
Afika bergabung dengan Farah dan Arika sementara Bu Ratna dia duduk dengan Arya dan tuan Anton..mereka sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Bu Farah maaf ya jadi merepotkan"
"Tidak apa-apa Afika..saya suka dengan Arika..sangat lucu dna menggemaskan sekali"
"Hahhaa syukurlah kalau suka.."
Mereka terus saja mengobrol entah apa saja yang sudah mereka obrolkan.
Afika dan Bu Farah sama-sama merasakan nyaman saat ini..entahlah padahal baru bertemu tapi kenapa rasanya sudah seperti setiap hari bertemu.
' Kenapa rasanya sangat berbeda..seperti sudah lama bertemu..ada apa ini..siapa sebenarnya Afika..kenapa rasanya begitu nyaman ' batin Bu Farah.
"Afika bolehkah kapan-kapan kau mampir ke rumah saya..saya benar-benar merasa nyaman denganmu apalagi Arika..selalu membuatku merindukan nya padahal belum ada sehari"
"Ah..boleh kapan-kapan..saya juga merasa nyaman dengan anda..entahlah hanya hati saya mengatakan bahwa saya menyukai anda Bu Farah"
__ADS_1
"Benarkah..wah saya sangat senang kalau begitu"
Skip>>>>>>>
"Kurang ajar..kemana anak sialan itu pergi..kenapa Tidka ada kabar..sudah berbulan-bulan lamanya dia tidak menampakkan batang hidungnya"
Tuan Wiguna begitu khawatir dengan anaknya Felly..ya Felly hilang bak di telan bumi.. keberadaan nya tidak ada yang mengetahuinya..sudah sangat lama Felly tidak terlihat dan itu membuat tuan Wiguna dan sang istri sangat khawatir juga emosi.
"Mas apakah belum ada kabar juga tentang Felly?"
"Belum mah.. bersabarlah aku sudah mengerahkan orang untuk mencarinya..anak itu benar-benar"
Sudahlah lebih baik kau masuk ke kamar saja..nanti jika ada perkembangan akan ku beritahu padamu"
Istri tuan Wiguna masuk ke kamar..dia menangis merindukan sang anak yang entah di mana sekarang..sebagai seorang ibu dia sangat merindukan sosok anaknya walau kadang membuat nya emosi.
"Felly kau dimana sayang..mamah rindu..pulanglah nak.."
__ADS_1
Beberapa hari kemudian........
Selang beberapa hari kemudian tuan Wiguna mendapatkan kabar bahwa anaknya berada di luar negeri namun dimana tempatnya orang itu tak tau pasti.
"Kurang ajar..anak tidak tau di untung.. bisa-bisanya dia berlibur tanpa berfikir orang tuanya di sini sangat khawatir..sialan anak itu"
Akhirnya tuan Wiguna memberikan informasi ini pada Istri nya.
"Benarkah mas..tapi kenapa dia tidak memberitahu kita?"
"Itulah anakmu..dia tidak pernah memikirkan perasaan orangtua nya..lihatlah hasil didikan mu"
"Mas kenapa kau berbicara seperti itu..dia juga anakmu mas..kau jangan hanya menyalahkan ku saja"
"Lalu aku juga salah begitu maksud mu..dia sudah ku jodohkan dengan orang kaya tapi dengan bodohnya malah dia lempar pada Afika.. dengan alasan buta padahal dia bisa mendapat harta keluarga Dirgantara dengan mudah jika dia mau mengurusi Arya tapi anakmu yang pintar itu seakan tak perduli"
Yang di katakan tuan Wiguna memang benar ini kesalahan Felly..dia menolak perjodohan ini karena Arya waktu itu buta dan lumpuh..padahal jika Felly mau bersabar sedikit pasti mereka saat ini sudah hidup nyaman menikmati kekayaan keluarga Dirgantara.
__ADS_1
"Maafkan aku mas..ini memang salah Felly..tapi cobalah mengerti lagi siapa yang mau menikah dengan orang yang lumpuh dan buta mas..bukannya akan menyusahkan saja"
"Kalian memang sama-sama bodoh..sudahlah aku lelah"