
Bu Ratna memanggil Arya karena ada yang ingin dia bahas dengan menantu nya..jika tidak menyangkut tentang Afika mungkin Bu Ratna akan acuh tak memikirkan nya.
Mereka sudah berada di ruang kerja Arya..Bu Ratna duduk di hadapan Arya..sejenak bu Ratna terdiam karena gugup..jujur rahasia yang dia simpan bertahun-tahun lamanya kini harus dia ungkap di hadapan orang yang paling bisa mengerti keadaannya.
"Ada apa Bu.. seperti nya ibu gugup?"
"Iya Arya.. ibu sangat gugup..huhhh jika bukan mengenai Afika mungkin ibu tidak akan perduli"
"Bisa ibu ceritakan padaku?"
"Berjanjilah kau tetap akan menyayangi Afika jika kau tau kebenarannya..ibu hanya percaya padamu Arya"
"Iya Bu Arya janji"
"Huhhh.. sebenarnya Afika bukan anak kandung ibu"
Deg........
__ADS_1
Kaget..ya Arya terkejut mendengar pengakuan Bu Ratna tentang Afika yang sebenarnya.
"Maksudnya apa Bu?"
"Afika bukan anak kandung ibu Arya..ibu menemukannya di kebun dekat pembuangan limbah industri tekstil di kawasan xx sewaktu ibu belum pindah"
"Lalu?"
"Ibu tidak pernah menyangka akan di percayai seorang anak yang tak sengaja ibu temukan..waktu itu kondisi Afika begitu lemah jika terlambat sedikit saja mungkin dia tidak akan tertolong..ibu sangat menyayangi nya meskipun Afika bukan darah daging ibu sendiri..Ibu bercerai dari ayah sambung Afika karena ibu di vonis tidak bisa memiliki keturunan dan ibu merahasiakan nya dari mantan suami ibu yaitu Wiguna..ibu lebih rela jika semua di limpahkan pada ibu di saat ibu sangat terpuruk dan hampir bunuh diri tiba-tiba datanglah Afika yang mengubah kehidupan ibu secara menyeluruh..
Ibu curiga tapi ibu lebih memilih diam seakan tidak tau..jujur ibu sakit hati dan juga marah dengan orang tua kandung Afika..di saat Afika telah bahagia dengan hidup nya sendiri di saat itu juga muncullah seseorang dari masa lalunya secara mendadak.."
"Tunggu Bu..apakah ibu mengenali orang itu?"
"Tidak..ibu tidak kenal..dia hanya bertanya begitu kemudian pergi lagi..tapi ibu yakin wanita itu adalah ibu Afika karena wajahnya sangat mirip"
"Biar Arya menyelidiki masalah ini dulu Bu.. sebaiknya jangan dulu beritahu Afika soal masalah ini karena Arya nggak mau Afika sedih"
__ADS_1
"Baiklah..ibu nurut saja sama kamu nak"
"Ya sudha kita kebawah lagi takut Afika nyariin"
Akhirnya Arya dan Bu Ratna kembali ke bawah dan bergabung dengan semua orang..terlihat Afika yang tengah ngobrol dengan Maya juga Kevin dan tuan Bagas yang tengah bermain dengan Arika.
Melihat pemandangan hangat begitu ibu Ratna tersenyum..sungguh suatu kebahagiaan yang sangat jarang dia lihat karena kebanyakan yang berkuasa akan bersikap semena-mena terhadap yang kurang mampu apalagi dari kalangan bawah.
"Ibu tenang saja kami semua tulus menyayangi Afika apa adanya..karena kunci dari semuanya adalah Arika cucu ibu"
"Benarkah..ibu bersyukur Arya.. keluarga mu mau menerima kami yang hanya dari kalangan bawah"
"Arya yang menjalani nya bersama Afika Bu bukan Keluarga Arya..jadi ibu tenang saja selama Arya masih bernafas Arya akan menjaga dan melindungi serta menyayangi Afika sepenuh hati"
"Terimakasih Arya sudah menjaga Afika selama ibu tiada"
"Sama-sama Bu sudah jadi kewajiban Arya"
__ADS_1