Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 8_Status Baru


__ADS_3

Afika pulang tapi bukan ke rumahnya melainkan ke rumah Arya..dia harus tinggal dengan Arya yang sudah berstatus sebagai suaminya.


Di sepanjang perjalanan menuju rumah Arya..Afika tertidur..dia tidur dengan lelap..tapi tak lama kemudian dia mulai gelisah..keringat mulai membasahi dahinya.


Arya awalnya tengah sibuk dengan urusannya..dia melihat Afika sekilas tapi ketika dia menoleh sebentar dia mendapati Afika terlihat gelisah dalam mimpinya..Arya bergegas menyimpan gadgetnya dia arahkan tubuh Afika agar berada di dekapannya..dia berusaha menenangkan Afika yang masih terlihat gelisah dalam tidurnya.


"Jangan..jangan..ka Arya..jangan tinggalin Fika..ka Arya bangun..bangun hiks..nggak..Fika nggak mau..jangan..jangannnn.."


Afika terbangun karena kepalanya tiba-tiba sakit..ingatan tentang kejadian dulu seprti puzzle.. sepotong-sepotong..Arya melihat Afika terlihat ketakutan langsung memeluk nya..dia menenangkan Afika agar tidak terlalu memikirkan mimpi itu.


"Ssstt tenanglah.."


Afika menangis dia kesakitan..dia mengerang merasakan kepalanya bak di hantam beton..rasanya ingin pecah.


"Akhshhhh sakit sshhh"


"Hey tenangkan dirimu..jangan seperti ini Afika hey.. tenanglah"

__ADS_1


Afika akhirnya tumbang karena tak kuat menahan serangan dadakan di kepalanya..sudah lama dia tak merasakan sakit di kepalanya sejak usianya 15 tahun.


"Afika..hey..Afika..astaga..Adrian cepat"


Arya panik..ada apa dengan Afika..apa ada sesuatu yang dia lewatkan..semoga Afikanya tidak apa-apa.


Tak berapa lama kemudian mereka sampai di kediaman pribadi Arya..Arya membawa Afika ke kamar nya.. dia segera meminta dokter pribadi nya datang.


"Afika kau harus baik-baik saja..jangan membuatku cemas"


Arya begitu kalut..dia sudah curiga sejak pertemuan mereka di hotel waktu itu..harusnya dia bisa paham dengan sikap Afika..pasti Afika mengalami sesuatu yang amat berat hingga dia tak ingin mengingat atau bahkan tak bisa mengingatnya lagi.


"Tuan dokter sudah datang"


"Cepat periksa istri ku"


"B..baik tuan"

__ADS_1


Dokter itu langsung memeriksa keadaan Afika..setelah berapa lama kemudian dokter selesai dengan pemeriksaan nya.


"Bagaimana..?"


"Em..apakah tadi nona sempat merasakan kepalanya berdenyut atau sakit tuan..?"


"Ya..dia sempat kesakitan kemudia tak sadarkan diri"


"Begini..sepetinya nona memiliki trauma masa lalu juga di tambah hilangnya ingatan dari nona akibat kecelakaan atau suatu kejadian tertentu..saya sarankan jangan terlalu banyak memaksakan untuk mengingat tentang masa lalu dulu karena dapat mengakibatkan kesalahan pada saraf otaknya..biarkan seperti air mengalir saja..saya sudah menuliskan resep obatnya tuan..saya permisi"


"Baik..terimakasih"


Arya jadi tau kebenarannya..ternyata kejadian dulu membuatnya trauma..dan juga ternyata dia bukannya lupa tapi memang hilang ingatan..Arya senang Afika tidak melupakan nya..dia mendengar dengan jelas namanya di sebut ketika Afika tengh tertidur dan bermimpi buruk tadi di mobil.


"Setidaknya kau tak melupakanku Afika.. terimakasih sudah menjadi wanita yang tegar..aku akan menjagamu mulai saat ini dan selamanya"


Arya berbaring di sisi Afika..dia memeluk Afika..Afika masih dalam pengaruh obat bius pada infusnya..besok baru bangun.

__ADS_1


"Aku akan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini..aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu Afika..aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri.."


__ADS_2