
Ziko yang sedang di sibukkan dengan pekerjaannya, dia tiba-tiba kepikiran dengan Ayumi yang tidak lain adalah istri tercintanya.
Ziko mulai gelisah, dia meraih ponselnya yang ada di atas meja kerjanya, lalu mengeceknya dan tumben-tumbenan tidak ada balasan pesan atau telpon masuk dari Ayumi.
"Sudah hampir makan siang, tapi Ayumi belum menelponku, bahkan dia tidak membalas pesanku."
"Tidak biasanya, apa terjadi sesuatu padanya?"
Ziko semakin gelisah, hati dan pikirannya mulai tidak tenang.
Tanpa berpikir panjang Ziko bergegas untuk pulang, Miko yang masih sibuk dengan tugas yang diberikan oleh Ziko, dia terlihat bingung karena Ziko buru-buru keluar dari dalam ruangan kerjanya.
"Kak mau kemana?" tanya Miko, melihat Ziko sudah di ambang pintu ruangan kerjanya.
"Aku mau pulang, aku kawatir dengan istriku, kamu lanjutkan semua pekerjaanku!" jawab Ziko dan langsung berlalu pergi begitu saja.
Di saat Ziko sudah tidak terlihat Miko hanya bisa menghela nafas panjang, dalam hatinya enak ya jadi bos, bisa meninggalkan kerjaan yang ada begitu saja.
Miko terdiam sejenak, seketika di otaknya terbayang-bayang masalalu yang begitu indah namun semuanya berubah menjadi menyakitkan dan tangisan.
"Sayang, jika kamu masih ada di sisiku, aku yakin pasti kita sudah menikah dan punya anak yang lucu-lucu."
"Ingat sekali, kita mempunyai impian yang sama yaitu menikah di usia muda, tapi Tuhan berkehendak lain dan beliau mengambil kamu dari sisiku untuk selamanya."
Miko menangis dalam hatinya, mungkin jika waktu itu Miko tidak meminta gadis yang dia cintai datang menemuinya malam-malam hanya karena kejutan yang sudah Miko siapkan pasti gadis yang di cintainya itu masih ada sampai saat ini.
Ketika mengingat kejadian pada beberapa tahun lalu, Miko hanya bisa nangis dan berharap semuanya akan bisa kembali lagi, namun Miko sadar semua itu tidak akan terjadi, apalagi gadis yang di cintainya dulu sudah berada di surga sana.
Miko menghapus air matanya, lalu dia menyemangati diri sendiri dan kembali melanjutkan pekerjaan yang di tugaskan oleh Ziko.
******
Setelah beberapa lama menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Ziko sampai di rumahnya.
Tanpa mengetuk pintu rumahnya, Ziko langsung masuk begitu saja, perasaannya sudah tidak tenang dan sangat kawatir pada Ayumi.
"Tuan....."
__ADS_1
"Pak Han, dimana Ayumi?" tanya Ziko, belum sempat Pak Han melanjutkan kata-katanya.
"Nona Muda, ada di kamar tuan," jawab Pak Han dan tanpa bertanya lebih lanjut, Ziko langsung masuk ke dalam kamarnya.
Sesampainya di kamar, Ziko terkejut melihat Ayumi sudah terbaring di lantai.
"Ayumiii.....!!"
"Kamu kenapa sayang?"
Ziko sangat panik, dia langsung membopong Ayumi dan memindahkannya ke atas tempat tidur.
"Sayang, sadarlah......!!" kata Ziko, sambil menepuk-nepuk pipi Ayumi.
Setelah beberapa lama menepuk-nepuk pipi mulus Ayumi, Ayumi tetap tidak menyadarkan diri, Ziko semakin panik, rasanya semakin takut.
Ziko meraih ponselnya dari dalam saku celananya, lalu dia menekan no ponsel Dokter pribadinya yang tidak lain adalah sahabat dekatnya.
"Hallo, Al datanglah ke rumahku, sekarang!"
"Aku tidak mau tahu, kamu harus datang sekarang! Istriku pingsan."
Alvin mencerna kata-kata Ziko, lalu dia terdiam sejenak."Istri, kapan Ziko menikah?" batin Alvin dalam hatinya.
Belum sempat Alvin menjawab kata-kata Ziko, Ziko sudah mematikan saluran telponnya begitu saja.
"Aish, lama tidak muncul, sekalinya muncul main nyuruh-nyuruh orang seenaknya," kata Alvin sambil menghela nafas kesal.
Alvin bergegas pergi untuk pergi ke rumah Ziko, hingga dia harus meninggalkan pasien yang harus di tangani malam ini, untung saja ada Dokter penganti yang selalu siap siaga jadi Alvin tenang meninggalkan rumah sakit.
Alvin menaiki mobilnya menuju ke rumah Ziko, sambil menyetir Alvian terus memikirkan kata-kata Ziko.
"Istri?"
"Tapi cecungguk itu menikah?"
"Bisa-bisanya dia tidak memberikan undangan padaku?"
__ADS_1
Alvin masih tidak habis pikir, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Ziko sudah menikah. Entah gadis yang seperti apa yang bisa meruntuhkan hati Ziko yang begitu keras?
Ziko menatap Ayumi dengan tatapan lembut, lalu mengusap wajah cantiknya dengan lembut, perlahan-lahan Ayumi membuka matanya dengan perlahan-lahan.
"Mas..."
"Sayang, kamu sudah sadar?" tanya Ziko dengan nada lembut.
"Memangnya aku kenapa mas?" tanya Ayumi masih dengan suara lemas.
"Mas pulang dari kantor, kamu pingsan di lantai sayang, mas kawatir sekali, sebentar lagi Dokter sampai untuk memeriksa kamu sayang," tutur Ziko dengan penuh rasa yang begitu kawatir.
Ayumi mengangguk, kepalanya masih terasa pusing dan tubuhnya terasa begitu lemas.
Setelah beberapa lama akhirnya Dokter Alvin sampai di rumah Ziko, dia masuk ke dalam rumah Ziko dan di sambut oleh Pak Han.
"Tok...tok...." Alvin mengetuk pintu kamarnya Ziko dengan pelan.
Ziko yang sedang duduk, dia beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu kamarnya.
Setelah membuka pintu kamarnya, Ziko mengajak Alvin untuk masuk ke dalam kamarnya.
Melihat Alvin, Ayumi begitu tercengang membuat Ziko menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya?
"Do...."
"Sayang, apa kamu mengenal Dokter Alvin?" potong Ziko, melihat ekspresi Ayumi, Ziko langsung melihat ke arah Alvin.
"Yumi....."
"Kalian saling mengenal?" Ziko semakin bingung, lalu menatap Ayumi dan Alvin saling bergantian.
"Kita...."
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1