
Sonya berjalan dengan gontai menyusuri jalan yang dia lalui..habis sudah semua usahanya.. pekerjaan yang selama ini dia pertahanan telah hilang dalam sehari.
Sonya begitu terpukul dengan pemecatan yang dia terima melalui email juga pesan singkat.. Hidupnya kini sudah berakhir karena keegoisannya sendiri..dia tak seharusnya berbuat semurahan itu hanya demi menaklukkan hati yang tak akan bisa dia gapai..sungguh kebodohan yang hakiki.
"Sialannnnnn.. arghhhh.. kenapa semua ini terjadi padaku arghhhhh..ini gara-gara istri Arya..ya dia yang sudah merebut Arya dariku..akan ku balas semua kesialan yang menimpaku..awas kau Afika.. arghhhh"
Afika tak bersalah tapi Sonya merasa semua ini adalah salah AF ka istri Arya..jika Afika tak menikah dengan Arya maka Sonya akan dengan suka rela melemparkan tubuhnya pada Arya.
Sonya menghubungi seseorang yang bisa membantu nya menyingkirkan Afika..ya dia harus bisa menyingkirkan Afika dari sisi Arya karena jika Afika tiada maka kesempatan untuk mendapatkan Arya akan semakin besar.
"Hallo"
"......"
"Ya aku butuh bantuan mu"
"......"
"Menyingkirkan seorang pengganggu"
__ADS_1
"......."
"Kau tak perlu tau siapa dia yang perlu kau tau adalah habisi wanita itu lalu kau mendapatkan bayaran dariku..mengerti?"
"......"
"Baiklah jangan sampai gagal..aku tak mau kalah lagi lakukan dengan benar atau kau tak akan mendapatkan uangmu"
Sambungan telepon terputus..Sonya tersenyum senang karena dia kira menyingkirkan Afika itu semudah membalikkan telapak tangan.. biarkan saja dia menikmati masa-masa dimana dia bebas sebelum penyiksaan.
#........#.........#.......
"Nggak kayaknya.. kenapa?"
"Nggak apa-apa cuma tanya aja siapa tau kamu mau keluar rumah"
"Sebenarnya ada apa Arya?"
"Nggak ada apa-apa sayang"
__ADS_1
"Cerita atau aku pergi dari kehidupan mu"
Arya yang mendapat ancaman dari Afika hanya bisa pasrah dan menceritakan semuanya karena jika Arya menutup-nutupinya Afika akan tetap tau karena dia bisa saja mencari tau sendiri.
"Baiklah tapi kau jangan marah"
"Iya Arya..katakan"
"Huh..jadi kemarin ada pertemuan dengan klien dari negara tetangga..awalnya lancar dan normal-normal aja tapi makin kesini makin aneh..klien ku selalu memuji sekertaris nya aku otomatis kurang nyaman tapi tetep profesional..sampai akhirnya meeting itu selesai dan kita mau pulang tapi aku di cegat oleh sekertaris klienku dia ngomong nggak jelas..aku awalnya diam tapi semakin kesini mulutnya pengin ku robek dan akhirnya aku tampar dia karena berani menjelek-jelekan istriku....
Seminggu setelah kejadian itu kerjasama yang kita sepakati berakhir karena aku nggak mau punya rekan bisnis sepertinya yang punya bawahan kurang sopan bahkan terkesan murahan..maaf baru cerita sekarang karena aku takut kamu akan marah kalau aku cerita"
Afika tersenyum mengelus pipi Arya..dia senang suaminya mau jujur dan terbuka padanya..dia jadi merasa di butuhkan dan di sayangi..dia bahagia.
"Aku nggak marah sayang tapi lain kali jangan ada yang di tutup-tutupi dari ku karena kita udah jadi satu..kamu suamiku dan aku istrimu bahkan kita sudha punya anak juga mau nambah satu lagi jadi kedepannya apapun itu meskipun menyakitkan kamu ataupun aku tetep harus terbuka satu sama lain"
"Iya sayang maaf.. aku janji nggak akan ukangin lagi..aku mencintaimu Afika"
"Love you more Arya"
__ADS_1