Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Ancaman Ziko


__ADS_3

Ziko menghentikan mobilnya di halaman rumahnya, lalu dia buru-buru masuk ke dalam rumahnya, ada Pak Han saja Ziko tidak menyapa Pak Han, mungkin kali ini yang ada di otaknya ini hanya Ayumi dan Ayumi saja, iya gadis oon yang telah dia nikahi beberapa waktu lalu.


Ziko masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu kamar lebih dulu.


Saat melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, Ziko melihat Ayumi hanya duduk sambil diam saja.


"Gadis oon...." panggilnya.


Ayumi menoleh, dia anak terkejut karena tumben sekali di siang bolong seperti ini Ziko sudah pulang ke rumah.


"Apa dia pulang untuk kembali mengacak-acakku lagi? Sungguh, aku masih lelah," gumam Ayumi dalam hatinya.


Ziko yang seolah-olah bisa membaca expresi Ayumi, dia langsung geleng-geleng kepala.


"Apa kamu sedang memikirkan hal m*s*m? Cepat sekali otakmu dalam memikirkan hal penuh kem*s*man," celetuk Ziko membuat pipi Ayumi seketika menjadi merah merona karena malu.


"Kenapa Tuan Muda pulang di saat masih siang bolong seperti ini?" tanya Ayumi, agak gugup.


"Apa salahnya? Aku ini bos, lagian aku mau pulang jam berapa pun ya itu suka-suka aku," terang Ziko lalu dia duduk di sebelah Ayumi.


Ziko melihat ke arah meja rias, dia menghela nafas kesal karena melihat kartu ATM yang diberikan oleh Ayumi masih berada di tempat yang sama.

__ADS_1


"Apa kamu tidak menggunakan kartu ATM yang aku berikan dengan baik?" tanya Ziko, sorot matanya begitu tajam seperti singa yang hendak menerkam mangsanya.


Ayumi menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Seketika Ziko menatap Ayumi dengan gemas sambil kembali menggelengkan kepalanya.


"Apa perlu aku ajari cara menghabiskan uang suamimu dengan baik?" tanya Ziko, yang lagi-lagi tanpa sadar menyebut dirinya dengan sebutan suami.


"Tuan, apakah boleh saya mentransfer uang ke mama saya saja?" tanya Ayumi penuh hati-hati.


"Tidakkkk.....!!!" jawab Ziko dengan suara menyentak dan tatapan matanya terlihat begitu marah.


"Berani kamu mentransfer uang ke wanita j*l*ng itu, maka aku tidak akan segan-segan menyakitimu, bahkan jika perlu setiap hari aku berbuat kasar padamu, jangan pernah membantah apa yang aku katakan!" sambung Ziko dengan tegas.


"Tapi....."


"Kamu tidak mau mendengarkan apa kata suamimu? Maka angkat kaki dari rumahku, wanita j*l*ng itu juga tidak akan menerima kamu kembali ke rumahnya." Ziko langsung memotong kata-kata Ayumi.


Ayumi hanya diam, dalam hatinya bicara, benar apa kata suaminya untuk apa aku memberikan uang pada mama yang sudah tega menjual ku yang masih kecil ini.


"Baiklah Tuan, aku tidak akan mengirim uang pada mamaku," jawab Ayumi dengan nada lembut.

__ADS_1


"Awas saja jika kamu berani melakukannya, maka aku akan mematahkan tanganmu." Ziko mengancam Ayumi, berharap Ayumi tidak macam-macam di belakang dirinya.


Ayumi mengangguk, dia membayangkan jika tangannya patah, maka dia tidak akan punya tangan lagi, Ayumi pun merasa takut dalam hatinya.


"Gantilah pakaianmu...." titah Ziko masih dengan suara kesal.


"Apa ada yang salah dengan pakaian aku?" tanya Ayumi dengan begitu polosnya.


"Gadis oon, aku menyuruh kamu ganti pakaian, bukannya menjawab apa yang aku perintahkan, apa...." belum sempat Ziko melanjutkan kata-katanya, buru-buru Ayumi beranjak dari tempat duduknya untuk berganti pakaian.


Setelah beberapa lama akhirnya Ayumi selesai berganti berganti pakaian.


"Aku sudah ganti pakaian, tuan." Kata Ayumi.


"Ikut denganku...!!" ajak Ziko, main tarik tangan Ayumi dengan kasar.


"Mau kemana?" Ayumi lagi-lagi bertanya, kali ini Ayumi merasa kesal karena Ziko menarik tangannya dengan kasar.


"Mau mengajarimu cara menghabiskan uang, sudah jangan banyak tanya," sahut Ziko tegas.


Kini Ziko dan Ayumi sudah naik ke mobil, Ziko juga langsung menyalakan mesin mobilnya, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2