
Sesampainya di mobil Selin, Selin melepaskan tangan Miko, tapi Miko hanya diam saja, bisa di bilang Miko cukup gerogi dan rasanya ingin buru-buru pulang.
"Kenapa diam saja?" Selin geleng-geleng kepala, terus tiba-tiba menarik tangan Miko membuat Miko kaget.
"Nona saya bisa jalan sendiri," kata Miko sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Tidak, kamu harus aku tuntun, kalau perlu kamu harus aku brogol." Selin membuka pintu mobilnya, seketika Ziko tercengang.
"Saya yang menyetir?!" tanya Miko, karena Selin membukan pintu mobilnya bagian untuk menyetir.
Selin tersenyum begitu manis, lalu menganggukkan kepalanya. "Karena Sekretaris Miko seorang laki-laki, maka Sekretaris Miko harus menyetir!" dengan begitu imutnya Selin lagi-lagi tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali.
Miko akhirnya masuk ke dalam mobil Selin, lagi-lagi Miko harus menurut pada Selin.
"Ini apalagi? Sudah seharian capek sekali berkerja, sekarang aku juga harus menjadi supir?" batin Miko dalam hatinya.
Selin malam ini mengajak Miko malam berdua, jalan-jalan keliling kota mengunakan mobil dan berakhir di sebuah club malam yang biasa Selin datangi bersama teman-temannya.
Saat harus melangkahkan kakinya masuk ke dalam club malam itu, Miko menghela nafas berat, kenapa harus ke club malam? biasanya jadi pawang Ziko, sekarang harus jadi pawangnya Selin, nasib-nasib belum ada yang benar sampai saat ini.
Miko begitu lelah, apalagi Selin minum cukup banyak.
"Sudah jangan minum lagi!" larang Miko, ketika Selin hendak meneguk minuman yang ada gelas, dengan cepat Miko mencegahnya.
Selin senyam-senyum dengan keadaan yang sudah mabuk.
"Tampan sekali....."
"Imut sekali, kamu cukup manis..."
"Menggemaskan sekali....."
Dengan keadaan mabuk Selin mulai bicara ngelantur sambil nguyel-nguyel pipi mulus milik Miko.
__ADS_1
"Sakit nona...." Miko terlihat kesal, tapi Selin malah semakin gemas nguyel-nguyel pipinya dengan kedua tangannya.
Dalam hati Miko, semua ini gara-gara Kak Ziko libur, Kak Ziko enak-enakan di rumah entah apa yang sedang dia lakukan dengan gadis cantik yang katanya istrinya itu? Lalu aku harus menikmati pahitnya bersama gadis pakaian kurang bahan ini, rasanya aku ingin terbang ke langit biar aku bisa lepas dari gadis pakaian kurang bahan ini.
"Miko... iya nama kamu Miko..." Selin tertawa-tawa, kali ini Miko semakin kesal.
Miko beranjak dari tempat duduknya, kemudian dia melepaskan jas warna hitam yang dia pakai.
"Kamu mau apa.....?"
"Jika kamu macam-macam jangan disini, disini terlalu terbuka."
"Nanti banyak yang menyaksikan kita...."
Selin terus berbicara semaunya sendiri sambil tertawa tidak jelas, tangannya juga tidak mau diam terus nguyel-nguyel pipi Miko dengan gemas.
Tanpa memperdulikan Selin, Miko langsung mengangkat tubuh mungil Selin dengan kuat.
"Cobaan apalagi ini ya Tuhanku?" batin Miko dalam hatinya.
Dengan perasaan kesal dan Miko juga tidak tahu alamat rumah Selin, akhirnya Miko membawa Selin ke hotel terdekat dari club malam itu.
*******
Di saat pagi yang cerah datang, Ziko dengan begitu giatnya sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Ayumi.
Sedangkan Ayumi masih nyeyak di kasur, Karena kelelahan gara-gara ulah Ziko tadi malam.
"Mas....."
"Mas Ziko kemana?"
Ayumi yang baru saja bangun, dia mencari sosok suaminya yang sudah tidak ada lagi di sampingnya.
__ADS_1
Ayumi beranjak dari tempat tidurnya, lalu dia berjalan ke kamar mandi dan Ziko tidak ada.
"Apa, Mas Ziko sudah berangkat ke kantor? Tapi kok tumben tidak bangunin aku?" tanya Ayumi pada dirinya sendiri.
Ayumi melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya, lalu dia menuju ke meja makan dan dia melihat suaminya sedang sibuk menyiapkan sarapan di meja makan.
"Mas..."
"Sayang, kamu sudah bangun? Sarapan dulu sini, kamu pasti sangat lapar," seperti biasa Ziko sering kali memotong kata-kata Ayumi di saat Ayumi belum selesai bicara.
Ayumi tersenyum, lalu dia berjalan menghampiri suaminya, dengan begitu manis Ziko menarik satu kursi untuk Ayumi duduk.
"Mas kok tidak bangunin aku?" tanya Ayumi dengan nada lembut.
"Mas tahu, kamu kelelahan jadi mas sengaja tidak membangunkanmu sayang," jawab Ziko sambil mengambilkan nasi dan lauk untuk Ayumi.
"Mas, aku bisa ambil sendiri..."
"Hush, kamu tidak menyentuh apapun, nanti kamu kecapean, mas ingin kamu cepat hamil jadi kamu tidak boleh capek-capek ya," tutur Ziko dengan nada lembut.
Segitu pinginnya Ziko punya anak hingga istrinya tidak boleh capcek sama sekali.
Akhirnya setelah selesai sarapan berdua dengan Ayumi, Ziko berpamitan berangkat ke kantor dan Ayumi kembali ke kamar karena Ziko melarangnya melakukan apapun dan hanya duduk manis di atas ranjang saja, sebenarnya Ayumi ingin menolak tapi Ayumi tidak mau bertengkar jadi Ayumi menurut saja pada suaminya yang sedang bucin itu.
Ziko berangkat ke kantor sendirian, biasanya dia di antar oleh supir tapi pagi ini tidak, dan sesampainya di kantor Ziko melihat Miko yang sedang duduk di depan pintu ruangannya dengan raut wajah yang sulit di artikan.
"Miko, kamu kenapa?" tanya Ziko pada Miko.
"Kak, aku...."
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1