Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 84_Tiada Duanya


__ADS_3

Semua mata karyawan tertuju pada sepasang suami istri yang baru saja memasuki lobby perusahaan tempat mereka bekerja..sang CEO mereka yang begitu dingin ketika berpapasan pada karyawan nya tapi lembut ketika sedang bersama orang tercintanya.


Arya melewati para karyawan nya dengan gaya angkuhnya sedangkan Afika dia menebar senyumannya pada setiap karyawan..hal itu tentu saja membuat Arya tidak suka karena Afika tersenyum pada karyawan nya termasuk karyawan laki-laki.


Arya menghentikan langkahnya begitu juga dengan Afika yang otomatis berhenti ketika Arya berhenti karena dia menggandeng lengan Arya.


"Ada apa papah?"


"Sayang jangan tersenyum pada karyawan ku..aku cemburu" ucap Arya dengan nada manjanya


Semua karyawan yang melihat itu melongo tak percaya bahwa CEO mereka bisa bersikap seqiyut itu..astaga betapa beruntungnya para karyawan bisa melihat pertunjukan menggelikan di depan meteka hari ini.


"Ishh papah udah besar jangan cemburu kaya anak kecil nggak boleh" ucap Afika dengan penuh cinta.


"Tapi jangan senyum-senyum gitu ya?"


"Iya..iya..ayo kami udah capek papah"


"Baiklah mau papah gendong?"

__ADS_1


"No papah"


"Baiklah ayo ke ruanganku"


"Papah apa tidak malu bersikap seperti itu?"


"Buat apa malu..biarkan mereka tau kalau hanya kau yang bisa membuatku seprti ini dan tiada yang lain"


"Benarkah memang tidak ada yang lainnya?"


"Kau tiada duanya sayang"


Arya dan Afika melanjutkan langkahnya menuju lantai paling atas ruangan Arya..Adrian yang sedari tadi menjadi penonton keromantisan dua sejoli itu hanya bisa ngelus dada dan geleng-geleng kepala.


' Sabar tuhan lagi nyiapin jodohmu Adrian..jangan cemburu nanti waktunya tiba puas-puasin ' batin Adrian.


Sedangkan para karyawan di bawah menjadi riyuh melihat tontonan yang amat jarang di depan mereka perihal keromantisan dan keqiyutan CEO mereka.. benar-benar patut di abadikan momen bersejarah itu tapi sayang tak ada yang bisa merekam karena resikonya bisa di keluarkan dengan tidak hormat juga tak di terima di manapun.


#Skip.........

__ADS_1


Di kediaman tuan Bagas Arika tengah bermain dengan para kakek dan juga neneknya..mereka bermain dengan penuh semangat juga kegembiraan bersyukur Arika tak rewel karena sudah terbiasa dengan para kakek dan neneknya.


"Arika sayang mau makan ice cream nggak?" tanya sang nenek.


"Au" jawab Afika dengan bahasa cadelnya.


"Oke mau rasa apa sayang?"


"Obeyi"


"Strawberry..baiklah nenek Farah ambilkan dulu ya sayang"


Bu Farah mengambilkan ice cream untuk Arika begitu juga untuk para kakek di sana ya siapa tau ada yang mau kan sekalian daripada bolak balik.


Sementara itu tuan Bagas dan tuan Anton begitu juga Bu Ratna tengah mengobrol ringan..Arika..dia mah masih asik dengan mainannya yang baru tuan Bagas belikan khusus dari luar negeri.


Arya sebenarnya tidak membenarkan tindakan ayahnya tapi tidak apalah sesekali asalkan tidak terlalu sering..Arya hanya takut Arika menjadi manja dan tak mau kalah egonya..dia mengajarkan disiplin sedini mungkin pada Arika agar bisa menjadi contoh yang baik bagi adiknya kelak begitu juga Arya dan Afika yang selalu mencontohkan hal-hal baik pada Arika.


Manja boleh asal jangan sampai menjadi kebiasaan di kemudian hari..dia tak mau anaknya mempunyai perilaku seperti itu apalagi nakal wah Arya tidak bisa mentolerir sikap seperti itu..maka dari itu sedini mungkin Arya sudah mengajarkan apa yang boleh dan tidak boleh Arika tiru dari sifat orang dewasa.

__ADS_1


Bukan Arya jahat pada anaknya bukan pula tega dengan anaknya tapi itu semua demi kebaikan sang anak di kemudian hari ada masanya dia tegas dan keras..ada masanya sang anak bersikap tegas terhadap sesuatu tapi bukan sekarang..keluarga juga mendukung sikap Arya yang begitu pada anaknya bukan hanya pada sang anak tapi pada seluruh keluarganya sekalipun itu Afika.


__ADS_2