Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 82_Sang Dalang


__ADS_3

Dua orang pria saat ini tengah tergolek lemah tak berdaya setelah beberapa cambukan berhasil mengoyak kulit serta daging mereka.


Salah satu anak buah Arya mendekati mereka dan membuat mereka berakhir atau mati..anak buah Arya sudah di beri perintah jika sudah mendapatkan apa yang dia mau maka habisi tanpa ampun karena jika di lepaskan bisa saja terjadi hal serupa di kemudian hari.


"Sampaikan salam ku untuk rekanmu yang sudah mendahului mu "


Crashhh.....


Leher kedua orang itu langsung terpisah dari tubuhnya..tak main-main memang karena itulah bayaran atas apa yang telah mereka lakukan.


Setelah kematian kedua bajiangan itu anak buah Arya menghubungi Arya untuk menyampaikan informasi yang mereka dapat tentang si dalang yang ada di balik kejadian itu.


"Hallo tuan selamat siang"


"Katakan"


"Kami sudah berhasil mendapatkan informasi dari dua orang itu bahwa sang dalang ternyata orang yang sama yang telah mengusik tuan beberapa bulan lalu yaitu Sonya sekertaris dari tuan Neureus"


"Hm..baiklah terimakasih atas kerja keras kalian"


"Sama-sama tuan"

__ADS_1


Setelah telefon di akhiri mereka kembali ke aktifitas semula yaitu menyelesaikan sisa pekerjaan mereka.


#Skip..........


"Baiklah karena kau sudah mempunyai nyali untuk bermain denganku maka akan ku lanjutkan permainan ini..bersiaplah menghadapi kemarahan ku Sonya" ucap Arya yang geram akan tingkah Sonya.


Arya menghubungi seseorang yang bisa membantunya untuk menemukan keberadaan Sonya..jujur Arya tak mau bermain dengan cara seperti ini tapi apalah daya mereka selalu memancing kemarahan Arya.


Di saat telefon baru saja selesai Afika datang dan memeluk Arya dari belakang..Arya terkejut tapi sesaat kemudian dia tersenyum hangat karena dekapan sang istri begitu menghangatkan hati nya.


"Kenapa hm?" tanya Arya.


"Kami merindukanmu papah" ucap Afika dengan nada menggemaskan.


"Terimakasih papah"


Afika berpindah ke depan dan langsung menduselkan wajahnya di dada Arya..dia suka aroma badan Arya yang bisa membuatnya juga anak mereka tenang..entahlah mungkin hormon kehamilan nya.


"Sudah puas hm?"


"Belum papah..kami masih rindu"

__ADS_1


"Astaga kenapa kalian imut sekali sih hm?"


"Hehe kami memang imut papah"


"Baiklah..baiklah.. sekarang mau apa hm?"


"Mau di peluk papah dan di sayang papah"


"Hahahha oke-oke apapun untuk kalian kesayangan papah"


Arya menggendong tubuh Afika yang sudah lebih berisi tapi tak membuat Arya kesusahan..meskipun tubuh Afika tak seperti dulu tapi cinta Arya tak pernah luntur sedikit pun dari hatinya..malah semakin bertambah karena dia sangat mencintai wanita yang saat ini tengah mengandung keturunannya lagi.


Sampailah di ranjang..Arya membaringkan Afika dengan perlahan takut menyakiti mereka..Afika suka di perlakukan seperti itu oleh Arya dia merasa di cintai apalagi dalam kondisi kehamilannya yang sudah memasuki trimester ketiga dia semakin lengket dan ingin selalu di perhatikan oleh Arya.


Arya menciumi seluruh wajah Afika dengan penuh cinta..dia suka wajah merah merona nya Afika imut sekali menurutnya.


"I want you Arya"


"Sure baby"


Arya mulai melancarkan aksinya dengan memberikan stimulan pada Afika di titik sensitif nya..Afika tak pernah bisa menolak setiap rangsangan yang Arya berikan padanya dia selalu menikmati permainan Arya hingga dia sendiri yang memintanya.

__ADS_1


Dan terjadi lah penyatuan di siang yang terik seterik dalam kamar kedua insan itu.


__ADS_2