Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 60_Bercerita


__ADS_3

Hari telah berganti..Afika sudah jauh lebih baik dari sebelumnya..Arya tak pernah bergerak sedikitpun dari Afika..dia selalu menemani Afika hingga Afika merasa lebih baik.


Arya membuktikan bahwa dia sangat mencintai Afika istri kecilnya,dia membuktikan melalui perbuatan bukan hanya kata-kata saja..dia memang berjanji akan membahagiakan Afika namun itu bukan hanya sekedar janji semata..dia sudah membuktikan nya dengan perlakuannya yang sangat manis juga perhatian nya yang mengundang iri bagi siapapun yang melihatnya.


"Apa kau sudah merasa lebih baik hm?" tanya Arya lembut mengusap rambut Afika.


"Iya Arya..aku jauh lebih baik karena mempunyai perawat yang siaga juga tampan sepertimu"


"Hm..kau bisa saja"


"Arya..bisakah kau ceritakan padaku setelah ledakan itu?"


"Hmm..untuk apa..lebih baik jangan membahasnya aku tak ingin kau sakit lagi"


"Tapi aku ingin Arya..ayolah..ya..ya..please"


Arya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah imut istri kecil nya itu..mana bisa dia menolak permintaan Afika di tambah dengan tingkah menggemaskannya..kalah..Arya sudah kalah sekarang.


"Baiklah..baiklah..Setelah ledakan itu aku sayup-sayup masih bisa melihatmu yang tergeletak di tanah tak sadarkan diri..aku panik namun tak berapa lama kemudian aku pun tak sadarkan diri karena sakit di tubuhku yang membuatku tak bisa berbuat apa-apa..saat aku sadar aku sudah wbrwda di rumah sakit..aku berfikir bagaimana dengan kondisi mu saat itu..apakah kau baik-baik saja..apakah kau bisa selamat..aku benar-benar berfikir keras mengenai kondisi mu saat itu..karena sebelum aku tak sadarkan diri kau tak bergerak sedikitpun..aku hanya khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada mu...


Hingga aku mendapat perawatan dan kondisi ku jauh lebih baik dan aku di pindahkan ke luar negeri untuk bisa berobat dan sembuh..aku hanya ingin cepat sembuh waktu itu dan mencarimu Afika" jelas Arya.


Afika yang mendengar itu tak terasa air matanya jatuh mengalir di pipi nya..dia tau itu pasti sangat sakit meskipun bukan faika ynag mengalaminya namun dia bisa merasakan kesakitan yang sama dengan yang Arya alami.


"Kau pasti menderita?"

__ADS_1


"Tidak..aku tidak menderita Afika..aku berjuang agar aku bisa sembuh dan mencari mu karena aku khawatir dengan keadaan mu saat itu..apakah kau juga mendapatkan perawatan sepertiku atau..huhhh.. sudahlah jangan di bahas lagi ya"


"Baiklah..tapi jawab pertanyaan ku"


"Apa?"


"Apakah kau tergoda oleh kemolekan tubuh ku waktu itu?"


Arya menatap Afika dalam..tak berapa lama dia tersenyum dan.


Cetak......


"Arkhhhhhh..ssshh..kau jahat ishhh"


"Arya aku hanya ingin tau..apa pendapat mu tentang ku waktu itu"


"Baiklah aku akan jujur..aku tergoda oleh pemandangan yang ada di depanku waktu itu naluriku sebagai pria meronta tapi aku sadar kau telah merawatku aku tak boleh kurang ajar terhadap penyelamatku"


"Ohoooo..ternyata kau sudah mesum sejak dulu ya"


"Hey aku laki-laki jadi wajar jika tergoda sayang"


"Sudah berapa wanita yang kau nikmati?"


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Tidak mungkin kau tidak memiliki wanita sebelum bertemu dengan ku"


Arya menghela nafasnya panjang.. jangankan wanita hidupnya saja dia dedikasikan untuk bekerja dan mencari keberadaan Afika.


"Tidak ada..hanya kau wanita yang ku sentuh"


"Bohong"


"Aku serius sayang..seluruh hiduyku sebelumnya ku serahkan pada pekerjaan dan tak ada waktu untuk bertemu bahkan bermain dengan wanita..aku tak memiliki selera sejak melihat tubuh mu sayang"


Tangan Arya mulai nakal kemana-mana..Afika masih belum percaya dengan ucapan Arya karena setaunya Arya sangat pro dalam membuatnya melayang.. bagaimana tidak memiliki pengalaman dalam bidang itu.


"Hey tanganmu tuan Arya"


"Kenapa..ini milikku..semuanya milikku"


"Ishhhh..apa kau seorang Cassanova sebelumnya..kenapa kau ahli dan berpengalaman sekali?"


"Hey..aku bukan pria seperti itu..yang suka celap celup sembarangan..aku ini masih orisinil dan aku melakukan nya pertama kali hanya denganmu saat di hotel..kau tau rasanya menahan hassrat itu sangat susah ketika dulu aku tak bisa menikmatinya tapi sewaktu di hotel aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu..kau tau aku sudah menunggu momen itu sejak dulu saat pertama kali melihatmu tak memakai pakaian"


Afika merona mendengar ucapan Arya..dia tak tau harus berkata apa lagi menghadapi suami mesumnya itu..dia bersembunyi di dada Arya..jujur dia tak punya pilihan lain waktu itu yang dia pikirkan hanya agar Arya bisa sembuh dan tidak meninggalkan nya saja.


"Aku malu Aryaaaaa"


Arya tertawa melihat rona merah di wajah Afika menandakan istrinya benar-benar malu.

__ADS_1


__ADS_2