Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Mangga muda


__ADS_3

Kini dua hari telah berlalu persiapan demi persiapan pernikahan Ziko dan Ayumi sudah hampir selesai.


Jam menunjukkan pukul 9 malam.


Ayumi juga akhirnya bisa duduk dengan nyaman sambil membaca novel sedangkan Ziko masih libur berkerja karena perayaannya pernikahannya tinggal menghitung hari.


"Sayang, jangan membaca novel terus, itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu, nanti kamu kelelahan," celoteh Ziko, ia mengambil buku novel yang sedang Ayumi baca, Ayumi melihat Ziko dengan tatapan kesal. "Mas Ziko, apapun yang aku lakukan serba tidak boleh dengan alasan takut kelelahan, tapi dia sendiri selalu minta jatah setiap malam," batin Ayumi dalam hatinya.


"Mas ini aku hanya membaca novel saja," tutur Ayumi dengan nada lembut.


"Hoek....hoek....."


"Mual sekali rasanya....."


Ayumi buru-buru beranjak dari tempat duduknya, lalu ia langsung pergi menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi Ayumi terus muntah-muntah, Ziko terlihat cukup kawatir.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan? Apa mau mas bawa ke Dokter atau panggilin Dokter ke rumah?" tanya Ziko, sambil memijat tekuk leher Ayumi, Ziko semakin kawatir melihat istrinya yang terus-terusan muntah-muntah.


"Mas, aku pingin makan mangga muda," kata Ayumi dengan raut wajah pucat dan lemas.


Seketika Ziko terdiam, sambil berpikir jam segini mau cari mangga muda dimana?


"Sayang, jam segini mau cari mangga muda dimana istriku?" tanya Ziko, otaknya terus berputar memikirkan mau mencari mangga muda dimana?


"Mas, kamu cari dimana saja! Aku pingin mangga muda pokoknya," rengek Ayumi, mata Ayumi pun tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


Melihat istrinya hampir menangis, Ziko semakin kawatir.


"Baiklah mas akan mencarinya," kata Ziko dengan nada lembut.


Seketika Ayumi langsung tersenyum senang, lalu Ziko buru-buru pergi untuk mencari mangga muda yang istrinya inginkan itu.


Sambil menunggu Ziko mencari mangga muda, Ayumi kembali melanjutkan membaca novel kesukaannya itu.


*****


Ziko mengendarai mobilnya menuju ke Supermarket, ia mencari mangga muda disana tapi tidak ada, akhirnya Ziko keluar dari dalam Supermarket itu dan pergi mencari ke tempat lain lagi.


Ziko terus mengendarai mobilnya ia pergi mencari ke berbagai tempat tapi tidak menemukan mangga muda yang di inginkan oleh istrinya itu.


"Dimana aku harus mencari mangga mudanya?" Ziko berbicara sendiri, ia harus mendapatkan mangga muda yang di inginkan oleh istrinya itu.


Miko yang sudah tertidur nyenyak, ia terbangun karena merasa terganggu mendengar suara deringan ponselnya miliknya.


"Aish, siapa yang menelpon malam-malam, sungguh mengganggu sekali," gumam Miko seraya meraih ponsel miliknya yang ada di atas nakas dekat tempat tidurnya.


Perlahan-lahan Miko membuka kedua matanya, lalu melihat siapa yang menelpon dirinya di malam-malam seperti ini? "Ahh Kak Ziko, ada apa dia menelponku jam segini?" batin Miko dalam hatinya.


Sedangkan di sembarang sana Ziko terlihat sangat kesal karena telponnya tidak kunjung di angkat oleh Miko.


"Kemana, Miko ini?" Ziko menatap kesal layar ponselnya dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


"Hallo kak...."


Akhirnya suara yang terdengar masih kantuk itu terdengar dari sembrang sana.


"Kemana saja kamu? Angkat telpon saja lama sekali," oceh Ziko dengan kesal.


"Tidurlah kak, memangnya mau kemana lagi malam-malam seperti ini?" sahut Miko malas.


"Bangunlah, bantu aku cari mangga muda sekarang! Istriku sedang ingin memakan mangga muda," kata Ziko dari sembrang sana.


Miko tercengang, entah apalagi ini? Lagi enak-enak tidur malah di suruh mencari mangga muda.


"Malam-malam seperti ini mau mencari mangga muda dimana kak?" tanya Miko.


"Kamu harus mendapatkan mangga muda itu, lalu bawah padaku, nanti aku akan naikkan gajimu," jawab Ziko dan langsung menutup telponnya begitu saja.


Miko berdecak kesal, tapi jika di naikkan gajiannya ya Miko langsung semangat dan dia buru-buru beranjak dari tempat tidurnya.


"Aku akan mendapatkan mangga muda itu malam ini, lihat saja!" batin Miko dalam hatinya.


Miko mengendarai mobilnya, ia tahu dimana dia harus mencari mangga muda malam-malam seperti ini. "Otakku memang selalu menjadi pengingat yang baik, ya biarpun aku harus berhadapan dengan macan genit, yang penting aku dapat mangga mudanya," batin Miko dalam hatinya.


Tanpa menunggu lama Miko langsung melajukan mobilnya menuju ke tempat tujuannya itu, sedangkan Ziko juga masih berusaha mencari mangga muda di beberapa supermarket yang belum ia datangi.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2