
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Ziko sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya.
"Tuan mau kemana?" tanya Ayumi, melihat Ziko begitu rapi di malam hari ya rasanya aneh saja.
"Ada acara makan malam dengan klien," jawab Ziko seraya membenarkan posisi dasinya biar rapi.
"Kamu tidur saja duluan, tidak usah menungguku pulang!" titah Ziko, yang di jawab oleh Ayumi dengan anggukan pelan.
"Tett....tetttt....."
Terdengar suara klakson mobil dari luar sana, Ziko bergegas keluar dari kamarnya, Ayumi juga mengikuti langkah kaki suaminya itu.
"Kliennya, laki-laki atau wanita cantik?" gumam Ayumi dengan suara pelan, karena tidak berani bertanya pada Ziko.
"Itu mobil siapa?" tanya Ayumi saat sampai diluar rumah dan melihat mobil sudah parkir di halaman rumahnya.
Miko keluar dari dalam mobilnya, karena melihat Ayumi keluar bersama dengan Ziko.
"Gadis cantik....." Miko tersenyum senang, karena bisa melihat Ayumi lagi.
"Itu mobil anak ingusan," jawab Ziko dengan ketus.
Miko berjalan menuju ke tempat Ayumi dan Ziko berdiri, senyum manis begitu terpancar di sudut bibirnya.
"Kakak, ayo....!!"
"Gadis cantik, kamu juga mau ikut?" tanya Miko, nada suaranya begitu lemah lembut.
"Hey, anak ingusan, panggil dia kakak ipar! Jangan berani menggoda kakak iparmu, atau aku akan menjewer telingamu!" sahut Ziko yang lagi-lagi dengan ketus.
Miko ini demen sekali gangguin Ayumi, apa dia itu sengaja membuat Ziko cemburu dan marah?
__ADS_1
"Sayang, kamu masuklah! Aku tidak akan mengajakmu karena aku tidak mau anak ingusan ini terus-menerus melihat wajah cantikmu," titah Ziko dan Ayumi langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Miko menghela nafas berat, sungguh kakaknya ini pelit sekali tidak mau mengajak istrinya ikut makan malam bersama mereka.
Sebenarnya bukan karena Miko, Ziko tidak mau mengajak Ayumi makan malam tapi karena pernikahan mereka yang masih rahasia jadi Ziko untuk saat ini tidak bisa mengajak Ayumi dengan bebas.
"Sudahlah, ayo kita berangkat! Jangan pandangi istriku terus!" Ziko menjewer telinga Miko, karena Miko terus menatap Ayumi bahkan sampai Ayumi masuk ke dalam rumah.
"Auh...iya kak lepaskan kak! Nanti kalau telingaku copot bagaimana?" pinta Miko sambil memasang wajah memelas.
"Gantilah dengan telinga gajah," jawab Ziko seraya melepaskan tangannya dari telinga Miko, sungguh rasanya tidak rela sekali jika ada seorang laki-laki yang berani menatap Ayumi begitu lama, bahkan satu detik pun Ziko tidak akan rela.
Miko memegangi telinganya karena rasanya sakit, sungguh kakaknya ini kejam sekali.
Kini mereka berdua sama-sama masuk ke dalam mobil, Miko yang menyetir mobilnya dan Ziko duduk di sebelah Miko.
Biarpun mereka di kantor itu atasan dan bawahan tapi setiap kali pergi kemana saja Ziko selalu duduk di depan dan Miko yang menyetir mobilnya.
Setelah suaminya pergi, Ayumi kembali terdiam sendirian di dalam kamar, bahkan dia belum makan malam karena terlalu malas mau makan tidak ada temannya.
*****
Disebuah restoran mewah Ziko, Miko dan Selin kini sudah berada di meja untuk menikmati makan malam bersama malam ini.
"Tuan Ziko, senang sekali bisa bekerja sama dengan perusahaan anda," kata Selin, di sudut bibir Selin terlihat kecil dan matanya diam-diam melirik Miko.
Miko tahu Selin diam-diam memperhatikan dirinya, bahkan Miko merasa risih tapi mau bagaimana lagi? Tidak mungkin kan kalau Miko pergi meninggalkan makan malam yang sedang berlangsung ini atau sang kakak akan memotong gajiannya nanti.
"Saya juga senang Nona, mudah-mudahan kerja sama kita lancar ya Nona," jawab Ziko sambil tersenyum kecil pada Selin.
Tiba-tiba ponsel milik Ziko berbunyi, Ziko merogoh ponselnya yang ada di dalam saku celananya lalu dia mengecek ponselnya dan ternyata ada satu pesan masuk dari Pak Han.
__ADS_1
"Pak Han," gumam Ziko dalam hati.
"Tuan, Nona muda belum makan malam, setelah Tuan pergi Nona muda langsung masuk ke dalam kamar dan belum makan apa-apa dari tadi."
Membaca pesan dari Pak Han, Ziko langsung merasa kawatir pada Ayumi.
Ziko buru-buru beranjak dari tempat duduknya, membuat Selin dan Miko sama-sama menatapnya dengan tatapan bingung.
"Kakak, ehh maksudnya Tuan Ziko mau kemana?" tanya Miko.
"Mik, kamu tolong temanin Nona Selin makan malam ya! Aku ada urusan penting, aku harus segera pulang," pinta Ziko dengan raut wajah agak panik.
Ziko terlalu munafik, padahal mendengar Ayumi belum makan dari tadi saja, Ziko langsung kawatir bahkan dia meninggalkan makan malamnya bersama kliennya.
"Tapi kak...."
"Mik, ini penting sekali," dengan nada lembut Ziko memotong kata-kata Miko.
Akhirnya Miko mengangguk pelan, Ziko menepuk pundak Miko sebagai tanda ucapan terimakasih.
"Nona Selin, maaf ya. Nona makan malamnya di temenin Miko, saya permisi dulu," pamit Ziko dengan nada sopan.
"Iya Tuan, tidak apa-apa." Jawab Selin dengan senang hati. "Akhirnya aku bisa makan malam berdua dengan Sekertaris Miko," batin Selin dalam hatinya.
"Mik, kunci mobil, nanti kamu pulang naik taksi ya!" Ziko meminta kunci mobil Miko, lalu Miko memberikan kunci mobilnya pada Ziko.
"Apes banget malam ini, padahal aku tidak mau makan malam bersama dengan Nona genit ini, ini malah Kak Ziko ninggalin kita cuma berduaan saja," gerutu Miko dalam hatinya.
Ziko langsung keluar dari dalam restoran itu, lalu dia langsung pulang mengendarai mobil milik Miko.
Sedangkan Miko hanya berduaan dengan Selin malam ini.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia