Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Hukuman yang setimpal


__ADS_3

Kini satu minggu telah berlalu, pagi yang cukup terang tiba-tiba ada yang datang ke rumah Ziko.


Ziko yang sedang duduk, ia beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu rumahnya, karena ia tahu siapa yang datang pagi ini?


"Ceklek...."


"Masuklah pak...."


"Ibu Erika nya ada?"


"Sebentar pak, saya panggilkan mama saya dulu."


Belum sempat di panggil, Erika keluar dari dalam kamar, Ayumi juga sama baru keluar dari dalam kamar. "Ada polisi, ada apa?" batin Ayumi dalam hatinya.


"Kenapa ada polisi?" gumam Erika dengan suara lirih.


"Itu mama saya pak, silahkan tangkap saja pak!" ujar Ziko, seketika Erika kaget. "tangkap, memang aku salah apa?" tanya Erika bingung.


"Ikut kita ke kantor bu...!!"


"Tapi saya salah apa?"


"Ibu sudah melakukan percobaan pembunuhan pada menantu ibu dan calon anaknya yang masih ada di dalam perutnya," jelas salah satu polisi dengan tegas.

__ADS_1


"Aku tidak melakukan itu....."


"Pak, semua bukti sudah saya berikan pada bapak, lakukan saja sesuai proses hukum, berikan juga hukuman yang setimpal," kata Ziko membuat Erika menatap Ziko dengan tajam.


"Zik, kamu ini apa-apaan?" teriak Erik, kini kedua tangannya sudah di brogol.


"Mama, bukankah mama sudah melihat sendiri rekaman CCTV nya, terus mama masih bilang ini apa-apaan?" sentak Ziko dengan lantang, membuat Erika terdiam.


"Oh iya pak, penjahat satunya juga sudah bapak tangkap?" tanya Ziko.


"Sudah pak, Nona Monika sudah berada di mobil," jawab salah satu polisi.


Erika langsung dibawa pergi dari rumah Ziko, ia bertriak meminta Ziko melepaskannya tapi Ziko tidak akan melakukan itu, karena biar bagaimanapun yang di lakukan oleh mamanya adalah sebuah kejahatan, jika ia biarkan pasti akan terulang kembali entah dengan cara apalagi? Jadi lebih baik mamanya di hukum sesuai dengan hukum yang berlaku.


Monika juga sudah di tangkap polisi, dengan laporan yang sama percobaan pembunuhan.


"Mas ini ada apa?" tanya Ayumi penasaran.


"Beberapa waktu lalu, waktu kamu masuk ke rumah sakit, itu semua karena perbuatan mama dan Monika, jadi mas ingin mereka mendapatkan hukuman yang setimpal," jawab Ziko dan ia langsung menarik Ayumi masuk ke dalam pelukannya.


"Mas, haruskah mas melakukan itu? Kasian mama mas, kan aku juga baik-baik saja," ujar Ayumi dengan nada lembut.


"Biarkan sayang, biar mama juga taubat," jelas Ziko dan Ayumi mengangguk, ia tidak bisa melawan suaminya karena takut dosa, jadi ia hanya menurut saja.

__ADS_1


*****


Dikantor polisi, Erika dan Monika sedang di sidang oleh polisi dan tentunya mereka mendapatkan banyak pertanyaan.


Monika dan Erika terus menangis, mereka tidak tahu akan seperti apa hidupnya untuk selanjutnya?


Kini Ziko dan Ayumi bisa duduk manis sambil menikmati flim drama romantis berdua, sambil mengelus-elus perut Ayumi yang sudah semakin besar Ziko tersenyum mesum.


"Sayang, setelah benih kita yang ini tumbuh, kita langsung bercocok tanam lagi ya," ujar Ziko dengan nakal.


Seketika Ayumi menatapnya dengan kesal, dasar laki-laki enak tinggal nusuk, tidak merasakan hamil, menyusui, jadi seenaknya saja ngajakin bercocok tanam.


"Mas, kamu itu ih...." omel Ayumi.


"Mas pingin punya anak banyak, seperti kata papa mertua, biar rumah kita rame," ujar Ziko tidak berhenti berusaha.


"Dasar kamu ini mas, kita pikirkan itu nanti!" pinta Ayumi, satu saja masih belum jebrol, malah bapaknya sudah mikirin produksi lagi.


Di tengah-tengah candaan mereka yang cukup mesum, itu membuat Ziko langsung mengajak Ayumi ke kamar dan di dalam kamar mereka tidak melanjutkan obrolan mereka, melainkan mereka bermain perang-perangan di atas kasur dengan nikmat.


Sungguh mereka adalah dua sejoli yang di satukan oleh takdir, ya biarpun awalnya Ayumi hanya seorang gadis bayaran, tapi akhirnya mereka istri sah yang sesungguhnya.


Kehidupan mereka juga selalu diwarnai dengan kebahagiaan, ya meskipun banyak cobaan tapi mereka bisa menghadapinya dengan baik.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2