Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Janji Ziko


__ADS_3

"Kita lanjutkan ya sayang di kamar....."


Ziko dan Ayumi berjalan masuk ke dalam kamar sambil berciuman bibir, untung saja para Art dan pekerja lainnya sudah Ziko suruh jalan-jalan dengan Pak Han.


Sesampainya di depan kamar Ziko membuka pintu kamarnya dengan satu kakinya, bibirnya masih bertautan dengan bibir Ayumi.


Setelah masuk ke dalam kamar, Ziko kembali


menutup pintu kamarnya dengan satu kakinya kembali.


Ayumi tiba-tiba menggigit bibir Ziko dengan keras, membuat Ziko langsung melepaskan tautan bibirnya.


"Kenapa sayang....?


"Mas, aku hampir sesak nafas...."


"Maka, mas akan memberikan nafas buatan untukmu sayang."


Ziko mendorong Ayumi dengan pelan, hingga Ayumi terjatuh tepat di atas tempat tidur yang empuk itu.


"Brukkkkkk......"


Tanpa menunggu lama Ziko mendidih tubuh mungil Ayumi dengan hati-hati.


"Kamu mau tidak kalau mas kasih hadiah?"


"Hadiah apa mas?"


"Dede bayi, kamu maukan? Mas sudah pingin punya anak."

__ADS_1


Ayumi terdiam, dia memikirkan pernikahannya yang belum di resmikan secara resmi oleh Ziko.


Ayumi menggelengkan kepalanya, membuat Ziko menatapnya dengan sorot mata tajam.


"Kenapa? Kamu kan istriku, kenapa kamu tidak mau punya anak dariku?" Ziko langsung memasang kesal.


"Aku hanya ingin pernikahan kita di resmikan secara resmi mas, jika belum di resmikan maka aku tidak mau hamil untuk sekarang-sekarang ini," kata Ayumi terlihat raut wajah cantiknya begitu sedih.


Ziko tersenyum, lalu mencium kening Ayumi dengan lembut.


"Apa kamu kawatir? Sayang, mas pasti akan resmikan pernikahan kita, tapi mas butuh waktu untuk menyiapkan semuanya," jawab Ziko dengan nada lembut.


"Sudahlah jangan membahas hal ini lagi, mas janji akan membahagiakan kamu selama hidup kamu," tutur Ziko dengan nada lembut.


Ayumi mengangguk, dia percaya dengan apa yang suaminya katakan.


Tanpa menunggu Ayumi kembali berbicara lagi, Ziko kembali melanjutkan aksinya.


"Emmm...." terdengar Ayumi mendesah manja.


Kini tangan Ziko mulai nakal menyusup masuk ke dalam baju Ayumi, tangannya disana mulai nakal-nakal jail, membuat Ayumi merasa geli tapi keenakan.


Kini Ziko begitu menikmati permainannya, hingga akhirnya Ziko langsung ke intinya dan malam ini Ayumi begitu menikmati permainan suaminya karena malam ini Ziko bermain dengan lembut.


Hingga beberapa lama akhirnya mereka selesai dengan permainan mereka, dan malam ini Ziko kembali mengeluarkan cairan hangatnya di dalam rahim Ayumi.


"Mas, apa aku akan hamil?" setelah selesai melakukannya, Ayumi memasang raut wajah polosnya.


Ziko tersenyum, lalu menarik Ayumi masuk ke dalam pelukannya. "Memang itu yang mas inginkan sayang," bisik Ziko dengan manja.

__ADS_1


"Ih mas itu...."


"Ayo kita bersihkan tubuh kita!"


Tanpa menunggu persetujuan dari Ayumi, Ziko langsung membopong tubuh Ayumi untuk membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan tubuh yang sama-sama sepolos toples, itu membuat Ayumi malu-malu tapi mau bagaimana lagi? Namanya suami istri ya hal seperti ini memang sering terjadi.


Di saat Ziko sedang menikmati rasa bucinnya pada istrinya.


Di sisi lain Miko kalang kabut karena malam ini Miko tiba-tiba di datangin oleh Selin, saat Selin melangkah kan kakinya masuk ke dalam perusahaan milik Ziko.


Miko yang melihat Selin datang ke kantornya, buru-buru menutup wajahnya dengan tas kerjanya, berharap Selin tidak melihat dirinya saat melewatinya tapi ternyata itu tidak berhasil dan Selin malang menghadang jalan Miko, membuat Miko menghentikan langkah kakinya.


"Sekertaris Miko, kenapa kamu harus menutup wajahmu? Apa kamu tidak mau melihat gadis cantik seperti saya?" tanya Selin dengan begitu genit, pakaiannya yang cukup seksi membuat Miko menelan ludahnya dengan kasar.


"Maaf Nona, saya takut sakit mata jika melihat gadis secantik Nona," jawab Miko dan menundukkan kepalanya, agar tidak melihat Selin yang cukup seksi.


Seketika Selin menatap Miko dengan kesal, Selin juga tidak suka karena Miko menundukkan kepalanya di hadapan dirinya.


"Harus terbiasa mulai sekarang, sekarang temanin aku makan malam....!!" Selin, tanpa izin tiba-tiba memegang tangan Miko.


"Nona... lepaskan saya.....!!"


Bukannya melepaskan tangan Miko, Selin malah menggenggam tangan Miko dengan erat dan langsung mengajak Miko pergi menuju ke mobilnya.


Di saat Miko di pusingkan dengan kerjaan kantor karena Ziko sedang cutti dan malam ini tiba-tiba Miko kedatangan gadis pakaian yang kurang bahan ini, sebenarnya Miko malas sekali tapi karena Selin adalah kliennya jadi Miko juga tidak bisa menolak ajakannya.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2