Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Hanya masalalu Ziko


__ADS_3

Malam ini Ziko dan Ayumi menginap di hotel milik Ziko, Erika, Monika, Miko dan Selin, ya semua juga menginap di hotel dengan kamar yang berbeda-beda.


Setelah lelah seharian dengan acara pesta pernikahannya, Ayumi tampak sangat capek dan kakinya juga bengkak mungkin karena terlalu lama berdiri menyalami para tamu yang datang.


"Mas, aku rasa mamanya mas tidak suka padaku, oh iya mas Monika itu siapa? Dulu, bukannya yang selalu mengejar-ngejar mas itu Evelin, tapi dia tadi malah tidak ada di acara pernikahan kita?" tanya Ayumi, sambil bersandar mesra di bahu kekar Ziko.


Ziko meraih tangan mulus Ayumi, lalu ia menggenggamnya dengan lembut. "Itu hanya pikiran kamu saja sayang, Monika adalah wanita di masa lalu mas," jawab Ziko dengan nada lembut.


"Apa kalian menjalin hubungan?" tanya Ayumi, sorot matanya terlihat cemburu.


"Bisa di bilang seperti itu, hanya saja hubungan itu sudah berakhir lama," jelas Ziko dengan singkat.


"Kenapa hubungan mas dengan wanita itu berakhir?" tanya Ayumi penuh selidik, bahkan Ayumi enggan lagi menyebut nama Monika karena merasa cemburu. "Ternyata wanita itu adalah masalalu Mas Ziko, pantas saja dia dekat sekali dengan Mamanya Mas Ziko," batin Ayumi dalam hatinya.


"Dia pergi begitu saja tanpa ada kata-kata waktu dulu, mas pernah mencari tahu tentang dia, hanya saja dia menghilang entah kemana? Lalu setelah beberapa tahun telah berlalu, mas waktu itu masih berharap, namun harapan mas sia-sia," jawab Ziko, ia seketika menghentikan kata-katanya dan enggan lagi melanjutkan ceritanya itu.


Bagi Ziko, Monika hanyalah masa lalunya, mungkin Ziko dulu pernah mencintainya dan pernah menunggunya, hanya saja penatianya itu hanya mendapatkan rasa kecewa yang begitu dalam, membuat Ziko akhirnya menjadi stress bahkan Ziko sering mabuk-mabukan dan tentunya bermain dengan wanita sana-sini tapi Ziko tidak pernah berbuat macam-macam dengan wanita ataupun tidur dengan seorang wanita.


Hingga suatu ketika Ziko pergi ke club malam dan tidak sengaja melihat Ayumi sedang mengobrol dengan Erina, lalu dari situlah Ziko tanpa berpikir panjang, ia langsung menemui Erina dan bertanya tentang Ayumi hingga Ayumi akhirnya menjadi gadis bayarannya dan sekarang malah menjadi istri sah kesayangannya.


"Sia-sia kenapa mas?" Ayumi masih penasaran.


"Sudahlah sayang, tidak usah membahasnya, lagian itukan hanya masalalu mas," pinta Ziko dengan nada lembut.


Ayumi terlihat kesal, dalam hatinya terus bertanya-tanya dan seketika hatinya tidak tenang. "Bagaimana jika Mas Ziko masih punya perasaan pada wanita itu?" tanya Ayumi dalam hatinya.


"Mas, apa mas masih punya perasaan pada wanita itu?" cetus Ayumi, sorot matanya tidak bisa berbohong kalau dirinya saat ini sedang cemburu.


"Tidak sayang, mas hanya mencintaimu saja," sahut Ziko dengan yakin.

__ADS_1


Tapi Ayumi masih belum percaya, ia terdiam beberapa detik, lalu kembali melihat sorot mata Ziko.


"Mas...."


"Sayang, mas lapar. Ayo kita pergi makan malam, kata Miko semuanya sudah menunggu di restoran hotel." Ziko memotong kata-kata Ayumi, karena ia tidak mau berdebat panjang lagi dengan istrinya.


Miko mengirim pesan pada Ziko, bahwa mamanya, dirinya dan juga Selin sudah berada di restoran hotel untuk makan malam bersama.


"Tapi mas, apa...."


"Tapi apa sayangku?" sambung Ziko dengan sorot mata lembut.


"Tidak jadi mas, ayo kita makan!" sahut Ayumi dan Ayumi turun dari atas ranjang tempat tidur, Ziko juga melakukan hal yang sama.


"Apakah wanita itu juga ikut makan malam bersama?" batin Ayumi dalam hatinya.


Ziko mengandeng tangan Ayumi dengan mesra, Ayumi hanya diam dan mengikuti langkah kaki Ziko dengan baik, hati dan pikirannya saat ini berperang satu sama lain tapi Ayumi tetap berusaha tenang.


"Tante....." suara Monika begitu khas, membuat Erika langsung menoleh dan tersenyum pada Monika. "Kesayangannya Tante, duduklah sayang!" sahut Erika dengan senang hati.


Miko menatap Monika dengan tatapan tidak suka. "Aku kira Monik tidak ikut makan malam, aku yakin bukan Kak Ziko yang mengundangnya makan malam. Pasti Tante Erika, kasian Kakak ipar," batin Miko dalam hatinya.


"Hay Mik...." sapa Selin dengan gaya sok akrab pada Miko.


"Hay juga," jawab Miko singkat dan raut wajah yang begitu dingin.


Selin terdiam lalu menatap Miko dengan senyum kecil. "Haha emang enak di jawab dengan raut kulkas itu," batin Selin dalam hatinya. Selin cukup senang, karena Miko bersikap dingin saat Monika menyapanya dengan gaya sok akrabnya itu.


Ayumi melihat pemandangan itu cukup membuat hatinya sakit, mama mertuanya bisa bersikap selembut itu dengan wanita yang tidak lain adalah masa lalunya Ziko. Sedangkan dengan dirinya yang jelas-jelas menantunya, jangankan bersikap manis Erika itu hanya memandang Ayumi sebelah mata karena tidak sepadan dengan Ziko.

__ADS_1


"Mas, aku...."


"Kenapa? Semuanya akan baik-baik saja, disini ada mas yang akan selalu melindungi kamu sayang," sambung Ziko dengan sorot mata menyakinkan Ayumi.


Ayumi pun mengangguk, ia menarik nafasnya dengan pelan. Lalu bersama-sama melangkahkan kakinya bersama Ziko.


"Selamat malam semuanya," sapa Ziko pada semua yang ada disitu.


"Selamat malam....." sahut semuanya dengan kompak.


Ayumi tersenyum, ia hendak duduk tiba-tiba Erika menatapnya dengan sorot mata tidak suka.


"Ziko, kamu duduklah di sebelah Monika dan kamu gadis kampung, duduklah disitu," Erika menunjukkan satu kursi di sebelah Selin, sedangkan Ziko malah di suruh duduk di sebelah Monika.


"Iya Zik, kamu duduklah di sebelahku...!!" pinta Monika dengan nada lembut.


Ayumi kembali menarik nafasnya dengan pelan, Selin tersenyum kecil, lalu ia melihat ke arah Ayumi dan mempersilahkan Ayumi untuk duduk di sebelahnya. "Kakak ipar, duduklah!" pinta Selin, Ayumi duduk di sebelah Selin, tiba-tiba Selin berdiri, membuat Ayumi kaget.


"Nona Selin, mau kemana?" tanya Ayumi dengan nada lembut.


"Tuan Ziko, duduklah di kursiku! Biar anda bisa selalu dekat dengan istri sah anda," ujar Selin dengan tegas.


Semua mata tertuju pada Selin, Miko sungguh kagum pada Selin, sedangkan Monika dan Erika menatap Selin dengan tatapan tidak suka.


"Terimakasih Nona Selin," jawab Ziko dan Ziko duduk di bekas Selin agar bisa bersebelahan dengan Ayumi.


"Nona Selin, duduklah di sebelahku....!!" pinta Miko dan dengan senang hati Selin langsung berpindah tempat duduk di sebelah Miko.


Sungguh malam ini Monika dan Erika di buat ketar-ketir oleh Selin dan Miko.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2