Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Kenapa harus berbeda?


__ADS_3

Detik demi detik jam demi jam Ayumi lalui dengan banyak bengong, mungkin dia mikirin sang mama yang begitu tega pada dirinya.


"Kenapa, harus berbeda? Bukankah aku sama Kak Sisil, sama-sama anak mama?"


"Kak Sisil dari dulu hidupnya di manja sedangkan aku sedikitpun tidak pernah di manja oleh mama."


Ayumi terdiam, nasibnya memang tidak sebaik dan sebagus kakak perempuannya itu, sejak kecil Ayumi sudah di suruh kerja oleh mamanya dan sekarang di saat dirinya baru saja lulus SMA sudah di jual oleh mamanya.


Orang tua macam apa Erina ini? Hanya orang tua laknat yang begitu tega pada anak sendiri.


Ayumi melihat kembali kartun ATM yang ada di atas meja rias, dia berpikir apakah aku gunakan kartu ATM itu untuk mentransfer uang pada mama saja? Itu yang ada di otak Ayumi.


Ziko di kantor sedang di sibukkan dengan pekerjaannya, tapi sekali-kali dia mengingat Ayumi dengan senang hati.


"Apa gadis oon itu sudah menggunakan kartu ATM ku?"


"Aku berharap dia mengunakannya dengan baik, dia juga ingin kuliah, aku harap dia juga menggunakan kartu ATM itu untuk biaya kuliahnya."


"Ziko, kenapa kamu tidak bicara langsung saja pada gadis itu? Kenapa, harus penuh teka-teki seperti ini?" batin Ziko dalam hatinya.


Sekilas Ziko hanya tersenyum kecil, mungkin untuk saat ini Ziko masih ragu dengan perasaan yang ada di hatinya saat ini, bahkan Ziko menganggap apa yang ada di hatinya saat ini adalah rasa belas kasian untuk Ayumi tidak lebih.


Miko yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dia tercengang melihat saudaranya itu senyam-senyum sendiri seperti orang tidak waras.

__ADS_1


"Kak, apa kakak sudah mulai tidak waras?" tanya Miko, sambil menaruh berkas-berkas yang dia bawah di atas meja kerja Ziko.


"Apa, perlu aku antar ke Dokter kak? Aku takut gilanya kakak semakin parah," sambung Miko sambil terus menatap Ziko.


"Aish, aku rasa kamu yang perlu aku bawah ke rumah sakit jiwa Mik," sahut Ziko malas.


"Kenapa jadi aku? Bukannya yang dari tadi senyam-senyum tidak jelas itu Kak Ziko," gumam Miko dengan suara pelan.


Setelah Miko menaruh berkas-berkas yang dia bawah di atas meja kerja Ziko, Miko hendak keluar dari dalam ruangan Ziko, tapi belum sempat Miko melangkahkan kakinya keluar suara Ziko terdengar nyaring di kedua telinganya.


"Mik, aku belum mengusirmu, siapa yang menyuruhmu untuk pergi?" kata Ziko, lalu Miko kembali berputar balik dan kini dia duduk di kursi yang terhalang oleh meja kerja Ziko.


"Apakah ada perintah lain kak?" tanya Miko dengan raut wajah malas.


"Panggil aku Tuan Muda saat di kantor, atau aku akan memotong gajianmu 75 persen," ancam Ziko membuat Miko merasa takut.


Miko adalah laki-laki tampan dan sangat lucu, dia tidak segalak dan sedingin Ziko, dia punya hati yang lembut dan sangat mengayomi para perempuan, apalagi perempuan yang sedang patah hati, Miko lah jagonya mengobati patah hati.


"Baiklah Tuan Muda, demen sekali memotong gajianku, entah kapan aku bisa menikah jika Tuan Muda terus-terusan memotong gajianku, kenapa kejam sekali dunia ini," celoteh Miko yang sudah seperti burung beo sedang lapar.


Ziko yang mendengar celotehan Miko, dia hanya tertawa dalam hatinya. "Kekasih saja tidak punya, sok-sokan mau menikah?" Ziko tertawa dalam hatinya.


"Mik, katakan padaku, seperti apa rasanya jatuh cinta yang sesungguhnya?" tanya Ziko, seketika Miko menatap Ziko dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Jatuh cinta yang sesungguhnya! Bukankah dulu Tuan Muda pernah jatuh cinta," terang Miko sambil terkekeh.


Ziko mendengus kesal, mungkin dia pernah menyukai seorang wanita beberapa tahun lalu hanya saja Ziko tidak tahu, dia mencintai wanita itu atau tidak?


"Aish, itu hanya masa lalu, lagian aku dengan dia juga tidak pernah pacaran," jelas Ziko.


"Tapi wanita itu bilang, kalian sempat menjalin hubungan," sambung Miko semakin kepo.


"Itu tidak benar, katakan padaku, bagaimana rasanya saat sedang jatuh cinta?" tanya Ziko, dengan tatapan mata begitu serius.


Miko menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, seorang Ziko laki-laki yang disukai oleh banyak wanita, dia bahkan tidak tahu rasanya jatuh cinta itu seperti apa?


"Tuan Muda, saat kita merasakan jatuh cinta pada seseorang pasti hati kita akan berdebar kencang saat ada di samping orang itu," jelas Miko. Iya menurut Miko jatuh cinta itu seperti itu.


Seketika Ziko terdiam, dia memikirkan apakah dirinya merasakan debaran di hatinya saat dekat dengan Ayumi? Rasanya ingin cepat-cepat pulang untuk memastikan semuanya.


Tanpa menunggu jawaban Miko selanjutnya, Ziko bergegas dari tempat duduknya dan dia meninggalkan ruangannya begitu saja, bahkan dia juga meninggalkan Miko yang masih ada di dalam ruangannya.


"Mau kemana dia?"


"Menanyakan tentang percintaan, tumben sekali."


Miko yang tidak mau memikirkan masalah kakaknya ini, dia lebih memilih untuk keluar dari dalam ruangan Ziko.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2