Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Cemburu Ziko mulai akut


__ADS_3

"Yumi....."


"Kalian saling mengenal?" Ziko semakin bingung, lalu menatap Ayumi dan Alvin saling bergantian.


"Kita...."


Ayumi dan Alvin saling menatap dengan tatapan begitu lembut, Ziko yang saat ini berada di tengah-tengah mereka berdua, rasanya kesal sekali. "Pemandangan macam apa ini? Ada hubungan apa Ayumi dan Alvin sialan ini?" batin Ziko dalam hatinya.


"Tidak usah menatap istriku dengan tatapan seperti itu!" sindir Ziko, membuat Alvin buru-buru mengalihkan pandangannya.


"Oh iya, kamu bilang istrimu tadi,"


"Iya istriku tadi pingsan tapi sekarang sudah baik-baik saja," sambung Ziko dengan raut wajah begitu cemburu.


"Baiklah, biar aku periksa dulu," kata Alvin yang sudah membawa peralatan lengkapnya sebagai seorang Dokter.


Ziko terdiam sejenak, otaknya masih terus berputar dan memikirkan ada hubungan apa antara istrinya dan Alvin yang tidak lain adalah teman dekatnya.


"Tapi kamu tidak boleh menyentuh istriku!" pinta Ziko dengan cepat, membuat otak Alvin langsung berputar cepat. "Ziko ini bagaimana, jika aku memeriksa istrinya tanpa menyentuh, lalu aku harus bagaimana memeriksanya? Kenapa aku harus bertemu dengan laki-laki aneh ini?" batin Alvin dalam hatinya.


"Ayumi itu istriku, dia adalah istri sah ku," sambung Ziko dengan begitu tegas.


Alvin terdiam seraya menahan rasa kesalnya karena tiba-tiba Ziko menjadi seperti anak kecil yang ingin menunjukkan barang kesayangannya yang dia miliki.


"Iya aku mengerti, aku hanya ingin mengecek kesehatannya, aku tidak akan mengambilnya darimu," terang Alvin dengan cukup sabar.


"Jangan biarkan tanganmu itu menyentuh tangan mulus istriku," pinta Ziko dengan raut wajah kesal karena merasa cemburu, Alvin yang hendak memegang tangan Ayumi untuk mengecek denyut nadinya, tapi tatapan Ziko seketika menjadi garang, hingga Alvin tidak jadi memegang tangan Ayumi dan dia hanya diam sambil menghela nafas dengan sabar.


Lagi-lagi Alvin di buat pusing oleh kelakuan Ziko yang tidak lain adalah teman dekatnya.

__ADS_1


"Zik, lalu bagaimana aku memeriksa? Jika aku tidak boleh menyentuh istrimu? Bagaimana aku memeriksanya?" Alvin bertanya dengan sorot mata tajam.


"Kamu kan bisa panggil Dokter perempuan, setidaknya aku tidak mau kamu menyentuh istriku sedikit saja!" titah Ziko, dan Ayumi hanya bisa menghela nafas panjang karena harus melihat suaminya yang suka sekali cemburu berlebihan. "Mas Ziko, kamu itu membuatku malu di depan Dokter Alvin," batin Ayumi dalam hatinya.


Ayumi tiba-tiba menarik tangan Ziko dengan hati-hati, lalu menggenggamnya dengan erat.


"Mas, Dokter Alvin hanya ingin memeriksaku saja, mas duduk ya. Biarkan Dokter Alvin memeriksaku," tutur Ayumi dengan tatapan mata begitu lembut.


"Vin, kamu hubungi Dokter perempuan sekarang! Aku tidak mau tahu," kata Ziko dengan sorot mata yang masih terlalu cemburu.


"Baiklah," jawab Alvian dan Alvin langsung menghubungi salah satu Dokter perempuan yang tidak lain adalah rekan kerjanya di rumah sakit.


Setelah menghubungi rekan kerjanya, kembali menatap Ayumi dengan tatapan lembut.


"Entah kapan terakhir kali kita ketemu," kata Alvin seraya tersenyum manis pada Ayumi.


Jadi beberapa waktu lalu waktu Ayumi masih sekolah SMA, dia tidak sengaja menjenguk teman sekelasnya yang sakit dan di rawat di rumah sakit. Dan waktu di rumah sakit, Ayumi tidak sengaja menabrak tubuh kekar Alvin, dan karena kejadian itu Alvin akhirnya mengajak Ayumi makan di kantin rumah sakit hingga Ayumi yang niatnya menjenguk teman sekelasnya itu akhirnya malah makan berdua di kantin dengan Dokter Alvin.


Melihat tatapan lembut Alvin, Ziko semakin tidak suka dan terlihat Ziko tampak gusar.


"Terus tatapan sampai mata kalian bintitan," sindir Ziko secara halus.


"Zik, kapan kamu menikahi gadis cantik ini?" tanya Alvin, terlihat sorot mata Alvin semakin dalam menatap wajah cantik Ayumi.


"Sudah lama, kamu berhentilah menatap istriku dengan tatapan menjijikkan seperti itu! Atau aku akan mencongkel kedua bola matamu saat ini juga?" ancam Ziko dengan tatapan sinis.


"Hanya menatap saja, aku tidak bisa memilikinya," kata Alvin dengan perasaannya.


"Waktu pertama kali aku melihatmu, aku langsung menyukaimu tapi siapa yang menyangka kalau ternyata gadis kecil yang aku suka ini adalah istri dari Ziko yang tidak lain adalah teman dekatku," batin Alvin dalam hatinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu juga jangan pernah bersikap manis pada laki-laki itu!" pinta Ziko dengan manja, dia langsung memeluk Ayumi di hadapan Alvin dengan erat.


Alvin hanya bisa garuk-garuk kepala, beginikah nasib sebagai jomblo dan laki-laki yang pernah menyukai gadis yang sudah sah menjadi istri teman dekatnya.


"Mas, aku mengenal Dokter...."


"Hush tidak perlu kamu ceritain, aku tidak mau mendengarnya." Ziko langsung menutup mulut Ayumi dengan jari telunjuknya.


Alvin geleng-geleng kepala, dalam hatinya, dasar Tuan Bucin, Ziko ternyata sudah mulai gila.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Dokter yang di hubungi oleh Alvin datang dan benar yang datang adalah Dokter perempuan sesuai permintaan Ziko.


"Dokter Ana, tolong periksa pasien ini! Karena suaminya yang terlalu pencemburu akut itu takut sekali kalau aku memegang tubuh mulus istrinya," terang Alvin sambil menatap Ziko.


Dokter Ana mengangguk dan langsung memeriksa kondisi Ayumi, setelah beberapa lama melakukan pemeriksaan Dokter Aja tersenyum pada Ayumi dan Ziko.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Ziko dengan rasa kawatir.


"Istri anda hamil tuan, kandungannya sudah jalan 6 minggu," jawab Dokter Ana dengan nada lembut.


Ziko tersenyum senang, tanpa berkata-kata apapun, Ziko langsung memeluk Ayumi dan memberikan Ayumi banyak ciuman di wajah cantiknya di hadapan Dokter Alvin dan Dokter Ana. Sungguh kedua Dokter yang masih jomblo ini hanya bisa ngiler melihat pemandangan yang ada di hadapannya mereka saat ini.


"Sayang, kamu hamil....." kata Ziko dan kembali memberikan ciuman kali ini pada perut Ayumi yang masih terlihat rata.


Ayumi terdiam, dia masih belum percaya jika dirinya sedang hamil.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2