Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Masih sama-sama ragu


__ADS_3

"Aku harus bertemu dengannya," kata Miko ia sudah memegang gagang pintu juga.


Akankah mereka membuka pintu kamar hotel mereka masing-masing secara bersamaan?


Selin memejamkan matanya, ia sungguh tidak punya keberanian untuk membuka gagang pintu yang sudah ia pegang itu.


"Ceklek......" pelan-pelan Miko membuka pintu kamar hotelnya, ia melihat ke pintu kamar Selin. "Haruskah, aku mengetuk pintu kamar gadis pakaian kurang bahan ini?" batinnya dalam hati.


Dalam hati Miko, jika aku mengetuk pintu kamar gadis pakaian kurang bahan ini, entah apa yang akan di pikirkan oleh dia?


Miko masih terdiam, tersimpan keraguan yang cukup dalam di dalam hatinya.


"Apa aku harus membuka pintu kamar ini?" Selin masih berperang dengan dirinya sendiri, Selin juga terlihat untuk membuka pintu kamarnya. "Jika aku mengetuk pintu kamar Miko di jam segini, apa yang akan dia pikirkan tentangku?" batin Selin dalam hatinya.


Miko cukup lama menatap pintu kamar hotelnya Selin, tanpa berpikir panjang Miko kembali masuk ke dalam kamarnya karena ia tidak punya keberanian untuk mengetuk pintu kamar gadis pakaian kurang bahan itu.


Miko menutup kembali pintu kamarnya, lalu ia duduk di belakang pintu.


Di saat Miko sudah kembali masuk ke dalam kamar hotelnya.


"Ceklek....." Selin memberanikan dirinya membuka pintu kamarnya, ia melihat pintu kamar Miko masih tertutup rapat. "Apa dia sudah bangun jam segini?" tanyanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sel, jangan sampai mengetuk pintu kamarnya, jika itu sampai terjadi, pasti Miko akan berpikir kalau kamu adalah perempuan murahan," batin Selin dalam hatinya.


Selin menundukkan kepalanya, ia mundur secara teratur untuk kembali masuk ke dalam kamarnya.


Setelah masuk ke dalam kamar hotelnya, Selin duduk di belakang pintu.


"Mik....jika aku menyukaimu, apakah kamu mau menerimaku untuk menjadi kekasihmu?" tanya Selin pada dirinya sendiri.


Miko juga sama ia duduk di belakang pintu, kali ini hati dan pikirannya sedang berperang satu sama lain.


"Apa aku sungguh benar-benar jatuh cinta kembali?" tanya Miko pada dirinya sendiri.


*****


Pagi yang cerah telah datang, Ayumi perlahan-lahan membuka kedua matanya, ia melihat suaminya masih tertidur nyenyak, mungkin karena kelelahan.


"Cup..." dengan lembut Ayumi memberikan ciuman lembut di pipi Ziko, iya Ziko bisa merasakan itu, Ziko pun perlahan-lahan membuka kedua matanya.


"Sekarang sudah berani nakal," celetuk Ziko, membuat pipi Ayumi seketika menjadi merah merona karena malu.


"Mas, kamu sudah bangun, aku mandi dulu," elak Ayumi sambil menahan rasa malunya, padahal sudah sah menjadi suami istri tapi entah kenapa rasanya malu sekali. "Yumi, kenapa kamu begitu nakal," batin Ayumi dalam hatinya.

__ADS_1


Tidak biasanya Ayumi berani berbuat nakal pada Ziko. Dan ini adalah pertama kalinya ia berani berbuat nakal, eh malah ketahuan sama Ziko.


"Tidak usah mandi...!!" Ziko menarik tangan Ayumi, di saat kedua kakinya sudah turun dari atas ranjang tempat tidur, Ayumi menoleh pelan ke Ziko yang masih berbaring di atas tempat tidur.


"Mas, aku mau mandi dulu..." kata Ayumi dengan nada gugup.


Tiba-tiba Ziko menarik tangan Ayumi agar Ayumi lebih mendekat pada dirinya. "Mandi nya nanti saja, setelah ini....!!" bisik Ziko di telinga Ayumi.


"Haah... maksudnya, setelah ini apa mas?" seketika Ayumi memasang raut wajah polos, membuat Ziko tersenyum gemas.


"Sini biar mas kasih tahu.....!!" bisik Ziko semakin jail.


Ayumi menurut, ia mendekatkan dirinya pada tubuh kekar Ziko.


"Apa mas...?" tanya Ayumi masih dengan raut wajah polosnya.


"Sayang, ayo kita.....!!"


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2