Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Tiba-tiba merasa gugup


__ADS_3

"Tuan muda, kamu darimana? Ayumi kembali bertanya, kali ini nada bicaranya begitu hati-hati.


"Aku......"


Sekilas Ziko menatap Ayumi dengan malas, membuat Ayumi terdiam dalam hatinya Yumi menyesal sudah bertanya pada Ziko.


"Kamu itu kepo sekali, suami pulang itu buatkan minum atau makanan apa gitu? Ini malah banyak tanya," celoteh Ziko. Padahal dalam hatinya berusaha menyembunyikan pernikahan yang sulit Ziko jelaskan.


"Suami...?! Bukankah tuan muda tidak pernah menganggap aku sebagai istri tuan, lalu sejak kapan tuan muda menyebut diri tuan itu suamiku, rasanya begitu lucu mendengarnya," jawab Ayumi yang diiringi dengan tawa kecil di sudut bibirnya.


Mendengar Ziko menyebut dirinya sebagai suaminya, Ayumi merasa kaget, apakah tuan mudanya ini kesambet dedemit di tengah jalan waktu pulang dari kantor tadi?


"Banyak sekali bicaramu, sana ambilkan aku air putih!" omel Ziko, lalu Ayumi beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi megambilkan air putih untuk Ziko.


Setelah Ayumi keluar dari dalam kamarnya, Ziko membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Kenapa, aku menjadi gugup seperti ini? Apa aku salah sudah datang ke rumah orang tua gadis oon itu? Tapi aku inikan memang suaminya, apa salahnya jika aku melindungi istriku dari orang-orang jahat seperti Erina dan Sisil itu?" batin Ziko dalam hatinya.


Setelah beberapa lama Ayumi pergi mengambil air minum untuk Ziko, akhirnya Ayumi kembali ke kamar.


"Tuan, ini minumnya!" kata Ayumi sambil menyodorkan satu gelas air putih pada Ziko.


Ziko menerima gelas yang berisi air putih itu dari tangan Ayumi dengan tatapan malas.

__ADS_1


"Hey gadis oon, apakah kamu selalu menonton film kartun seperti itu? Kamu ini sudah dewasa, tidak cocok tontonan seperti itu buat kamu." Ziko kembali berceloteh, untuk menghilangkan rasa gugup yang ada di dalam hatinya saat ini.


"Kenapa, aku jadi merasa gugup terus sih?" batin Ziko dalam hatinya.


"Apa salahnya? Bukankah itu film lucu," jawab Ayumi dengan santai.


"Tapi tidak cocok untuk gadis seusia sekarang, bagaimana kalau nonton film dewasa, lalu kita praktekkan setiap adegan yang ada?" goda Ziko dengan jail, membuat Ayumi seketika menjauhkan tubuhnya, tapi belum sempat melakukan itu Ziko sudah menarik Ayumi masuk ke dalam pelukannya.


"Tuan mau apa?" tanya Ayumi, sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Ziko.


"Tentu saja mau melakukan tugasku sebagai suamimu, yaitu memberikan nafkah lahir dan batin untukmu," lagi-lagi Ziko mengucapkan kalau dirinya ini adalah suaminya Ayumi.


"Kamu adalah milikku," kata Ziko seraya mencium pucuk kening Ayumi dengan lembut.


bibir sexynya mulai bergerilya menelusuri setiap inchi tubuh mulus Ayumi.


"Geli tuan....." kata Ayumi yang merasakan sentuhan demi sentuhan dari bibir sexy Ziko.


"Tapi enakan." Ziko kembali menggoda Ayumi dengan begitu manis.


Kini Ziko semakin nakal, Ayumi juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Ziko begitu kuat menahan tubuh mungilnya.


"Kamu tenanglah dan nikmatilah!" bisik Ziko, seraya melanjutkan aksinya.

__ADS_1


Sapuan manja, belain penuh cinta, bahkan perlakuan lembut dan tidak sekasar biasanya, kini dirasakan Ayumi.


Ayumi merasakan sentuhan Ziko hari ini begitu beda, bahkan saat Ziko mem*s*k*n m*l*knya Ziko juga melakukannya dengan lembut dan tidak sekasar biasanya.


"Ahhccchh... tumben sekali tuan muda melakukan dengan begitu lembut," batin Ayumi dalam hatinya.


"Katakan padaku, apakah kamu pernah memiliki kekasih sebelumnya?" tanya Ziko sambil memegang kedua pipi Ayumi, lalu yang di bawah sana sedang di g*y*ng oleh Ziko.


Ayumi yang merasakan kenikmatan, dia memd*s*h dengan manja.


"Katakan, apa kamu pernah memiliki kekasih atau kamu ada laki-laki yang sedang dekat denganmu?" Ziko kembali bertanya, sambil terus berg*y*ng dengan begitu nikmat.


Ayumi menjawab pertanyaan Ziko melalui anggukan, Ayumi mengangguk dengan pelan.


Seketika Ziko menatap Ayumi dengan penuh amarah, bahkan g*y*ng*n yang tadinya begitu lembut seketika Ziko menjadikan g*y*ng*n itu menjadi sangat kasar.


"Sakit...tuan...." Ayumi merintih kesakitan.


Tapi Ziko tidak peduli sama sekali, entah mengapa Ziko tiba-tiba berbuat kasar? Padahal dari tadi bermain dengan baik dan tentunya begitu lembut.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2