
Afika kembali ke rumahnya..dia berjalan kaki karena jarak rumah sakit ke rumahnya tidaklah terlalu jauh..masih bisa di tempuh dengan berjalan kaki saja.
"Ada apa ini..kenapa orang-orang menatapku seperti ingin mencabik-cabik saja" .
Afika merasa pandangan orang-orang padanya begitu mengerikan..dia tak tau saja kalau dirinya saat ini sedang menjadi trending topik berita perselingkuhan antara dirinya dengan Arya Dirgantara.
"Jadi perempuan itu yang sudah merebut tunangan Felly Wiguna.. benar-benar rendahan" ucap salah satu pejalan kaki.
"Bagaimana mungkin seorang Arya Dirgantara bisa terjebak oleh wanita murahan seperti dia..benar-benar memuakkan" tambah salah satunya lagi.
Afika hanya diam..dia belum paham dengan kondisinya..dia masih biasa saja..bodo amat orang mau berkata apa..yang dia pikirkan saat ini adalah mencari uang untuk biaya pengobatan ibu nya.
*
*
Sementara itu Arya hanya mendengus melihat berita yang saat ini tengah beredar..dia tak ambil pusing toh dia juga tak ingin memiliki tunangan seperti wanita macam Felly.
"Tuan apa yang akan anda lakukan dengan berita ini..?"
"Biarkan saja.." ucap Arya enteng.
__ADS_1
Ardan hanya bisa menggelengkan kepalanya..dia bingung dengan pemikiran bosnya..biarkan saja lah bosnya pasti tau apa yang harus dia lakukan setelah ini.
Ardan adalah asisten sekaligus teman masa kecil Arya..mereka berteman sejak usianya masih 5 tahun..sejak pertama kali melihat Arya,Ardan sudah suka dan menganggap nya sebagai seorang Kaka.
"Tuan saya harap anda bisa mengambil tindakan sebelum ada pihak yang menyalahgunakan kesempatan ini" ucap Ardan yang sebenarnya tengah gundah gulana.
"Ya..tenang saja.."
Ardan menghela nafasnya panjang..dia sudah kehabisan kata-kata jika menghadapi bosnya yang super cuek ini.
Berita di media sosial semakin gencar lagi..mereka menyebutkan jika wanita yang menjadi selingkuhan Arya adalah wanita penggoda yang dengan suka rela melemparkan tubuhnya pada orang-orang berduit.
Afika belum tau kabar itu..dia hanya asik berjualan kue karena bunganya baru dia petik kemarin dan masih harus menunggu mekar lagi.
Felly tersenyum puas akhirnya dia bebas dari belenggu pria cacat itu..dia tak ingin berumahtangga dengan pria cacat seperti Arya meskipun tampan tapi kalau buta untuk apa juga.
"Akhirnya aku bebas..Afika nikmatilah penderitaan mu mulai sekarang hahaha"
Felly masih berakting layaknya orang yang telah di selingkuhi.. benar-benar dia pantas mendapatkan pial Oscar untuk akting yang dia lakoni.
Afika saat ini baru selesai menjual kuenya..dia lelah.. pendapatannya tidak terlalu banyak hari ini.
__ADS_1
Saat Afika sedang duduk dan beristirahat tiba-tiba ponselnya berbunyi dan menunjukkan nama 'rumah sakit' di layar ponselnya.
"Halo selamat siang..?"
"Maaf nona Afika ini sudah waktunya untuk pembayaran pengobatan ibu anda"
"Ah iya saya masih mengumpulkan uangnya sus..bisa tolong beri waktu lagi sus saya mohon"
"3 hari saja ya nona..karena pihak rumah sakit sudah mendesak agar pembayaran bisa cepat di lunasi jika tidak alat bantu penunjang kehidupan ibu anda harus terpaksa kami lepas semua"
"Baiklah sus saya akan usahakan.. terimakasih"
"Sama-sama nona"
Afika menyenderkan kepalanya di bahu sofa rumahnya..dia bingung..dia sudah berusaha untuk mendapatkan uang lebih dari berbagai usaha tapi hasilnya belum cukup.
Afika akhirnya tau berita tentang dirinya yang menjadi trending topik selama ini dia tak menyangka Felly akan sekejam itu padanya..dia yang di jebak dia juga yang jadi tersangka.
"Harus kemana lagi aku mencari uang itu..tidak mungkin aku meminjam dari ayah.."
Afika membuka tasnya dan menemukan sebuah kartu nama yang tempo hari di berikan oleh orang yang ingin menjemput nya.
__ADS_1
"Arya Dirgantara..apa aku meminjam uang pada orang ini saja ya..?"