
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Ayumi sudah bangun dari tidurnya dari tadi karena malam ini ada acara, Ayumi segera besiap-siap karena tidak mau membuat Ziko sampai marah pada dirinya.
Ayumi yang sudah mandi, kini dia sudah cantik dengan dress cantik berwarna putih tulang, Ayumi memcepol rambutnya keatas dan di buat sedikit berantakan, lalu Ayumi memberikan hiasan manik-manik berbentuk bunga di atas kepalanya.
Riasan wajah yang begitu natural, membuat Ayumi malam ini terlihat begitu cantik dan mempesona.
"Kamu sudah siap?" tanya Ziko, tanpa sadar dia menyebut Ayumi dengan sebutan kamu padahal biasanya manggilnya gadis oon.
"Sudah tuan," jawab Ayumi singkat.
"Baiklah, kita berangkat sekarang!" Ziko meraih tangan Ayumi, lalu mengandeng tangan Ayumi untuk menuju ke mobilnya.
Kini mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil dan mereka siap untuk pergi ke acara kantor Ziko.
*****
Di saat Ayumi sedang menikmati hidupnya bersama Ziko, di rumah Ayumi terlihat Erina dan Sisil yang tampak tidak bahagia.
Erina seperti merasa frustasi karena ATM berjalannya sudah tidak mentransfer uang lagi pada dirinya, sedangkan Sisil juga tidak bisa apa-apa karena Erina yang terlalu memanjakan Sisil selama ini.
"Jika aku terus-terusan dirumah, maka aku tidak bisa menikmati hidup," kata Erina seraya berpikir dia harus ngapain untuk saat ini?
"Memangnya mama ngapain?" tanya Sisil, seharian ini dia hanya sibuk dengan ponsel miliknya.
__ADS_1
"Cari duitlah, jika mama tidak cari duit, kita mau hidup pakai apa? Kita mau makan juga butuh duit," jawab Erina ketus.
"Mama galak sekali pada Sisil," kata Sisil sambil memasang wajah sedih tapi Erina malah menatapnya malas pada anaknya itu.
"Sudahlah Sil, ini bukan waktunya untuk manja-manjaan, sekarang mama mau pergi cari uang, buat bayar uang kuliahmu juga, kamu tidurlah mama pasti akan pulang pagi," tutur Erina lagi-lagi dengan ketus.
Sisil hanya mengangguk pelan, dia tidak tahu harus bagaimana? Karena memang selama ini ya hidupnya hanya bermain ponsel saja.
Erina pergi meninggalkan Sisil begitu saja, dia langsung pergi menuju ke club malam yang biasa digunakan untuk manggal untuk mencari para laki-laki hidung belang disana.
*****
Kini di sebuah hotel mewah milik Atdmaja Group sedang ada pesta yang begitu meriah, iya karena pesta malam ini dihadiri oleh para pengusaha ternama.
Ziko dan Ayumi bergandengan mesra masuk ke dalam gedung, bahkan semua mata para tamu tertuju pada Ayumi dan Ziko.
"Baru pertama kali Ziko mengandeng seorang gadis ke acara kantor," sambung Rayan.
"Pertama kali yang dibawa kali, yang di belakangnya pasti ada banyak gadis yang lainnya," timpal Vin dengan raut wajah tidak suka.
Ziko terus mengandeng tangan Ayumi, mereka berdua menyapa para tamu dengan begitu ramah.
Miko yang sudah datang lebih dulu, dia juga terlihat kaget melihat bos sekaligus kakaknya ini membawa seorang gadis cantik ke acara kantornya.
__ADS_1
"Tidak biasanya, Kak Ziko membawa seorang gadis," gumam Miko dengan suara pelan.
Ziko yang baru saja menyapa beberapa tamu yang datang malam ini, dia tiba-tiba menatap malas ke arah Miko.
"Apa mata Miko minta di colok, dia melihat istriku tidak berkedip sama sekali," batin Ziko. Melihat Miko menatap Ayumi dengan tatapan yang menurutnya menyebalkan rasanya ingin sekali mencolok kedua mata Miko.
"Disini, banyak sekali laki-laki tampan," celetuk Ayumi dengan begitu polosnya.
Ziko yang mendengar celetukan Ayumi itu, dia terlihat begitu kesal. "Ini apalagi? Dia berani memuji laki-laki lain tampan di hadapanku," batin Ziko dalam hatinya.
"Jangan mulutmu! Jangan memuji laki-laki lain di hadapanku!" ketus Ziko, membuat Ayumi mengangguk pelan. "Aduh ini mulut tidak bisa di jaga sekali," batin Ayumi dalam hatinya.
Kini Ziko kembali mengajak Ayumi menemui para tamu yang lainnya, tiba-tiba Miko datang menghampiri mereka.
"Aish cantik sekali..."
"Kak, kenalkan gadis cantik itu padaku!" pinta Miko sebagai seorang adik.
Seketika Ziko langsung menatap Miko dengan tatapan begitu garang.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1