
"Di ranjang.....!!" Ayumi kaget, bahkan seketika desiran darahnya mengalir dengan cepat.
Ziko mengangguk, tanpa menunggu lama Ziko beranjak dari tempat duduknya dan dia langsung mengangkat tubuh mungil Ayumi ke atas ranjang, entah apa yang akan terjadi selanjutnya?
Ziko membaringkan tubuh mungil Ayumi di atas kasur yang empuk itu.
"Tuan...."
"Diamlah, bukankah kita sudah sering melakukannya, nanti aku kasih bayaran yang banyak," bisik Ziko dengan nada menggoda.
Ternyata Ziko masih saja menganggap Ayumi ini hanya sebagai gadis bayaran.
Seketika mood Ayumi langsung jelek dan tentunya dia lebih memilih diam saja.
"Cup....." Ziko mencium lembut bibir mungil milik Ayumi, tapi Ayumi tidak membalasnya.
Ziko mengendus kesal."Kenapa kamu diam saja? Lawan dong!" pinta Ziko agak manyun.
"Bukankah tuan yang menyuruh saya diam saja? Saya sebagai gadis bayaran hanya melakukan apa yang tuan minta," jawab Ayumi terlihat sorot matanya malas sekali melihat Ziko. "Dasar laki-lakinya munafik, jelas-jelas dia mulai cemburu tapi masih saja bersikap seperti ini," batin Ayumi dalam hatinya.
__ADS_1
Ziko kembali menghela nafasnya dengan berat, sungguh Ayumi ini membuat moodnya rusak seketika.
"Baiklah, kamu nikmati saja....!!" kata Ziko dan Ayumi hanya mengangguk.
Ziko akhirnya melakukan aksinya dengan panas, Ayumi malam ini seperti boneka yang sedang menjadi mainannya Ziko.
"Lihat saja apa yang akan aku lakukan, aku akan menanam benihku, aku tidak mau kamu bisa dekat-dekat dengan laki-laki lain apalagi dengan Vin atau Miko," batin Ziko dalam hatinya.
Setelah beberapa lama melakukan permainan yang cukup melelahkan ini, akhirnya Ziko mengeluarkan cairan hangatnya di dalam rahim Ayumi, Ziko tersenyum puas akhirnya dia berhasil menanam benihnya di rahim milik Ayumi.
Merasakan ada sesuatu yang masuk dan sangat hangat, Ayumi terdiam dia memasang raut wajah bingung.
"Enakan rasanya, aku sudah menanam benihku di dalam rahimmu istriku." Ziko memotong kata-kata Ayumi, sungguh senyum Ziko terpancar begitu bahagia. "Mudah-mudahan benihku tumbuh dengan baik di dalam sana," harapan Ziko di dalam hatinya.
Ayumi menatap Ziko dengan penuh rasa kesal, kenapa harus di dalam? Sedangkan pernikahannya ini hanya pernikahan rahasia, bagaimana jika nanti sampai hamil? Apa yang harus aku katakan pada mamaku? Pikiran Ayumi seketika menjadi sangat kacau.
"Saat benihku tumbuh, aku yakin kamu tidak bisa kemana-mana," cibir Ziko dengan begitu semangat.
Ayumi mendorong tubuh kekar Ziko dengan cukup kuat, hingga Ziko yang memang sudah lepas akhirnya jatuh pasrah ke samping Ayumi berbaring.
__ADS_1
Ayumi beranjak dari tempat tidur dengan raut wajah yang masih sangat kesal.
"Mau kemana?" tanya Ziko.
"Mau membersihkan diri, tuan," sahut Ayumi malas dan langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah Ayumi masuk ke dalam kamar mandi, Ziko lagi-lagi senyam-senyum dengan begitu bahagia.
"Malam ini aku menang banyak, aku yakin pasti Ayumi akan segera hamil."
"Aku akan segera menjadi papa, tumbuhlah dengan baik benihku!"
Ziko sangat berharap benih yang dia tanam di dalam rahim Ayumi akan tumbuh dengan baik dan tentunya itu bisa membuat Ayumi agar tidak terlepas dari hidupnya.
Malam yang indah, malam ini bagaikan malam pertama yang sesungguhnya, entah mengapa Ziko begitu bahagia menanam benih di dalam rahim Ayumi? Padahal awal pernikahan Ziko selalu mengatakan kalau dirinya itu tidak akan mencintai Ayumi sampai kapan pun. Tapi yang namanya takdir itu bisa berubah.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1