Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 40_Cucu Kesayangan


__ADS_3

2 bulan kemudian........


"Kevin jangan berisik nanti Arika bangun" tegur tuan Bagas yang tengah menimang-nimang cucu kesayangannya.


"Kakek aku juga cucumu..aku juga mau di timang-timang seperti baby Arika"rengek Kevin dengan menghentakkan kakinya sebagai tanda merajuk.


Tuan Bagas kesal dengan sikap Kevin yang seperti bocah..dia melepaskan sepatunya kemudian dia lemparkan pada Kevin dan tepat mengenai pipinya.


"Akhhh kakek..jahat sekali"


"Makannya aku bilang diam ya diam..kau itu sudah besar kenapa masih seperti anak kecil saja"


"Kakek aku cemburu dengan baby Arika.."


"Cemburu gundulmu..kau itu mau bersaing dengan anak bayi hah..jelas orang-orang akan lebih memilih si bayi ketimbang kau"


Kevin hanya mendengus mendengar kata-kata kakeknya..benar juga ya..pasti orang-orang akan lebih memilih baby Arika daripada dirinya..baby Arika kan masih imut-imut lah dia amit-amit.


Arya datang mwnmui keduanya yang tengah berdebat konyol..dia mengambil baby Arika karena sudah waktunya tidur tapi malah sudah tidur duluan di gendongan sang kakek.


"Loh sudah tidur yah?"


"Sudah..bawalah ke kamar bayi biar ayah yang menjaga cucu kesayangan ayah"


"Baiklah"


Arya menggendong Arika dengan oerlahan takut mengusik tidur bayi mungil itu.. sampailah mereka di kamar khusus milik baby Arika..Arya menurunkan baby Arika di box bayi yang sudah tersedia di sana.

__ADS_1


"Lucunya anak papa..selamat tidur sayang" ucap Arya sebelum meninggalkan Arika dengan ayahnya.


"Yah Arya ke kamar dulu mau bantuin Afika"


"Pergilah..biar ayah yang menjaganya"


"Baiklah terimakasih yah"


Arya kembali ke kamarnya..dia tadi habis dari ruang kerjanya untuk menandatangani beberapa dokumen..Adrian sangat bisa di andalkan karena Arya masih belum bisa meninggalkan Afika dan baby Arika di rumah.


"Afika..kau sedang apa..?"


"Tidak ada Arya.. Arika mana..?"


"Arika tidur sekarang dengan ayah di kamarnya"


"Belum..temani makan ya"


"Iya..ayo"


Arya dan Afika menuruni anak tangga dan menuju dapur..Afika mengambilkan makanan untuk Arya..dia menyuapi Arya dengan sepenuh hati..dia senang melakukan nya itung-itung pacaran dulu.


"Arya kapan ibu bisa pulang..?"


"Sabar ya sebentar lagi ko"


"Hm..aku rindu"

__ADS_1


"Jangan sedih nanti ASI mu berhenti bagaimana"


"Maaf..aku terbawa perasaan"


"Tidak apa-apa..jika kau rindu dengan ibu maka kita bisa mengunjungi nya bagaimana?"


"Iya aku mau"


Selesai makan Arya dan Afika melihat baby Arika..Arya dan Afika melihat tuan Bagas tertidur di atas ranjang..baby Arika juga masih anteng.. sepertinya kelak baby Arika akan sangat manja dengan sang kakek.


"Lucu sekali ya Arya"


"Iya..Jiak kau tidak hadir dalam hidupku mungkin pemandangan seperti ini tidak akan pernah bisa kita lihat.. terimakasih sayang"


"Sama-sama papah"


Mereka berdua meninggalkan kamar anaknya dan menuju kamar sendiri..Arya begitu mencintai Afika karena semenjak kehadiran Afika hidupnya berubah sangatlah pesat dan juga menuju hal yang baik.


"Afika apa kau mau menikah denganku..?"


Afika tertegun ketika Arya mengucapkan lamaran dadakan..mereka memang sudah menikah tapi pernikahan mereka hanya sebatas di kantor catatan sipil saja..Arya mau meresmikan Pernikahan mereka agar Afika bisa di kenal sebagai nyonya Arya Dirgantara yang sebenarnya dan tak ada yang berani menjelekkan Afika lagi.


"Ya aku mau"


"Terimakasih sayang..aku mencintaimu"


"Aku juga Arya"

__ADS_1


Mereka saling berpelukan dan berciuman dengan mesra..Afika tak lagi malu-malu semenjak kehamilannya dan sampai dia melahirkan rasa malu itu sudah dia buang jauh-jauh karena sesungguhnya mereka sudah resmi dan Afika tak ingin melewatkan satu momen pun bersama Arya.


__ADS_2