
Kini beberapa hari telah berlalu, acara pernikahan yang di nantikan oleh Ziko dan Ayumi akhirnya datang juga.
Di sebuah halaman hotel mewah milik Atdmaja Group terlihat sebuah pesta yang begitu mewah, iya itu adalah pesta pernikahan Ziko dan Ayumi.
Pesta yang sengaja di gelar diluar hotel itu terlihat begitu indah dan mewah, Ayumi juga terlihat bahagia melihat pemandangan pesta yang ada di hadapannya saat ini.
"Apakah aku sedang bermimpi?" Ayumi tercengang tidak percaya, dengan gaun pengantin yang ia kenakan hari ini, Ayumi masih tidak percaya.
"Ini nyata sayang," bisik Ziko di telinga Ayumi.
"Mas, apa sungguh aku telah sah menjadi istrimu?" tanya Ayumi, hatinya masih tidak percaya.
"Ini nyata sayangku, kamu adalah wanita satu-satunya dalam hidupku," jelas Ziko dengan senyuman hangat.
Ziko dan Ayumi tampak tampan dan cantik dengan baju pengantin yang mereka kenakan hari ini, sungguh mereka bagikan raja dan ratu di tengah-tengah tamu yang datang.
Visual Ziko dan Ayumi.
Senyuman hangat terpancar jelas di sudut bibir Ziko dan Ayumi.
Di saat Ziko dan Ayumi tampak bahagia dengan pesta pernikahannya, di sisi lain ada Monika yang terus menatap sinis Ayumi, sungguh Monika sangat tidak rela melihat Ziko dan Ayumi bahagia.
"Dasar gadis kampung, kamu sudah merebut Ziko dariku..." gumam Monik, dengan tatapan sengit.
"Hay Monik, kamu apa kabar nak?" sapa seseorang wanita cantik, yang kira-kira usianya 45 tahunan.
"Hay Tante, Monik baik-baik saja tan, kalau Tante gimana kabarnya?" jawab Monika, ia langsung memeluk wanita itu dengan hangat dan mencium pipi kanan kirinya.
"Tante juga baik nak," dengan hangat wanita itu menerima pelukan Monika, bahkan raut wajahnya terlihat bahagia bertemu dengan Monika.
"Kamu bukannya dulu pacaran sama Ziko?" tanya wanita itu, seraya melepaskan Monika dari pelukannya.
"Gadis kampung itu yang telah merebut Ziko dariku tan," ujar Monika dengan raut wajah kesal.
Seketika wanita itu menatap gadis yang sedang tersenyum bahagia bersama Ziko.
"Dasar Ziko, padahal jelas Monika lebih cantik dan seksi tapi dia malah memilih gadis kampung itu untuk jadi istrinya," batin wanita itu dalam hatinya, sorot matanya terlihat tidak suka pada Ayumi.
Wanita itu adalah ibunya Ziko, Erika Atdmaja wanita yang kira-kira berusia 45 tahun, tapi dia cukup gila dengan kekayaannya baginya uang itu lebih penting dari segalanya.
Kebahagiaan anaknya saja tidak pernah Erika pikirkan, ia selalu mengabaikan Ziko, bahkan demi pekerjaan Erika rela meninggalkan Ziko sendirian dan membuat Ziko selalu kesepian sepanjang hari.
"Kenapa, kamu tidak merebutnya kembali Mon? Tante juga kurang suka dengan gadis kampung itu," kata Erika membuat Monika menatapnya dengan serius.
"Bantuin aku dong tan!" pinta Monika dengan santainya.
"Iya nanti tante bantuin," jawab Erika sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
Entahlah apa yang akan mereka lakukan nanti? Ya hanya Erika dan Monika yang tahu.
"Sayang, Mas kenalin kamu sama mama mas ya," kata Ziko dan Ayumi mengangguk pelan.
Di acara pernikahan ini Ziko baru saja mau memperkenalkan Ayumi kepada kedua orang tuanya bukan tanpa sebab atau alasan, tapi memang Erika dan papanya Ziko itu baru datang beberapa jam yang lalu dan itu langsung ke acara pernikahan bukannya mampir ke rumah dulu jadi Ziko belum sempat memperkenalkan Ayumi kepada kedua orang tuanya.
"Mama...." sapa Ziko dengan sopan.
"Ziko," sahut Erika dengan cuek.
"Papa mana ma?" tanya Ziko, karena melihat mamanya hanya sendirian saja.
"Papa tidak bisa ikut, dia sedang sibuk dengan pekerjaannya," jawab Erika dengan sorot mata tidak suka pada Ayumi.
"Ini adalah hari pernikahan Ziko ma, tapi kenapa papa lebih mementingkan perkejaan papa?" raut wajah Ziko terlihat kecewa dan hatinya sangat sedih. "Bahkan di acara pernikahanku pun papaku lebih mementingkan perkejaannya," batin Ziko dalam hatinya.
Ziko mungkin terlihat seperti laki-laki yang kuat, tapi dia juga menangis di saat dirinya merasa kesepian karena kedua orang tuanya yang selalu meninggalkan dirinya sendirian dirumahnya.
"Kamu saja nikah diam-diam, terus tiba-tiba kamu gelar pesta pernikahan semewah ini. Yang mama mau tanya, gadis itu berasal dari keluarga kaya kah?" Erika menantap Ayumi dari kaki sampai ke kepala, Ayumi tersenyum pada Erika yang tidak lain adalah mama mertuanya, tapi Erika malah menatapnya dengan sinis.
"Apakah pertanyaan mama ini penting? Dari keluarga manapun istriku berasal, aku tidak perduli ma, yang penting aku mencintainya. Lagian uang Ziko sudah cukup bahkan lebih untuk membahagiakan satu istriku," tegas Ziko pada mamanya.
Ayumi merasa terharu, bahkan air matanya hampir keluar tapi Ayumi berusaha menahan air matanya.
"Tante... eh mama, Ayumi berasal dari keluarga biasa," jawab Ayumi dengan nada lembut.
"Pantesan saja kamu terlihat kampungan, beda sekali dengan Monika yang cantik, seksi dan dia berasal dari keluarga yang sepadan dengan Ziko," kata Erika dengan raut wajah penuh kesombongan.
"Tante....ini makanannya," kata Monika seraya memberikan makanan yang dia ambil untuk Erika, yang tidak lain adalah mamanya Ziko.
Sungguh perlakuan Erika pada Ayumi dan Monika sangatlah berbeda, Ayumi hanya diam seraya menundukkan kepalanya, ia sadar kalau dirinya hanyalah orang miskin benar kata mama mertuanya kalau dirinya tidak sepadan dengan Ziko.
"Mas....."
"Sayang, jangan perdulikan ucapan mamaku ya! Sekarang harta mas semua milikmu, jadi apa yang mas punya semuanya juga milik kamu, tidak usah memikirkan kita sepadan atau tidak, yang penting mas mencintaimu," tutur Ziko di hadapan mamanya dan Monika, sungguh tatapan garang dari Erika semakin tidak suka pada Ayumi.
Ayumi tersenyum kecil, lalu di hadapan mamanya dan Monika, Ziko memberikan ciuman hangat di bibir Ayumi.
"Sekarang, mama tahukan betapa aku mencintai gadis yang sudah aku nikahi ini?" tegas Ziko, lalu langsung mengajak Ayumi pergi dari hadapan mamanya dan juga Monika.
Niat ingin memperkenalkan Ayumi pada kedua orang tuanya, tapi sikap mamanya sungguh keterlaluan pada Ayumi, sungguh ini membuat Ziko tidak terima. Jika mamanya melakukan ini padanya Ziko masih bisa menerimanya, tapi siapa pun yang menyakiti hati istrinya itu Ziko paling tidak bisa terima.
"Mas aku belum salaman sama mama," kata Ayumi dengan nada lembut.
"Dia tidak perlu di salam sama kamu sayang, yang dia pikirkan hanya uang," sahut Ziko dan sorot matanya cukup tajam pada mamanya.
"Dasar tidak sopan," kata Monika, lalu di anggukin oleh Erika. "Dia adalah gadis kampung, beda kasta dengan kita nak," sambung Erika dengan tegas.
Ziko mengajak Ayumi naik ke atas panggung, ia ingin seluruh dunia tahu kalau Ayumi adalah istri sahnya.
Miko yang dari tadi memperhatikan Ziko dan mamanya sedang mengobrol, ia tahu pasti semuanya tidak baik-baik saja. "Kak Ziko, kamu yang sabar ya menghadapi Tante Erika," batin Miko dalam hatinya.
__ADS_1
"Miko, kamu makanlah ini....!! Ini sangat enak sekali," tawar Selin, dari tadi Selin tidak berhenti makan.
Sesuai permintaan Ziko, tadi Miko pergi menjemput Selin terlebih dahulu sebelum ke acara pernikahan Ziko dan Ayumi.
"Nona, kamu dari tadi makan terus, apa kamu tidak takut kalau berat badan kamu akan bertambah?" tanya Miko, sengaja membuat Selin takut.
"Aish kamu benar sekali, entah sudah berapa banyak kalori yang aku makan," buru-buru Selin menaruh makanan yang ada di tangannya ke atas meja, karena dia tidak mau makan lagi. "Aduh, kalau aku jadi gemuk, pasti Miko tidak tertarik lagi padaku," batin Selin dalam hatinya.
Selin dan Miko terlihat cantik dan tampan dengan setelan yang senada, Miko memakai setelan jas warna hitam dan Selin memakai gaun cantik berwarna putih, mungkin bagi orang yang tidak tahu pasti mengira mereka adalah sepasang kekasih.
"Lebih dari 1000 kalori mungkin," cetus Miko dan Selin semakin panik. "Aku harus olahraga, aduh bagaimana kalau berat badanku naik?" gumam Selin, yang di dengar oleh Miko.
"Maka kamu akan menjadi seperti beruang yang imut," ledek Miko dengan tawa kecilnya.
Selin melihat Miko tertawa, ia cukup terkejut, ternyata laki-laki sedingin kulkas ini bisa juga tertawa.
"Ihh kamu ih...." ranjuk Selin dengan manja.
"Pengumuman semuanya....!!!"
Terdengar suara Ziko di mik, Miko dan Selin pun terdiam mereka menatap serius ke arah panggung.
Para tamu yang datang juga mengalihkan semua pandangannya ke atas panggung, di atas panggung sudah ada Ziko yang mengandeng tangan Ayumi dengan mesra membuat semua orang yang melihatnya begitu kagum.
"Kenalkan, ini adalah istri sah saya, saya dulu menikahinya secara diam-diam karena suatu hal, tapi seiring berjalannya waktu gadis kecil ini sungguh membuatku jatuh cinta, hingga aku tidak rela laki-laki manapun memilikinya. Maka dari itu saya umumkan pernikahan saya dengan istri saya secara resmi yang bernama Ayumi Atdmaja," dengan tutur kata yang tegas Ziko mengumumkan pada semua orang bahwa Ayumi adalah istri sahnya.
Semua tamu bertepuk tangan dengan meriah, mereka menyambut kebahagiaan pernikahan Ziko dan Ayumi.
"Selamat ya Tuan Ziko......"
Semua tamu yang datang mengucapkan selamat seraya bertepuk tangan, Miko dan Selin juga bertepuk tangan dengan bahagia.
Ayumi terus tersenyum bahagia, sungguh ini seperti mimpi baginya.
Setelah membuat pengumuman penting itu, satu persatu tamu naik ke atas panggung untuk mengucapkan selamat.
Hingga beberapa lama akhirnya acara selesai juga, Ayumi yang merasa kelelahan dia duduk di kursi dan Ziko memijat kaki Ayumi dengan penuh perhatian.
"Mas, aku tidak apa-apa," kata Ayumi dengan suara pelan.
"Pasti kamu kecapean sayang, bagaimana kalau kita istirahat saja?" tawar Ziko dengan penuh perhatian.
Ayumi pun mengangguk, Ziko langsung membopong Ayumi masuk ke dalam kamar hotel, sedangkan Miko dan Selin masih ada di acara pesta karena Miko masih memenui tamu-tamu yang datang.
Biasalah kakak ini, selalu saja memberikan tugas tambahan untuk dirinya, tapi Miko tidak masalah yang penting ada gajian tambahan. Apalagi dia menemui tamu di temenin oleh Selin, sebenarnya Miko cukup senang sih hanya saja Miko gengsi mengangkuinya.
Erika dan Monika masih asik ngobrol, bahkan Erika mengenalkan Monika pada teman-teman bisnisnya yang datang dengan senang hati.
Di saat Ayumi sedang berbahagia, Sisil dan Erina hanya duduk di rumah, karena Ziko tidak mau mengundang mereka berdua, apalagi mereka adalah dua iblis yang selalu menyakiti istrinya.
Akhirnya pernikahan Ziko dan Ayumi sudah sah secara hukum dan negara, Ayumi juga tidak kawatir lagi akan jabang bayi yang ada di dalam kandungannya saat ini.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia