Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 32_Baby Ok


__ADS_3

Arya kembali ke rumahnya bersama Afika setelah Afika puas mengerjai Kevin..dia sangat puas melihat Kevin tersiksa.. entahlah anaknya mungkin dendam dengan Kevin karena selalu menempel pada papanya.


"Arya besok aku ikut ke kantor ya..aku bosan"


"Boleh..asal kamu tidak capek"


"Nggak kok.. terimakasih papah.. cup"


"Kamu mulai nakal ya"


"Nggak papah..cuma kiss aja"


"Hahah sudah mandi dulu..mandi sendiri atau di mandiin"


"Mandiin"


"Hahaha baiklah ayo"


Arya memandikan Afika dengan senang hati..dia usap-usap perut buncit Afika..tak terasa sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.


"Baby nakal nggak hari ini..?"


"Nggak papah..baby nurut ko sama mama"


"Bagus..nanti kalau udah lahir papah kasih hadiah kalau nurut"


"Hadiah apa papah..?"

__ADS_1


"Rahasia"


"Ishhh tau ah"


Arya hanya tersenyum geli melihat ekspresi kesal Afika..dia terhibur dengan sikap istri kecilnya..rasanya seluruh dunia tidak cukup untuk dia berikan pada Afika.


Selesai memandikan Afika Arya gantian mandi..dia juga gerah..selesai mandi Arya mendapati Afika tengah tertidur pulas dengan posisi menyandar di kepala ranjang.


"Kalau tidur pasti begini..mama mu memang begitu nak..jangan nakal ya di perut mama"


Arya membetulkan posisi tidur Afika..dia tak mau leher Afika sakit karena posisi tidur nya tidak nyaman..Arya mengusap anak rambut Afika yang jatuh.


"Cantik..aku mencintaimu Afika-ku"


Arya mencium Afika di kening,pipi kemudian bibir..Arya tidak mau terbawa suasana.. dia tak mau membuat istrinya kesakitan.


#Skip>>>>>>>


Nomornya bahkan di blokir.. benar-benar tidak bisa di biarkan..dia harus membuat perhitungan dengan Afika..dia tak bisa menerima kekalahan..dia tak akan bisa menerimanya.


"Sialan..aku harus mencari cara lain agar Afika bisa membawa Arya makan malam di rumah..dengan begitu aku bisa dengan mudahnya menjadikan Arya milikku lagi"


Felly memutuskan untuk mengunjungi kediaman Arya..dia akan bertemu langsung dengan Afika dan membujuk nya untuk menerima tawaran makan malam di rumah.


Felly dalam perjalanan menuju kediaman Arya.. sebenarnya dia tidak ingin melihat kehidupan Afika yang begitu beruntung daripada dirinya tapi itu tidak akan lama.. sebentar lagi dia harus bersabar.


Sampailah dia di rumah Arya..dia menyuruh penjaga gerbang untuk memanggilkan Afika atau Arya..penjaga gerbang itu menghubungi tuan nya dan mengatakan ada seorang wanita ingin bertemu dengan Afika.

__ADS_1


Arya tau siapa yang di maksud penjaga gerbang itu..dia menyuruh penjaga gerbang itu untuk mengusirnya..dia tak mau Afika terganggu oleh orang yang tidak penting.


"Aryaaaaaa" jerit Afika.


Arya mendengar suara jeritan Afika dan berlari menuju kamar..dia mendapati Afika tengah terduduk di lantai kamarnya.


"Afika ada apa.. kenapa..ada yang sakit..?"


"Huhh..huhh..perutku tadi kram ssshh.."


"Ayo duduk di atas jangan di bawah.. sebentar aku panggilkan dokter dulu".


"Iya huhhh akshhh"


Arya memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Afika..Arya khawatir terjadi sesuatu pada Afika dan anaknya..semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka.


Dokter sampai di kediaman Arya..dokter itu langsung masuk dan di sambut Arya di depan kamarnya..dia membawa sang dokter kedalam kamar nya.


Dokter itu memeriksa keadaan Afika.. setelah selesai dia menghampiri Arya yang tengah menunggu dengan perasaan was-was.


"Bagaimana keadaannya dok..apa baby nya tidak apa-apa?"


"Keadaan nona Afika baik-baik saja tuan..baby juga baik memasuki bulan ke 6 memang seing terjadi kram di perut karena pergerakan bayi dalam perut yang semakin aktif..tidak ada yang perlu di khawatirkan tuan..semuanya baik-baik saja"


"Baiklah dok terimakasih"


Dokter pergi dari kamar Arya..Arya mendekati Afika dan menciumnya dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Baby ok..kau juga ok.. aku lega kalian tidak apa-apa"


"Aku juga Arya"


__ADS_2