Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 29_Drama Menghitung Bulu Kucing


__ADS_3

Selesai makan siang Arya mengajak Afika untuk duduk di ruang tamu..dia tau Afika pasti malas bergerak kalau sudah selesai makan..dia tak masalah asalkan Afika bahagia dia pun senang.


"Arya Kevin mana..?"


"Kevin..kenapa nyariin Kevin..?"


"Apa kamu lupa aku kan mau nyuruh dia ngitung bulu kucing gimana sih.."


"Oh iya aku lupa sayang maaf ya.. sebentar biar aku cari dulu"


"Iya papah"


Arya mengusap rambut Afika gemas..dia mencari Kevin di kamar..dan ketemu Kevin ternyata baru selesai dari kamar mandi..Arya mendekati ponakannya dan duduk di sisi ranjang Kevin.


"Kevin duduk"


"Ada apa paman..?"


"Kau di cari bibimu"


"Hah..bibi mencariku...apakah dia merindukan keponakannya yang tampan ini..?"


Bughh...


Arya memukul pelan bahu Kevin..dia kesal mendengar ocehan tidak bermutu keponakan nya..jika bukan karena permintaan Afika tidak akan dia mencari bocah kuprret itu.


"Sudah sana jangan membuat istriku menunggu atau kau ku kirim ke pedalaman Kalimantan"

__ADS_1


"Iya..iya paman"


Kevin dan Arya menuju ruang tamu.. Afika sudah menunggu dengan seekor kucing di pangkuannya..Arya melihat Afika mengelus kepala kucing itu.. sebenarnya dia tak mau Afika dekat dengan kucing tapi kelihatannya Afika sangat suka jadi biarkan saja lah.


Tuan Bagas dan Maya bergabung di ruang tamu..suasana begitu ramai..terasa hangat..semenjak kehadiran Afika mereka menjadi lebih dekat.


"Bibi apa kau mencariku..?"


"Iya..sini Kevin duduklah"


"Ada apa bibi..?"


"Kevin aku ingin kau menghitung bulu kucing..mau ya..?"


"APAAAA..tidak mau bibi..kurang kerjaan sekali aku menghitung bulu kucing..tidak mau"


"Afika..hey mau kemana..?"


"Arya aku mau istirahat..aku lelah"


"Hey jangan begitu..ayo duduk dulu"


"Tidak usah Arya..Kevin kau boleh pergi"


Stwelah berucap begitu Afika masuk kamar..Arya menatap Kevin dengan tatapan tajam dia mengambil ponselnya dan menghubungi Adrian untuk memesankan tiket ke Kalimantan atas nama Kevin Dirgantara.


Kevin terkejut ternyata Paman nya tidak main-main.. bagaimana ini..ibu dan kakeknya tidak mungkin menolongnya.

__ADS_1


"Paman jangan kirim Kevin ke Kalimantan please.."


"Sudah terlambat"


"Paman tolong lah..please paman.. baiklah aku akan menghitung bulu kucing"


Arya tersenyum..dia melangkah menuju kamar dan membawa Afika keluar..Afika keluar dengan wajah bahagia.. akhirnya Kevin mau juga.


"Hitung sekarang"


"Baiklah paman"


Kevin menggendong kucing itu dan mulai menghitung..semua orang tertawa melihat wajah pasrah Kevin..Kevin cemberut sambil mencebikkan bibirnya.


"Jika bukan karena ancaman aku tidak akan mau melakukan pekerjaan konyol ini"


Kevin terus menghitung hingga setengah jam kemudian dia bangkit dan meregangkan otot tangan nya..dia lupa jika dia sudah menandai yang sudah di hitung dengan yang belum.


"Arghhhhh bodoh kenapa tidak ku tandai tadi..bibi sudah ya..aku menyerah"


"Sudah dapat berapa..?"


"Sebentar..tadi 158 lalu aku bangun dan lupa lagi bibi..tolong sudah ya aku akan melakukan apapun yang bibi mau tapi jangan menghitung bulu kucing lagi please..?"


"Baiklah kalau begitu hitung pasir di lautan bagaimana?"


Semua orang tertawa mendengar penuturan Afika..Afika benar-benar sumber cahaya dalam keluarga Dirgantara.. beruntung Keluarga Dirgantara mendapatkan menantu seperti Afika.

__ADS_1


__ADS_2