
Di kantor milik Ziko, Miko terlihat begitu sibuk dengan kerjaan yang ada di atas mejanya saat ini.
Biasanya ada Ziko kali ini dia mengerjakan semuanya sendiri karena Ziko sudah beberapa hari ini tidak masuk ke kantor, ya begitulah seorang bos yang bisa libur seenaknya sendiri.
"Tok....tok....."
Terdengar suara ketukan pintu, Miko pun menghentikan pekerjaannya sejenak. "Siapa yang datang ke kantor di siang hari seperti ini?" gumam Miko dengan suara pelan.
"Tok...tok...." pintu kembali di ketuk oleh seorang diluar sana.
"Masuklah.....!!" pinta Miko, lalu seseorang itu membuka pintu ruangan Miko dengan senang hati.
"Sekertaris Miko......" suara yang tidak asing itu terdengar nyaring di telinga Miko, seketika Miko menoleh ke sumber suara itu. "Selin," gumamnya dengan malas.
"Nona Selin, ada apa datang ke kantor? Tuan Ziko sedang tidak ada di kantor," tanya Miko dengan buru-buru, mimpi apa semalam? Gadis pakaian kurang bahan ini datang ke kantornya.
Selin yang sudah duduk di kursi yang terhalang meja kerja Miko tanpa Miko suruh, Selin malah tersenyum genit pada Miko.
"Sekertaris Miko, saya datang ke kantor untuk bertemu dengan anda," kata Selin sorot mata lentiknya semakin genit.
__ADS_1
Seketika jantung Miko berdebar kencang seperti tersambar petir, apalagi ini? Batinnya dalam hati.
"Ada perlu apa Nona?" tanya Miko dengan tatapan datar dan raut wajah dingin.
"Sekertaris Miko, anda kan jomblo, saya juga jomblo, bagaimana jika kita menjalin sebuah hubungan seperti....?" Selin menghentikan kata-katanya, dalam hatinya apakah ini tidak terlalu buru-buru? Tapi jika nanti-nanti pasti banyak wanita yang akan menggoda Sekertaris tampan ini.
"Hubungan seperti...?" Miko penasaran, jantungnya semakin berdebar kencang.
"Seperti pacaran, iya pacaran...." jawab Selin dengan cepat karena merasa gugup.
Selin yang memang terkenal genit dan barbar membuat Miko hanya bisa bengong.
"Maaf Nona, saya masih ada pekerjaannya," bukannya menjawab pertanyaan dari Selin, Miko malah beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangannya begitu saja.
Selin tercengang tidak percaya, baru kali ini ada laki-laki yang seperti Miko. "Dia pura-pura jual mahal, lihat saja aku akan terus mengejar kamu Sekertaris Miko," batin Selin dalam hatinya dengan begitu yakin.
Miko buru-buru masuk ke ruangan Ziko, lalu dia mengunci ruangan Ziko agar Selin tidak menemukannya.
Miko langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil mengelus-elus dadanya dengan pelan. "Dasar gadis bar-bar, dia main menembakku untuk saja aku masih hidup," batin Miko dalam hatinya.
__ADS_1
******
Di saat Miko tiba-tiba di tembak oleh Selin yang tidak lain adalah gadis yang bar-bar, di sisi lain ada dua sejoli yang sedang bahagia fitting baju pengantin.
Ayumi sudah beberapa kali mencoba gaun pengantin yang ada di butik itu, tapi lagi-lagi tidak cocok dengan alasan gaunnya terlalu ketat dan anaknya akan kasian, Ziko terus mengoceh dengan bawel ingin gaun pengantin yang pas dan nyaman di pakai oleh istrinya dan tidak membuat bayi yang ada di dalam perutnya istrinya juga tidak sesak nafas karena gaunnya terlalu ketat.
"Mas, kamu mau gaun yang seperti apa? Semuanya tidak cocok," keluh Ayumi dengan raut wajah kesal.
"Cari yang lain....!" titah Ziko pada pegawai butik, dan pegawai butik langsung pergi mengambil gaun lain yang menurutnya akan cocok untuk Ayumi.
Setelah beberapa lama pegawai butik itu kembali membawa gaun pengantin berwarna putih bersih yang begitu anggun.
"Nona ini pasti akan cocok untuk kamu, ini juga tidak terlalu ketat di bagian perutnya," terang pegawai butik tersebut.
Tanpa menunggu lama Ayumi langsung mencoba gaun pengantin pilihan pegawai butik itu, setelah beberapa lama Ayumi pun keluar dari ruang ganti.
Akhirnya setelah beberapa banyak mencoba gaun pengantin yang ada di butik itu akhirnya gaun yang terakhir ini sangat cocok untuk Ayumi yang sedang hamil, Ziko pun langsung setuju dengan gaun pilihan pegawai butik itu.
Bersambung
__ADS_1
terimakasih para pembaca setia