Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Pernikahan kalian tidak sah


__ADS_3

"Katakan dengan jujur atau kalian mau aku membuat menderita selamanya?" ancam Ziko, dia yakin kalau kedua wanita di hadapan nya ini sudah melakukan hal jahat pada istri kecilnya.


"Kita....."


Sisil terlihat gemetaran, Erina juga dari tadi terus menggenggam tangan Sisil dengan kuat. "Sudahlah, katakan saja dengan jujur!" batin Erina dalam hatinya.


"Ayumi minta untuk kuliah, tapi saya menolak untuk menguliahkan dia," jelas Erina kali ini begitu santai.


"Hanya itu?" Ziko kembali menyentak Erina dengan sorot mata tajam.


"Iya hanya itu, lagian untuk apa kuliah? Kuliah itu tidak terlalu penting, apalagi anak itu juga sudah menghasilkan banyak uang," terang Erina dengan lantang.


Seketika Ziko refleks dan hampir saja mengangkat tangannya untuk men*mp*r pipi mulus Erina. Tapi Ziko berusaha menahan amarahnya, lalu dia menatap Erina dengan sorot mata tajam.


"Mulai sekarang, aku tidak akan mengirimkan uang lagi pada kalian. Ingat, jangan pernah membuat Ayumi menangis lagi, jika itu sampai terjadi lagi, maka aku akan membuat kamu menderita selamanya!" tandas Ziko dengan tegas.


"Tidak bisa seperti itu, aku sudah menjual Ayumi pada tuan, tapi jika tuan tidak transfer uang lagi padaku maka aku akan mengambil Ayumi dari tuan," ancam Erina yang diiringi tatapan penuh kemenangan.


Sisil mengangguk, dia sangat yakin kalau mamanya ini akan menang melawan Ziko.


"Lakukan saja! Karena, selamanya kamu tidak akan bisa mengambil Ayumi dariku, karena aku sudah menjadikan dia sebagai istri sah ku....!" Jawab Ziko, terlihat senyum manis Ziko di sudut bibirnya.

__ADS_1


Erina terkejut, bagaimana bisa Ziko menikah Ayumi? Apalagi tidak izin dari dirinya, itu yang di pikiran oleh Erina.


"Omong kosong apa yang sedang tuan bicarakan?" tanya Erina, sambil tertawa tidak percaya.


"Aku bicara kenyataan, sekarang Ayumi sudah sah menjadi istriku, jadi aku harap kamu dan anakmu ini tidak lagi menganggu istriku atau aku akan membuat kalian menerima akibatnya," jawab Ziko dengan tegas. Ziko tidak akan membiarkan Ayumi menangis, apalagi menangis karena wanita j*l*ng yang ada di hadapannya saat ini.


Sisil dan Erina masih sama-sama tidak percaya. "Dasar anak kurang ajar bisa-bisanya, dia menikah tanpa memberitahu padaku," batin Erina dalam hatinya.


"Kalian menikah tanpa meminta izin dariku, maka pernikahan itu tidak sah!" terang Erina dengan suara lantangnya.


"Aku tidak perduli, Erina aku tahu semua kartu As kamu, aku juga tahu tentang Ayumi yang selama ini kamu sembunyikan dariku, aku ini Ziko Atdmaja, aku bisa membongkar rahasia orang dengan hitungan hari," lawan Ziko, bahkan Ziko membanggakan dirinya di hadapan Erina dan Sisil.


Erina terdiam, dia lupa kalau Ziko ini Tuan Muda yang bisa melakukan apa saja, jika hanya mencari tahu tentang Ayumi dan dirinya, pasti Ziko akan melakukan semua itu dengan muda dan tentunya Ziko punya mata-mata dimana-mana.


Sisil hanya diam, Erina juga sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


Ziko bergegas pergi meninggalkan rumah minimalis milik Erina, lalu dia langsung pergi mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.


Di perjalanan menuju ke rumah, Ziko berusaha menenangkan hatinya, Ziko berusaha mengatur dirinya agar terlihat baik-baik saja dan tentunya tidak mau menunjukkan apa-apa di hadapan Ayumi nanti.


Erina dan Sisil masuk ke dalam rumah mereka, mereka yang tadinya hendak pergi shopping ini mereka malah sama-sama terdiam memikirkan masalah yang ada, bagaimana jika Ziko tidak mentransfer mereka lagi? Itu yang ada di pikiran Erina dan Sisil.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Ziko sampai di rumahnya, Ziko kembali mengatur dirinya agar terlihat tenang dan Ziko langsung masuk ke dalam rumah.


Ziko melihat ke sekeliling sudut rumahnya tapi dia tidak melihat sosok gadis oon yang sedang di cari.


"Tuan, Nona Ayumi ada di kamar..." kata Pak Han tiba-tiba, sekilas Pak Han tersenyum kecil melihat sang majikan tiba-tiba menjadi gugup..


"Ach, siapa juga pak yang mencari gadis itu?" elak Ziko, padahal mah di hati tidak seperti itu nyatanya.


Pak Han hanya tersenyum kecil, lalu Ziko buru-buru pergi menuju ke kamarnya, Ziko membuka pintu kamarnya, dia melihat Ayumi sedang duduk sambil menonton televisi.


Mendengar suara pintu terbuka, Ayumi menoleh ke arah pintu.


"Tuan muda, kamu darimana?" tanya Ayumi, melihat Ziko sudah duduk di tepi ranjang.


Ziko melepaskan sepatunya, dia terdiam sejenak, haruskah dia mengatakan kalau dia dari rumah Ayumi dan bertemu dengan Erina dan Sisil?


"Tuan muda, kamu darimana? Ayumi kembali bertanya, kali ini nada bicaranya begitu hati-hati.


"Aku......"


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2