Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Drama makan malam


__ADS_3

Makan malam, malam ini terasa sangat panas, bagaimana tidak panas? Erika dan Monika selalu berusaha membuat Ayumi dan Ziko saling berjauhan. Mereka tidak suka jika melihat Ayumi dan Ziko bahagia.


"Zik, kenapa kamu tidak duduk disebelah mama saja? Mama kan merindukanmu, kita sudah lama tidak bertemu," kata Erika dengan nada lembut, tapi sorot matanya melirik tajam Ayumi membuat Ayumi menundukkan kepalanya dan fokus dengan makannya.


"Sejak kapan mama merindukan Ziko? Bukannya mama lebih cinta pekerjaan mama dan uang saja, jika mama merindukan Ziko kenapa mama tidak pernah pulang? Bahkan di saat Ziko berulang tahun, mama tidak pernah datang," jawab Ziko dengan tegas. Ia tahu seperti apa sifat mamanya?


"Mama kan berkerja untuk kamu, agar kamu hidupnya senang dan bergelimang harta," ujar Erika tidak mau mengalah.


"Harta, tanpa mama berkerja Ziko mampu menghidupi mama dan papa. Perusahaan Ziko yang Ziko bangun dari nol, itu sudah sukses, tapi mama tetap saja tidak pernah pulang dengan alasan mama sibuk dengan pekerjaan mama," lawan Ziko yang tidak mau mengalah juga.


Erika semakin merasa kesal. "Ini semua gara-gara gadis kampung, Ziko sekarang banyak berubah," batin Erika dalam hatinya.


"Ziko..."


"Sudahlah ma, kita nikmati makan malam kita, sayang kamu makan yang banyak ya! Biar calon gemoy kita sehat di dalam perut kamu," kata Ziko ketus pada Erika, tapi saat berbicara pada Ayumi begitu lembut.


Monika menatap Erika, lalu Erika juga menatap Monika.


"Kamu sudah hamil gadis kampung....?" tanya Erika dengan tatapan tidak suka pada Ayumi.


"Iya ma, aku sudah hamil," jawab Ayumi dengan nada lembut.


"Dasar gadis murahan," celetuk Monika dan di anggukin oleh Erika. "Wajarlah, dia gadis yang miskin dan bertemu dengan Ziko yang kaya raya, pasti rela di apakan saja," sambung Erika dengan tatapan menghina.

__ADS_1


Miko geleng-geleng kepala, Selin rasanya ingin marah sekali, sebagai sesama wanita Selin tidak terima mendengar wanita lain di hina dengan keji oleh mama mertuanya sendiri.


Ziko membanting sendok makannya dengan kasar, lalu mengalihkan tatapan matanya ke Erika dan Monika.


"Apa mulut kalian mau aku robek!!"


"Pantaskah mama sebagai sebagai orang tuaku berbicara seperti itu pada menantu mama?!"


"Lalu kamu Monik, untuk apa kamu datang lagi ke kehidupanku? Lalu kamu berusaha memisahkan aku dan istriku, itu tidak akan pernah terjadi!!"


Dengan tegas dan sorot mata tajam Ziko mengatakan semua itu.


"Zik, aku ini wanita yang pernah kamu cintai, aku yakin kamu itu masih mencintaiku," ujar Monika dengan tatapan cukup yakin dan Ziko hanya tertawa. "Monika, aku bukan laki-laki bodoh yang mau terus-terusan menunggu wanita sepertimu!" tegas Ziko di hadapan Ayumi.


"Monik, mungkin Tante Erika menyukaimu dan berharap kamu menjadi menantunya tapi itu dulu, sekarang kakakku sudah bahagia hidup dengan istri tercintanya," tandas Miko dengan tegas.


Miko tahu masalalu Ziko dan Monika, Miko mengucapkan semua itu juga tentunya karena Miko tahu seperti apa Monika yang sebenarnya?


"Dasar gadis kampung, kamu sudah merebut Ziko dari hidupku!" Monika menatap Ayumi dengan tatapan marah.


Ayumi mengangkat kepalanya dengan tegak, ia mungkin dari tadi berusaha sabar tapi kali ini kesabarannya sudah habis, apalagi dari tadi dirinya di hina-hina terus.


"Monika......!!!" teriak Ziko dengan lantang, membuat pengunjung lain menatap ke meja Ziko.

__ADS_1


"Mas...." dengan lembut Ayumi menggenggam tangan Ziko, lalu Ziko menarik nafasnya dengan pelan.


"Maaf Monik, kamu hanyalah wanita masalalu Mas Ziko, tapi aku ini istri sah nya, aku ini calon ibu dari anak-anaknya, jadi kamu tidak usah terus-terusan menghinaku! Lagian hinaan kamu itu tidak berpengaruh untukku, biarpun aku hanya gadis kampung, gadis miskin, tapi suamiku begitu mencintaiku," tegas Ayumi dengan sorot mata lembut, Ayumi menatap Monika, lalu beralih ke Erika.


"Dan masalalu hanya masalalu, jangan jadikan malam makan malam ini menjadi drama makan malam," sambung Selin sambil tersenyum kecil.


"Dasar kalian....." Monika dengan kasar beranjak dari tempat duduknya, lalu ia pergi dari meja makan itu.


"Monika sayang.....!!" Erika pun ikut beranjak dari tempat duduknya untuk mengejar Monika. "Dasar gadis kampung, aku tidak Sudin punya mantu sepertimu," kata Erika sebelum pergi dari meja makan.


Ziko hanya tersenyum, lalu ia memeluk Ayumi dengan penuh cinta.


Miko dan Selin saling melempar senyum satu sama lain, mereka ikut bahagia melihat Ziko dan Ayumi bahagia.


Akhirnya drama makan malam ini berakhir karena Erika dan Monika sudah pergi entah kemana? Dan makan malam, malam ini malah menjadi makan malam berempat, aduh mereka sudah seperti pasangan kekasih yang sedang melakukan kencan ganda saja.


Meja makan yang tadinya penuh drama, sekarang menjadi lebih cinta dan tawa canda di antara mereka.


"Bagaimana, kalau kapan-kapan kita berlibur bersama?" tawar Ziko pada Miko dan Selin.


Dan dengan senang hati, Selin dan Miko sama-sama mengangguk setuju, entah akan seperti apa liburan mereka berempat nanti?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2