Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Orang kaya serba bisa


__ADS_3

Pagi yang cerah datang Ayumi perlahan-lahan membuka kedua matanya, Ayumi melihat di sampingnya ternyata suaminya sudah tidak ada di sampingnya.


"Mas Ziko kemana....?"


Ayumi membenarkan posisinya menjadi duduk, lalu beranjak dari tempat tidur dan pergi menuju ke kamar mandi.


"Tok...tok...."


"Mas Ziko, kamu ada di dalam?"


Ayumi berulang kali mengetuk pintu kamar mandi, tapi tidak ada sahutan dari dalam sana, lalu Ayumi membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci.


"Tidak ada orang, Mas Ziko kemana?"


Ayumi kembali menutup pintu kamar mandi, lalu dia terdiam sejenak. "Apa Mas Ziko pergi meninggalkan aku begitu saja?" batin Ayumi dalam hatinya.


Ayumi kembali terdiam, hati dan otaknya langsung berperang dengan rasa takut dan rasa kawatir.


Sudah semalam habis di bolak-balik seperti gorengan tempe, terus paginya di tinggal pergi begitu saja, ya wanita mana yang tidak merasa takut?


"Jika benar Mas Ziko meninggalkan aku begitu saja, maka aku tidak akan pernah memberikan......"


"Memberikan apa?"


"Apa kamu mau memberikan sesuatu pada laki-laki lain?"

__ADS_1


Ziko sudah berdiri tepat tidak jauh dari tempat Ayumi saat ini berdiri, mendengar suara sang suami Ayumi langsung menoleh dengan cepat.


Ayumi tercengang tapi dia juga langsung tersenyum melihat suaminya ada di hadapan dirinya.


"Mas kamu darimana?" Ayumi berlari, lalu dengan erat dia memeluk Ziko.


"Sayang, mas hanya memasak di dapur, apa kamu takut kehilangan mas?" jawab Ziko, dengan jailnya dia menggoda Ayumi, lalu mengecup kening Ayumi dengan lembut.


Ayumi melepaskan dirinya dari pelukan Ziko, lalu matanya dengan polos menatap mata Ziko.


"Mas, apa kamu dari dapur restoran yang ada di hotel ini? Sungguh, orang kaya itu memang serba bisa," kata Ayumi dengan rasa kagum untuk suaminya.


Ziko menggelengkan kepalanya, lalu dia mengandeng tangan Ayumi dengan lembut.


"Di kamar ini ada ruangan khusus dapur sayang, mas sengaja mendesainnya sendiri dulu, aku tunjukkan ya." Ziko mengajak Ayumi masuk ke dalam dapur yang ada di dalam kamar hotel pribadi Ziko, dan yang membuat Ayumi semakin kagum tidak percaya, pintu dapur itu berada di belakang lemari pakaian milik Ziko.


"Sungguh, orang kaya itu serba bisa ya mas, lemari saja geser sendiri, coba kalau orang miskin ya kalau lemarinya mau di pindahkan ya di angkat dulu, harus di gotong bareng-bareng waktu mau mindahinnya," celoteh Ayumi dengan begitu polosnya.


"Kamu terlalu bawel istriku, apa harus aku memakanmu lagi pagi ini?" Ziko menggoda Ayumi seraya mencubit kedua pipi Ayumi dengan lembut.


Ayumi dengan cepat menggelengkan kepalanya, bekas semalam saja masih terasa, ini mau di goreng lagi, dasar Ziko laki-laki mesum.


Ziko melepaskan tangannya dari kedua pipi Ayumi, lalu mengajak Ayumi ke meja makan yang ada di dekat di dapur.


"Ayo sarapan.....!!"

__ADS_1


"Tapi, aku belum mandi mas."


"Tidak perlu mandi, kamu tetap cantik kok."


Ziko lagi-lagi menggoda Ayumi, membuat Ayumi geleng-geleng kepala, bisa-bisa dia semakin jatuh cinta pada Tuan Ketus yang pernah dia benci dulu.


"Terus saja mengombal mas," cibir Ayumi dengan jail.


"Tidak ah, mas takut istri mas pingsan kalau mas gombalin terus." Ziko balik mencibir Ayumi.


Dua sejoli ini pagi-pagi sudah membuat pasangan yang lainnya iri, untung saja mereka hanya berdua coba kalau ada jomblo yang menyaksikan kemesraan mereka pasti ngeces gara-gara tidak punya ayang.


Kini Ziko dan Ayumi sarapan berdua dengan masakan yang di masak oleh Ziko tadi waktu Ayumi masih tidur.


"Mas, ternyata kamu bisa masak..." Ayumi begitu kagum pada Ziko, Ayumi mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Bisa, dulu mas pernah belajar masak dengan seseorang," jawab Ziko terlihat matanya menyembunyikan sesuatu dari Ayumi.


Seketika otak Ayumi berputar-putar, dia memikirkan siapa seseorang yang di maksud oleh suaminya? Kenapa suaminya tidak mengatakannya dengan jelas.


"Seseorang, itu siapa mas.....?" tanya Ayumi dengan tatapan penuh curiga.


"Seseorang itu....."


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2