahkan kakinya menuju ke pintu rumah minimalis sederhana itu.


Sisil yang tadinya mau keluar, dia melihat Ziko, buru-buru Sisil masuk ke dalam rumah kembali.


"Mama, Tuan Ziko datang...." seru Sisil dengan raut wajah panik.


"Memangnya kenapa kalau dia datang? Percayalah pada mama, pasti Tuan Ziko akan memberikan uang banyak pada kita," tebak Erina dengan raut wajah begitu bahagia, bahkan hatinya sangat yakin kalau kedatangan Ziko itu untuk memberikan uang pada dirinya.


"Tok....tok....." Ziko mengetuk pintu rumah Erina dengan kasar.


Seketika hati Erina mulai tidak tenang, tumben sekali Ziko datang dengan ketukan pintu yang begitu kasar seperti baru saja, hati Erina mulai tidak tenang, Sisil juga mulai gelisah.


"Buka pintunya......!!!"


"Atau aku akan mendobrak pintunya...."


Seru Ziko, raut wajahnya tampak sangat marah, Erina dan Sisil saling bergandengan tangan menuju ke pintu untuk membukakan pintu untuk Ziko.

__ADS_1


"Ceklek......" Erina membuka pintu dengan hati-hati.


"Tuan Ziko...." sapa Erina dan Sisil secara bersamaan, raut wajah mereka berdua tampak ketakutan melihat raut wajah Ziko yang sangat marah.


Ziko menatap Erina dan Sisil secara bergantian, tatapan matanya juga begitu garang pada mereka berdua.


"Ada apa Tuan Ziko...?" Erina mencoba bertanya dengan nada lembut, tapi perasaan dalam hatinya sudah tidak enak.


"Katakan apa yang kamu lakukan pada istriku? Kenapa, di sampai menangis?" tanya Ziko dengan begitu tegas.


Seketika Erin dan Sisil saling menatap satu sama lain, mereka mengingat apa yang telah di lakukan pada Ayumi beberapa waktu lalu.


"Kita hanya......"


"Katakan....!!" sentak Ziko dengan suara menggema, bahkan Erina dan Sisil ketakutan untuk melanjutkan perkataan mereka.


"Tuannn......"


Sisil dan Erina lagi-lagi saling menatap satu sama lain, membuat Ziko semakin tidak sabar dan ingin sekali berbuat kasar pada mereka berdua.


"Katakan dengan jujur atau kalian mau aku membuat menderita selamanya?" ancam Ziko, dia yakin kalau kedua wanita di hadapan nya ini sudah melakukan hal jahat pada istri kecilnya.


"Kita....."


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2